Senin, 11 Agustus 2008

Persis Tumbang, Nwokolo Pukul Hakim Garis Seputar Berita Dunia Sepak Bola

PERSIS TUMBANG, NWOKOLO PUKUL HAKIM GARIS SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

PERSIS TUMBANG, NWOKOLO PUKUL HAKIM GARIS

Persipura Jayapura berhasil meraih poin penuh dalam lawatannya ke Solo pada lanjutan Liga Djarum Indonesia 2007. Tim Mutiara Hitam mengalahkan tuan rumah Persis Solo 1-0 di Stadion Manahan, Sabtu petang, 22 Desember.
Kemenangan itu tidak terlepas dari keunggulan jumlah pemain di lapangan. Sejak menit ke-65 Persis harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Greg Nwokolo diusir keluar lapangan. Keluarnya kartu merah dari saku wasit Suwartono disebabkan ulah tak sepatutnya dari Nwokolo yang melayangkan bogem mantahnya ke wajah hakim garis Sunaryanto. Akibat pukulan itu sendiri Sunaryanto sampai terjengkang tak sadarkan diri.
Keuntungan bermain dengan jumlah pemain komplit tidak disia-siakan Persipura yang unggul melalui gol semata wayang Ernest Jeremiah lewat tendangan keras yang tidak mampu dihalau kiper Persis, Wahyu Tri Nugroho pada menit ke-86. Sedangkan Persis yang mencoba menyamakan kedudukan, sampai pertandingan usai selalu menemui kegagalan.
Dengan kemenangan ini posisi tim asuhan Raja Isa semakin kokoh di puncak klasemen Wilayah Dua . Sementara bagi Persis, peluang mereka menuju Super Liga 2008 kian kandas. Pada pertandingan lainnya, salah satu rival Persis, Persijap Jepara mengantongi poin penuh setelah menekuk tamunya Persiwa Wamena 1-0 di Stadion Kamal Junaidi.
Gol tunggal Laskar Kalinyamat diciptakan oleh Doni Siregar di menit kelima. Gol tersebut berbau spekulasi. Tendangan datar Doni dari jarak sekitar 30 meter tidak mampu diantisipasi kiper Persiwa, Charles Woof yang juga dikarenakan kondisi lapangan yang licin. Kedudukan pun berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.
Pun demikian, Perjiap masih juga belum aman untuk lolos ke Super Liga. Pelatih Persijap, Yudi Suryata sadar betul nasib tim besutannya tergantug dari dua partai tandang ke yang akan dilakoni Persibom Bolaang Mongondow ke Papua—menghadapi Persipura dan Persiwa.
Dari Wilayah Satu Pelita Jaya Purwakarta mengamankan kansnya menuju Super Liga setelah memanfaatkan partai kandangnya dengan optimal. Menjamu Persib Bandung, tim besutan Fandi Ahmad memetik kemenangan 2-0 yang kedua golnya disarangkan di babak kedua.
Gawang Persib yang dikawal Cecep Supriatna bergetar untuk kali pertama pada menit ke-59 dari sebuah tendangan bebas Ivan Jerkovic. Sedangkan gol kedua tercipta juga dari bola mati yang kali ini dari eksekusi penalti Cristian Lopes. Hadiah penalti diberikan setelah Jerkovic dijatuhkan di dalam kotak terlarang.
Satu pertandingan lainnya, masih di Wilayah Barat, Persija Jakarta selamat dari kekalahan setelah tertinggal dua gol dari Persikota Tangerang. Dua gol penyelamat Macan Kemayoran dari kekalahan di Stadion Lebak Bulus, Sabtu malam dihasilkan oleh duet striker Bambang Pamungkas dan Aliyudin sembilan menit sebelum bubaran. Sementara dua gol Persikota dilesakkan Epalla Jordan menit ke-16. Gol kedua bersarang empat menit kemudian dari kaki Mustopa Aji.

sumber Persis Tumbang, Nwokolo Pukul Hakim Garis : LiputanBola.Com
PERSIS TUMBANG, NWOKOLO PUKUL HAKIM GARIS

Target Okada, Terbang Tinggi Seputar Berita Dunia Sepak Bola

TARGET OKADA, TERBANG TINGGI SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

TARGET OKADA, TERBANG TINGGI

Terlepas dari tudingan adanya faktor bantuan atau dukungan dari wasit, prestasi Timnas Korea Selatan di putaran final Piala Dunia 2002 lalu terbilang fantastis. Di bawah asuhan Guus Hiddink, Hong Myung-Bo dkk berhasil menoreh rekor sebagai tim Asia pertama yang mampu menembus babak semifinal alias empat besar dunia.
Setelah menjuarai penyisihan Grup D, menyingkirkan Portugal dan AS, Korsel lolos ke babak perempat final setelah menggulingkan tim favorit Italia 2-1 di babak 16 besar. Lalu, di babak 8 besar, tim asuhan Hiddink mampu melumat Spanyol 5-3 lewat adu tendangan penalti. Langkah Myung-Bo dkk terhenti di tangan Jerman yang baru memastikan kemenangan 15 menit sebelum bubaran lewat tendangan Michael Ballack.
Prestasi fantastis Korsel itulah yang kini memicu Takeshi Okada, pelatih timnas Jepang, membuat target tinggi bagi Yasuhito Endo dkk di pergelaran PD 2010 mendatang yang bakal berlangsung di Afrika Selatan. Yaitu, meraih posisi tiga besar dunia atau selangkah di depan Korsel! Awal bulan, Asosiasi Sepakbola Jepang menunjuk Okada terkait stroke yang diderita pelatih sebelumnya, Ivica Osim }.
Okada, 51 tahun, bukanlah muka baru bagi Daihyo, julukan timnas Jepang. Adalah Okada yang mampu membuat mata dunia terbelalak ketika menyaksikan kiprah Hidetoshi Nakata dkk di putaran final PD 1998 yang berlangsung di Prancis. Meski saat itu gagal meraih satu poin pun, Nakata dkk mampu memeragakan permainan sepakbola menyerang dan menyulitkan tim unggulan Argentina, Kroasia, dan Jamaika. Buktinya, Jepang tidak pernah kalah lebih dari selisih satu gol.
Berbanding terbalik dengan Osim yang sebelum pergelaran Asian Cup 2007 lalu telah mewanti-wanti Endo dkk bakal kesulitan mempertahankan gelar—prediksi yang akhirnya terbukti dengan tampilnya Irak sebagai kampiun Asia—sesumbar yang dilontarkan Okada terbilang luar biasa kalau tidak boleh dibilang nyaris mustahil.
“Marilah kita tunjukkan performa terbaik yang pernah dibuat tim Asia. Kita kejutkan dunia di PD 2010 nanti,” tegas Okada kepada para pemainnya dalam sesi latihan pada hari Kamis lalu. “Pada PD 2002 lalu, Korsel mampu meraih tempat keempat. Tim ini bisa meraih prestasi yang lebih tinggi ,” imbuhnya.
Endo dkk mulai berlatih kembali dalam rangka menyambut partai pertama di babak penyisihan Grup 2 kualifikasi PD 2010 menjamu Thailand, 6 Februari 2008. Sebelumnya, Jepang tampil dalam dua pertandingan pemanasan, melawan Chile, 26 Januari, dan Bosnia-Herzegovina empat hari kemudian.

sumber Target Okada, Terbang Tinggi : LiputanBola.Com
TARGET OKADA, TERBANG TINGGI

Penegasan Fiorentina Soal Mutu dan Frey Seputar Berita Dunia Sepak Bola

PENEGASAN FIORENTINA SOAL MUTU DAN FREY SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

PENEGASAN FIORENTINA SOAL MUTU DAN FREY

Presiden Fiorentina, Diego Della Valle memberi garansi terkait masa depan Adrian Mutu dan Sebastian Frey. Pernyataan Delloa Valle tidak lain dan tidak bukan untuk menentramkan kegelisihan tifosi atas spekulasi yang berkembang kalau dua bintang La Viola itu tidak akan mengakhiri karirnya di klub yang ber-homebase Kota Florence.
Spekulasi yang berhembus mengisahkan musim ini menjadi musi terakhir Mutu dan Frey di Artemio Franchi, markas Fiorentina. Di bursa musim panas Fiorentina terpaksa harus melepas keduanya karena sudah tidajk kerasan lagi.
Namun hal itu dibantah keras oleh Della Valle yang ingin menjernihkan spekulasi itu. Sang patron meminta atau bahkan bisa menggunakan wewenangnya untuk memaksa Mutu dan Frey menghormati kontrak yang masih berlaku.
“Saya tidak melihat kemungkinan mengapa kami harus melepas mereka ,” ujar Della Valle seperti dikutip Goal. “Kontrak harus dihargai lebih dari apapun. Itulah filosofi kami. Semua pemain merupakan bagian dari tim dan dengan keberadaan mereka skuad ini bisa lebih kompetitif.”
Della Valle yang turut menyelamatkan La Viola dari kebangkrutan menegaskan juga proyek masa depan untuk membawa klub lebih besar dan bisa berbicara lebih, baik di tingkat domestik maupun di tingkat regional .
Mutu merupakan pemain tersubur di Fiorentina musim ini. Sebanyak tujuh gol telah dihasilkannya di Serie A musim ini. Sementara di musim lalu atau di musim pertamanya bersanma Fiorentina, striker Timnas Rumania itu mengemas 16 gol dan delapan assist dari 33 partai.
Catatan itu membuat Mutu dinobatkan media Italia, Il Calcio, sebagai pemain terbaik. Catatan striker yang pernah terbentur kasus penyalahgunaan kokain itu membuat banyak klub mengincarnya, baik dari Italia maupun dari luar. Sementara Frey secara terang-terangan mengutarakan kegelisahannya di Artemio Franchi, terutama mengenai nilai perpanjangan kontrak }.

sumber Penegasan Fiorentina Soal Mutu dan Frey : LiputanBola.Com
PENEGASAN FIORENTINA SOAL MUTU DAN FREY

Petric Bawa Dortmund Tekuk Indonesia Seputar Berita Dunia Sepak Bola

PETRIC BAWA DORTMUND TEKUK INDONESIA SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

PETRIC BAWA DORTMUND TEKUK INDONESIA

Janji Borussia Dortmund untuk menurunkan tim utama benar-benar terbukti. Roman Weidenfeller diturunkan di bawah mistar. Di sektor pertahanan ada mantan bek Timnas Jerman, Christian Worns dan ditemani oleh Markus Brzenska. Di tengah ada gelandang internasional Polandia, Jakub Blaszczykowski. Di depan, siapa pecinta Bundesliga yang tidak kenal dengan trisula Nelson Haedo Valdez, Diego Klimowicz dan Mladen Petric.
Sementara Timnas Indonesia—atau lebih tepatnya disebut Liga Indonesia Selections—sangat minim persiapan. Bisa dibilang tim asuhan Benny Dollo itu merupakan tim dadakan. Bendol—sapaan buat Benny Dollo—kembali memanggil striker veteran Kurniawan Dwi Yulianto untuk diduetkan dengan Bambang Pamungkas. Tidak seperti Ivan Venkov Kolev yang menurunkan formasi 4-3-3, Bendol menurunkan formasi 4-4-2.
Diwarnai guyuran hujan, kick-off dimulai begitu wasit Jimmy Napitupulu menuip peluit pertama. Dortmund coba menggebrak melalui serbuan Klimowicz namun tendangannya dari dalam kotak penalti masih melebar di kanan gawang. Hujan yang mengguyur Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, mengganggu laju bola. Para pemain berkelas internasional yang memperkuat Dortmund tampak tidak terlalu antusias dalam menyerang.
Sedangkan Ponaryo Astaman dkk tidak mampu memberi tekanan berarti. Selain teknis, tim Merah-Putih juga kalah postur. Dan kalau boleh jujur, kalah segalanya. Menit ke-38 gawang Indonesia bergetar namun tidak mengubah skor. Tendangan bebas Petric beruntung hanya menerpa mistar gawang yang dijaga Markus Horison.
Selang tiga menit kemudian gawang Indonesia tidak terselamatkan dari serbuan trio Valdez-Klimowicz-Petric. Pelanggaran yang dilakukan Nova Arianto membuat Klimowicz terjatuh dan wasit Jimmy menunjuk titik putih. Eksekusi yang diambil Petric memperdayai Markus dan menggetarkan jala gawang. Tim besutan Thomas Doll memimpin 1-0.
Indonesia lebih berani keluar menyerang di babak kedua. Lewat Firman Utina, Indonesia sesekali mengancam gawang yang kali ini dijaga kiper cadangan Marc Ziegler. Permainan menyerang Indonesia diladeni jawara Liga Champions 1997 itu. Menit ke-57 Markus menunjukkan aksi terbaiknya saat menyelamatkan tendangan keras Petric dari luar kotak penalti. Di penghujung babak kedua Dortmund nyaris memperbesar keunggulannya namun madih mampu dihalau sundulan Muhammad Ridwan dan pertandingan berakhir dengan skor tipis 1-0. Meski kalah, perjuangan timnas patut dibanggakan. Semangat tempur tim asuhan Bendol mampu mengimbangi keunggulan Dortmund.
Susunan pemain:

Indonesia: Makus Horison, M Ridwan, Nova Arianto, Charis Yulianto, Elie Aiboy , Kurniawan DJ , Ponaryo Astaman, Ortizan Solossa, Firman Utina , Syamsul Bahri, Bambang Pamungkas.

Dortmund: Weidenfeller , Brzenska, Worns , Hillebrand, Kruska, Buckley , Blaszykowski, Petric, Klimowicz, Federico, Valdez.

sumber Petric Bawa Dortmund Tekuk Indonesia : LiputanBola.Com
PETRIC BAWA DORTMUND TEKUK INDONESIA

Persis Ditahan Imbang, Wasit Jadi Sasaran Seputar Berita Dunia Sepak Bola

PERSIS DITAHAN IMBANG, WASIT JADI SASARAN SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

PERSIS DITAHAN IMBANG, WASIT JADI SASARAN

Untuk kesekian kali aksi memalukan kembali mencoreng persepakbolaan dalam negeri. Pada partai lanjutan Liga Djarum Indonesia 2007 yang mempertemukan Persis Solo versus Persiwa Wamena terjadi insiden pengejaran terhadap wasit Jajat Sudrajat dan dua asistennya.
Pada partai yang berakhir imbang 1-1 di Stadion Gelora Manahan, Solo, Selasa , wasit Jajat dan asisten wasit I, Tri Wahyudi dan asisten wasit II, Fahrizal M Kahar menjadi bulan-bulanan para pemain dan ofisal Persis yang tidak puas dengan kepemimpinan mereka.
Ironisnya, tindakan para pemain dan ofisial tim ditiru para pendukung tuan rumah yang tidak ketinggalan memburu untuk menghakimi korps pengadil di lapangan. Beruntung petugas keamanan cukup antisipatif dalam insiden ini. Begitu melihat gelagat yang tidak beres, aparat langsung mengamankan ketiganya ke ruang ganti wasit sehingga tidak sampai mengakibatkan luka fatal.
Kekecewaan kubu Persis mencapai puncaknya pada menit ke-65 ketika wasit Jajat menganulir gol Ebi Sukore saat kedudukan berlangsung imbang 1-1. Keputusan wasit memang terlihat terlambat namun sebelumnya asisten wasit telah mengangkat bendera tanda Sukore telah berdiri dalam posisi offside.
Sementara gol pertama yang membuka skor diciptakan Persiwa pada menit ke-10 yang dicetak Peter Romaropen. Namun keunggulan itu tidak mampu dipertahankan kubu tim tamu. Menit ke-23 Persis mempu menyamakan kedudukan melalui sundulan striker lokal Rudi Widodo. Kalau boleh berkomentar, apaun alasan yang dilayangkan kubu Persis, tetap saja tindakan itu tidak mencerminkan kedewasaan insan sepkabola negeri ini.
Tambahan satu poin membuat posisi Persiwa tetap bertahan di peringkat ketiga klasemen Wilayah Dua dengan raihan 53 poin. Sementara Persis terpaku di urutan 11 dengan raihan 42 poin.

sumber Persis Ditahan Imbang, Wasit Jadi Sasaran : LiputanBola.Com
PERSIS DITAHAN IMBANG, WASIT JADI SASARAN

Persija Gulung Sriwijaya Seputar Berita Dunia Sepak Bola

PERSIJA GULUNG SRIWIJAYA SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

PERSIJA GULUNG SRIWIJAYA

Big-match Wilayah Barat Liga Djarum Indonesia 2007 terjadi di Stadion Lebak Bulus, Jakarta. Mempertemukan Persija Jakarta kontra Sriwijaya FC, tuan rumah Macan Kemayoran menggulung tamunya 4-2, Minggu, 16 Desember.
Bertanding di bawah tekanan publik tuan rumah dan lawannya di lapangan, Sriwijaya memimpin terlebih dahulu pada menit ke-10 melalui gol Benben Berlian. Tuan rumah langsung menaikkan tempo pertandingan untuk menyamakan kedudukan.
Hasilnya tercipta pada menit ke-30. Tendangan bebas yang dilepaskan Ismed Soyfan melesak ke sudut tiang jauh tanpa mampu dihadang Ferry Rotinsulu. Selang dua menit Bambang Pamungkas membawa Persija unggul 2-1 dengan memaksimalkan umpan Aliyudin.
Beberapa saat sebelum turun minum Persija bahkan mampu menggandakan keunggulannya. Menerima bola mental dari tendangan Aliyudin yang ditepis Ferry, sambaran Muhammad Ilham mengubah tampilan skor jadi 3-1.
Babak kedua Sriwijaya balik menekan dan pada menit ke-60 Anoure Obiora memperkecil ketinggalan. Namun Persija berhasil mengamankan kemenangan berkat eksekusi penalti Agus Indra Kurniawan dengan golnya di menit ke-75. Penalti diberikan menyusul pelanggaran yang dilakukan terhadap Aliyudin. Skor 4-2 bertahan sampai pertandingan usai.
Hasil tersebut tidak mempengaruhi posisi Sriwijaya di puncak klasemen sementara Wilayah Barat dengan 60 poin. Sementara Persija tetap tertahan di peringkat ketiga dengan koleksi 57 poin dan memperlebar peluang mereka menuju babak 8 besar. Peringkat kedua masih ditempati oleh PSMS Medan yang unggul dua poin dari Persija. Pada pertandingan kandang terakhirnya yang juga berlangsung Minggu ini juga, PSMS memetik poin maksimal setelah mengalahkan Persikabo Bogo 3-1.
Kemenangan PSMS di Stadion Teladan, Medan, dibuka pada menit ke-15 lewat gol Mbom Julien. Dua gol tambahan lainnya dilesakkan James Koko Lomell pada menit ke-36 dan 74. Sementara Persikabo memperkecil ketinggalan melaluigol Batoum Roger.
Dari Wilayah Timur, Persik Kediri memastikan diri lolos ke babak 8 besar. Tampil di Stadion Brawijaya, Kediri, pada partai kandang penutunya musim ini, Persik mendulang kemenangan telak 4-0 dari Persela Lamongan.
Dua gol dilesakkan striker tajam mereka, Christian Gonzales pada menit ke-14 dan eksekusi penalti pada menit ke-68. Dua gol macan putih tercipta berkat aksi Khusnul Yuli menit ke-45 dan Ronald Fagundez menit ke-85. Kemenangan tersebut membuat pundi poin Persik kini menjadi 56 atau terpaut satu poin dari Persija.

sumber Persija Gulung Sriwijaya : LiputanBola.Com
PERSIJA GULUNG SRIWIJAYA

Milan Juara Dunia Antar Klub 2007 Seputar Berita Dunia Sepak Bola

MILAN JUARA DUNIA ANTAR KLUB 2007 SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

MILAN JUARA DUNIA ANTAR KLUB 2007

AC Milan membuktikan diri lebih siap dan cerdik ketimbang Boca Juniors. Lewat strategi serangan balik yang apik, Rossoneri berhasil mengandaskan perlawanan tim juara Libertadores 2007 itu dengan skor cukup telak 4-2 dalam babak final Piala Dunia Antar Klub 2007 yang berlangsung di Stadion Internasional Yokohama, Minggu, 16 Desember. Hasil tersebut sekaligus pembalasan Milan atas kekalahan yang diderita dari Boca dalam final Intercontinental Cup di tahun 2003 lalu.
Sejak kick-off dibunyikan, Boca yang diasuh pelatih Miguel Angel Russo tampil menggebrak. Tapi, Milan tak mudah untuk digertak. Menginjak menit kelima, tendangan Inzaghi meneruskan sodoran Clarence Seedorf masih melebar dari gawang Mauricio Caranta. Sampai 15 menit pertama kedua tim masih berusaha mencari celah kelemahan lawan.
Di menit ke-18, Kaka mendapat peluang di kotak penalti. Berdiri cukup bebas, menerima bola tak terduga dari Paolo Maldini, tendangan Kaka masih bisa diblok Rodriguez. Dua menit kemudian, giliran Martin Palermo, yang tendangannya masih terlalu lemah dan dapat ditangkap Nelson Dida. Hanya berselang beberapa detik kemudian, lewat serangan balik yang cepat Milan unggul 1-0 lewat sontekan Inzaghi meneruskan umpan datar dari Kaka yang melakukan penetrasi di rusuk kanan pertahanan Boca.
Namun, keunggulan Milan tak bertahan lama. Hanya berselang satu menit kemudian giliran gawang Dida yang dijebol Boca. Umpan lambung Morel Rodriguez dari sisi kanan pertahanan Rossoneri berhasil ditanduk dengan sempurna oleh Rodrigo Palacio. Dida tak berkutik. Skor menjadi 1-1. Pertandingan pun kian berjalan dengan seru. Sayang, sampai waktu jeda tiba kedua tim gagal menambah perbendaharaan gol.
Lima menit di awal babak kedua, Milan unggul 2-1 lewat tendangan volley Alessandro Nesta yang ikut membantu serangan memanfaatkan bola liar menyusul tendangan penjuru yang diambil Andrea Pirlo. Tak lama berselang, Kaka nyaris memperbesar keunggulan Milan. Namun, kali ini tembakannya masih bisa diblok para defender Boca.
Di menit ke-58, para pemain Boca nyaris berjingkrak kegirangan ketika tendangan keras bek Hugo Ibarra tak mampu ditepis Dida. Namun, bola masih membentur tiang gawang. Sayangnya, Martin Palermo kurang sigap mengantisipasi datangnya bola muntah. Di saat gencar melakukan serangan secara sporadis, Boca harus menelan pil pahit: kebobolan untuk kali ketiga di menit ke-61. Kali ini giliran Kaka. Tendangan mendatarnya tak mampu ditepis secara baik oleh Caranta. 3-1 untuk Milan.
Setelah sempat kembali membuat peluang emas, di menit ke-70 gawang Boca kembali jebol. Lagi, serangan balik Milan benar-benar melumpuhkan pertahanan lawan, utamanya sektor sayap kiri pertahanan Boca. Bermula dari pergerakan Seedorf, umpannya ke kotak penalti tepat dalam jangkauan Kaka yang bergerak dari second line. Menyadari hadangan bek lawan, Kaka meneruskan bola kepada rekannya Inzaghi yang berdiri bebas tanpa kawalan satu bek pun. Tanpa kesulitan Inzaghi menjebol gawang Caranta untuk kali kedua, 4-1 untuk Milan.
Unggul jauh, Ancelotti menginstruksikan anak-anak asuhannya untuk lebih banyak bertahan dengan menarik Inzaghi dan memasukkan Marcos Cafu di menit ke-75. Satu menit kemudian, Milan tersentak setelah Kakha Kaladze diganjar kartu merah langsung akibat melanggar keras Palacio. Meski kalah jumlah pemain Milan masih mampu mengancam gawang Boca . Di menit ke-82, lagi-lagi lewat serangan balik, Milan nyaris kembali mencetak gol tambahan. Cafu yang menerobos sisi kiri pertahanan Boca melontarkan umpan lambung ke tengah kotak penalti. Sayang sundulan Kaka masih menyamping.
Dua menit kemudian kerja keras para pemain Boca membuahkan hasil lewat gol bunuh diri Massimo Ambrosini. Bermula dari kemelut di depan gawang Milan, bola mengarah ke tengah lapangan dan disambut tendangan keras Pablo Ledesma, Bola masih bisa diblok Dida. Bola rebound disepak Palacio dan membentur badan Ambrosini yang mencoba menghadang laju bola. Sayang, bola mengarah ke dalam gawang sendiri. 4-2, masih untuk Milan. Ironisnya, dua menit kemudian, Ledesma bernasib sama seperti Kaladze: mendapat kartu merah langsung akibat pelanggaran kerasnya terhadap Kaka. Sampai wasit Marco Rodriguez meniup peluit akhir, skor akhir tetap 4-2 untuk Milan.
Susunan Pemain:

Boca:

Caranta, Paletta , Morel Rodriguez, Maidana, Ibarra , Battaglia , Gonzalez , Cardozo , Banega, Palacio, Palermo.

Milan:

Dida, Maldini, Kaladze , Nesta, Bonera, Gattuso , Seedorf , Pirlo, Ambrosini , Inzaghi , Kaka .

Wasit: Marco Rodriguez

sumber Milan Juara Dunia Antar Klub 2007 : LiputanBola.Com
MILAN JUARA DUNIA ANTAR KLUB 2007

Urawa Raih Tempat Ketiga Seputar Berita Dunia Sepak Bola

URAWA RAIH TEMPAT KETIGA SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

URAWA RAIH TEMPAT KETIGA

Juara Liga Champions Asia, Urawa Red Diamonds berhasil mengukuhkan diri sebagai klub ketiga terbaik di dunia setelah dalam perebutan tempat ketiga turnamen Piala Dunia Antar Klub 2007 yang berlangsung di Stadion Internasional Yokohama, menundukkan jawara Liga Champions Afrika, Etoile Sportive du Sahel dengan skor 4-2 lewat adu tendangan penalti. Dalam waktu normal, 2x45 menit, kedua tim bermain sama kuat 2-2 .
Dalam pertandingan yang berlangsung menarik itu, Etoile unggul cepat ketika babak pertama baru menginjak lima menit setelah defender Urawa, Keisuke Tsuboi mengganjal striker Mohamed Amine Chermiti di kotak 16 meter. Tsuboi diganjar kartu kuning dan Etoile dihadiahi tendangan penalti. Eksekusi yang diambil bek Saben Bren Frej mulus dan tak mampu diantisipasi kiper Ryoya Tsuzuki. 1-0 untuk Etolie. Urawa baru berhasil menyamakan kedudukan 30 menit kemudian lewat legiun asingnya asal Brasil, Washington Stecanole Cerqueira. Upaya kedua tim untuk menambah gol di babak pertama membentur tiang gawang masing-masing.
Di babak kedua, untuk menambah daya gedor tim, pelatih Etoile asal Prancis, Bertrand Marchand memasukkan striker tambahan, Gilson Manuel Silva Alves. Namun, justru Urawa yang terlebih dahulu meraih hasil dan berbalik unggul 2-1 di menit ke-70. Berawal dari tendangan bebas yang dilakukan Takahito Soma, sundulan Washington tak mampu dihalau barisan defender Etoile dan kiper Aymen Balbouli.
Tertinggal membuat Saif Ghezal dkk tersengat. Kurang dari lima menit kemudian, lewat serangan balik, Etoile berhasil menyamakan kedudukan lewat striker Chermiti. Meski sempat terjatuh, penyerang muda yang bakal genap berusia 20 tahun 26 Desember mendatang itu masih mampu melewati kawalan Nene dan Yuki Abe. Akibat keteledoran kiper Tsuzuki yang tidak mampu menghalau bola dengan benar, Chermiti berhasil mencocor bola ke gawang yang sudah kosong. Skor menjadi 2-2.
Tiga menit kemudian, Etoile nyaris kembali unggul. Penetrasi Chermiti di rusuk kiri pertahanan Urawa tak mampu dihadang Tsuboi. Umpan Chermiti berhasil ditanduk Ben Dhifallah. Sayang, sundulannya masih melambung tipis di atas mistar gawang Tsuzuki. Menjelang injury time, menyadari pertandingan bakal diselesaikan dengan adu penalti, Marchand melakukan perjudian dengan memasukkan gelandang Bassem Ben Nasr dan kiper veteran, Ahmed Jaouachi.
Keputusan Marchand dengan memilih Jaouachi boleh dibilang blunder. Dalam empat kali eksekusi yang dilakukan algojo Urawa, Jaouachi tak mampu berbuat apa-apa. Sebaliknya, di lain pihak, Tsuzuki berhasil memblok dua tendangan algojo yang ditugaskan Marchand: Ali Nafkha di kesempatan pertama yang hanya membentur tiang kanan gawang Urawa dan Mejdi Traoui di kesempatan keempat. Alhasil, dengan empat penendang berhasil melakukan eksekusinya dengan mulus, Urawa unggul 4-2.
Susunan Pemain:

Etoile:

Balbouli , Ghezal, Falhi, Meriah, Frej , Traoui, Ali Nafkha, Melliti , Moussa Narry, Chermiti, Ben Dhifallah .

Urawa:

Tsuzuki, Tsuboi , Nene, Yamada, Hosogai, Suzuki, Soma, Hasebe, Abe, Nagai, Washington .

Wasit: Peter O Leary

sumber Urawa Raih Tempat Ketiga : LiputanBola.Com
URAWA RAIH TEMPAT KETIGA

Bayern Juara Paro Musim Seputar Berita Dunia Sepak Bola

BAYERN JUARA PARO MUSIM SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

BAYERN JUARA PARO MUSIM

Bayern Muenchen memastikan diri menjadi “juara paro musim” Bundesliga walaupun hanya bermain imbang kacamata alias 0-0 ketika bertandang ke markas Hertha Berlin di Olympiastadion, Sabtu, 15 Desember. Juara paro musim kali ini menjadi titel ke-16 kalinya bagi Bayern.
Hasil di pekan ke-17 atau partai terakhir Bundesliga sebelum rehat panjang musim dingin ini tentu tidak memuaskan kubu Hollywood FC. Dari delapan laga terakhir, Bayern hanya memetik dua kemenangan. Satu partai terakhir Bayern di tahun 2007, harus dilalui paling tidak dengan hasil seri tidak ingin kehilangan malu. Rabu nanti, Bayern berhadapan dengan Aris Thesaloniki dalam lanjutan Piala UEFA.
Bayern bermain menyerang dengan mengantongi sejumlah peluang. Sayang peluang yang diperoleh Miroslav Klose pada menit ke-10, Daniel van Buyten dan Luka Podolski gagal disempurnakan menjadi gol. Sedangkan Hertha memiliki peluang melalui Gilberto dari serangan balik.
Di babak kedua kiper Bayern, Michael Rensing tampil memukau. Rensing yang menggantikan Oliver Kahn yang diskorsing kubu Bayern tercatat menggagalkan peluang Gilberto sesaat setelah jeda dan Pal Dardai . Sedangkan tekanan Bayern justru mengendor di paro kedua. Dengan hanya memperoleh satu poin, Bayern hanya unggul selisih gol dari Werder Bremen yang menempel ketat dengan 36 poin.
Bremen menempel setelah meraih kemenangan mengesankan 5-2 dari Bayer Leverkusen di Weserstadion. Tapi Leverkusen yang tampil agresif begitu peluit pertama dibunyikan, memimpin lebih dulu pada menit keenam berkat gol Tranquillo Barnetta. Ivan Klasnic menyamakan kedudukan jadi 1-1 pada menit ke-30.
Di babak kedua Bremen mengamuk. Di rentang waktu kurang dari 20 menit empat gol bersarang di gawang yang dijaga Rene Adler. Dimulai dengan gol Diego menit ke-50, berturut-turut Bremen menjebol gawang Adler melalui gol Clemens Fritz , Klasnic dan Markus Rosenberg . Gol Stefan Kiessling hanya mampu memperkecil kedudukan.
Hasil lengkap Bundesliga, Sabtu :

Arminia Bielefeld 2 vs VfB Stuttgart 0

Hertha Berlin 0 vs Bayern Muenchen 0

Karlsruhe 1 vs hamburg SV 1

Schalke 2 vs Nuremberg 1

VfL Wolfsburg 4 vs Borussia Dortmund 0

Werder Bremen 5 vs Bayer Leverkusen 2

sumber Bayern Juara Paro Musim : LiputanBola.Com
BAYERN JUARA PARO MUSIM

Bayern Berhasil Boyong Breno Seputar Berita Dunia Sepak Bola

BAYERN BERHASIL BOYONG BRENO SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

BAYERN BERHASIL BOYONG BRENO

Bayern Muenchen memulai sepak terjangnya di bursa transfer musim dingin dengan keberhasilan memboyong pemain yang sudah masuk dalam daftar buruan }. Per 1 Januari 2008, Bayern menggaet defender potensial Timnas Brasil U-20, Breno Vinicius Rodrigues Burgos atau disingkat Breno dari salah satu klub raksasa Brasil, Sao Paolo.
Pimpinan klasemen sementara Bundesliga Jerman itu menggaet Breno dengan nilai transfer yang diperkirakan berada di angka 12 juta euro atau Rp 162 miliar. Nilai transfer cukup fantastis buat pemain yang Oktober lalu baru menginjak usia 18 tahun. Breno dikontrak empat setengah tahun.
“Kami sangat senang telah memastikan memperoleh tanda tangan seorang pemain muda bertalenta besar seperti Breno,” ujar Kepala Dewan Direksi Bayern, Karl-Heinz Rummenigge. Diharapkan Breno bisa mengikuti kesuksesan seniornya, Lucio dan berduet dengannya sebagai palang pintu solid.
Ini menjadi lompatan drastis bagi karir Breno. Musim ini tercatat sebagai musim profesional pertamanya di Sao Paolo. Ia turut mengantar klubnya menggondol gelar juara Liga Brasil atau Campeonato Brasileiro untuk kelima kalinya dan kedua kalinya berturut-turut.
Sepanjang musim ini Breno bermain di 30 pertandingan dari 38 partai. Penampilannya yang lugas dan dibarengi kemampuan membaca serangan lawan membuat gawang Sao Paolo hanya kebobolan 19 gol. Jumlah kebobolan yang sangat fantastis bila dibandingkan dengan catatan klub lain—klub kedua yang paling sedikit kebobolan adalah Fluminense yang kebobolan 39 gol.
Breno akan bergabung dengan rekan-rekan lainnya di Hollywood FC dalam sesi latihan musim dingin pada 13 sampai 19 Januari. Jika Bayern mampu mengamankan satu tempat di babak 32 besar Piala UEFA dengan mengalahkan Aris Thessaloniki, Rabu , maka Breno akan didaftarkan untuk langsung memulai petualangannya di kancah Eropa.

sumber Bayern Berhasil Boyong Breno : LiputanBola.Com
BAYERN BERHASIL BOYONG BRENO

Arema Gunduli Persiba Seputar Berita Dunia Sepak Bola

AREMA GUNDULI PERSIBA SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

AREMA GUNDULI PERSIBA

Arema Malang mempertegas peluang menuju babak 8 besar Liga Djarum Indonesia 2007 setelah memetik angka penuh dengan kemenangan telak 3-0 dari Persiba Balikpapan. Hasil di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu , semakin mengokohkan posisi Singo Edan di empat besar klasemen Wilayah Dua .
Pertandingan dimulai, Arema tidak dengan mudah menembus pertahanan tim tamu yang berjuluk Selicin Minyak. Buruknya kondisi lapangang juga mempengaruhi kurang terarahnya distribusi bola. Gol pembuka tuan rumah baru tercipta di menit 29 melalui kaki striker asingnya, Patricio Morales.
Persiba yang tertinggal tidak patah semangat. Arema yang berusaha menambah keunggulannya harus menunggu sampai babak kedua. Serangan Arema dari sektor sayap membuahkan hasilnya pada menit ke-69. Dari umpan Ortizan Solossa di sayap kiri, heading striker asal Kamerun, Emile Bertrand Mbamba mengoyak gawang Made Wirawan.
Lima menit sebelum bubaran Mbamba melesakkan gol keduanya. Tendangan kaki kanannya memaksa Made memungut bola untuk ketiga kalinya dari gawangnya. Keunggulan 3-0 dengan tenang dipertahankan sampai wasit Mukhlis Ali Fathoni meniup peluit akhir.
Permainan gemilang Arema membuat tim asuhan Miroslav Janu bertengger di peringkat kedua dengan 55 poin. Dua partai tandang tersisa, melawan Persegi Bali FC dan Persebaya Surabaya, akan menjadi ujian akhir untuk mengukuhkan ambisi mereka tampil di 8 besar.
Sementara itu pada pertandingan di Wilayah Satu , Persita Tangerang bermain seri 1-1 dengan tamunya, Persib Bandung di Stadion Benteng, Tangerang. Hasil akhir dari laga yang diwarnai aksi kerusuhan suporter itu menjadi pukulan berarti bagi Persib yang peluangnya menjadi kian tipis menuju babak berikut.
Persita unggul terlebih dulu pada menit 43 melalui kaki Badri Badussalam. Sementara gol balasan Persib diciptakan striker pengganti asal Maroko, Redouane Barkoui pada menit ke-78 lewat tendangan gunting setelah menerima umoan silang Erik Setiawan di sisi kanan.

sumber Arema Gunduli Persiba : LiputanBola.Com
AREMA GUNDULI PERSIBA

Cottbus Gemilang Tutup Tahun Seputar Berita Dunia Sepak Bola

COTTBUS GEMILANG TUTUP TAHUN SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

COTTBUS GEMILANG TUTUP TAHUN

Kemenangan mengesankan dibukukan Energie Cottbus pada pertandingan terakhir mereka di ajang Bundesliga untuk tahun 2007. Cottbus yang bermain di kandangnya sendiri membantai Hannover 96 dengan skor akhir 5-1 . Kemenangan telak ini membuka harapan mereka menghindar dari jerat degradasi.
Di hadapan para pendukungnya di Stadion der Freundschaft, Cottbus sepertinya melupakan dua kekalahan beruntun mereka sebelumnya. Sejak peluit pertama berbunyi, tim asuhan Bojan Prasnikar langsung menggebrak dengan permainan ofensiv. Hanya berselang lima menit dari kick-off Christian Bassila berhasil membawa tuan rumah memimpin 1-0 dari sebuah sepak pojok.
Keunggulan bertambah begitu pertandingan memasuki setengah jam melalui Dennis Sorensen yang memanfaatkan umpan Dimitar Rangelov. Satu menit sebelum turun minum aksi individu Rangelov menutup babak pertama dengan keunggulan tiga gol.
Pelatih Hannover, Dieter Hecking memasukkan Vahid Hashemian dan Jan Rosenthal di babak kedua untuk menambah daya gedor timnya. Tapi tekanan Cottbus mampu meredam permainan Hannover. Tendangan keras Daniel Ziebig melesak dan membuat tuan rumah memimpin 4-0 pada menit ke-65.
Tiga menit kemudian defender Hannover, Thomas Kleine memperkecil ketinggalan timnya sebelum pesta kemenangan ditutup oleh gol kedua Rangelov pada menit ke-70. Tak pelak sambutan hangat dari para pendukungnya mewarnai perjuangan tim dari belahan Jerman Timur itu.
Hasil sempurna itu menjadi rekor kemenangan terbesar Cottbus di kompetisi Bundesliga. Rekor sebelumnya dicetak ketika meraih kemenangan 4-0 dari St Pauli pada Maret 2002. Tambahan tiga poin untuk sementara membawa Cottbus terangkat dari zona degradasi. Dari 17 kali bermain, Cottbus mengumpulkan poin yang sama dengan Arminia Bielefeld di urutan 16, namun lebih baik dalam selisih gol.
Sementara bagi Hannover, kekalahan ini sangat pahit. Padahal, jika kemenangan diraih akan membuat mereka membukukan paro musim pertama terbaik sepanjang sejarah Bundesliga yang digulirkan mulai 1963. Peringkat kelima atau zona Eropa kemungkinan akan terlepas begitu Karlsruhe, Schalke 04 atau VfB Stuttgart menyelesaikan pertandingannya.
Susunan pemain:

Energie Cottbus: Tremmel; Angelov, Cvitanovic, Vragel, Mitreski ; Bassila , Rost, Skela , Ziebig; Rangelov , Sörensen.

Hannover 96: Enke; Vinicius, Cherundolo, Kleine, Schulz ; Tarnat , Huszti, Krebs , Lala , Sergio Pinto; Hanke.

sumber Cottbus Gemilang Tutup Tahun : LiputanBola.Com
COTTBUS GEMILANG TUTUP TAHUN

Benben Pastikan Poin Penuh Sriwijaya FC Seputar Berita Dunia Sepak Bola

BENBEN PASTIKAN POIN PENUH SRIWIJAYA FC SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

BENBEN PASTIKAN POIN PENUH SRIWIJAYA FC

Sriwijaya FC mengamankan posisinya di singgasana klasemen sementara Wilayah Satu LDI 2007 setelah membawa pulang poin maksimal dari lawatannya ke Padang.
Kemenangan tipis 1-0 dari Semen Padang di Stadion H. Agus Salim, sudah cukup bagi Sriwijaya mengokohkan diri di puncak dengan 60 poin dari 31 partai.
Tidak hanya itu, kemenangan lewat gol semata wayang Benben Berlian menjelang pertandingan berakhir juga memastikan satu tempat bagi Sriwijaya di babak delapan besar LDI 2007. Sebaliknya, Semen Padang yang mengumpulkan 32 poin terbenam dengan hanya unggul tiga poin dari PSSB Bireun di dasar klasemen.
Pada partai yang berlangsung Kamis, 13 Desember, kedua kesebelasan tidak mampu menyuguhkan permainan memikat. Pertadingan berjalan monoton dengan tempo sedang menjurus lambat dan miskin peluang. Kebuntuan terpecahkan di injury time babak kedua. Berawal dari sebuah serangan balik, sepakan keras Benben Berlian melesak melewati hadangan kiper Semen Padang, Wawan Darmawan. Tiga poin pun dipastikan dalam genggaman.
Masih dari Wilayah Satu, Persik Kediri yang menjamu PSIS Semarang di Stadion Brawijaya, memetik kemenangan 2-0. Kedua gol diborong goal-getter Christian Gonzales di babak pertama. Gol pertama tercipta pada menit ke-15 dan disusul gol kedua empat menit sebelum turun minum.
Tambahan dua gol membuat Gonzales semakin dekat dengan Sepatu Emas keduanya di LDI yang kini telah menorehkan 25 gol. Memaksimalkan partai kandangnya membuat Persik memantapkan diri di posisi keempat dengan 53 poin atau terpaut satu poin dari PSMS Medan dan Persija Jakarta di posisi kedua dan ketiga.
Di Wilayah Dua , Deltras Sidoarjo mencukur Persegi Bali FC dengan empat gol tanpa balas atau 4-0. Gagal menjaringkan gol di 45 menit pertama, The Lobster mengamuk di paro kedua. Dibuka Claudio Pronetto pada menit kedua selepas jeda, dua gol tambahan dijaringkan Sasa Branesac pada menit ke-49 dan 64. Pesta gol ditutup Miftahul Huda pada menit ke-77. Kemenangan itu membuat Deltras menyamai poin yang dikumpulkan Persipura Jayapura di puncak klasemen dengan 55 poin.

sumber Benben Pastikan Poin Penuh Sriwijaya FC : LiputanBola.Com
BENBEN PASTIKAN POIN PENUH SRIWIJAYA FC

Final Impian Terwujud Seputar Berita Dunia Sepak Bola

FINAL IMPIAN TERWUJUD SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

FINAL IMPIAN TERWUJUD

Akhirnya final impian antara jawara Eropa dan jawara Amerika Latin terwujud. AC Milan, juara Liga Champions Eropa 2006-07 bakal bertanding melawan juara Libertadores, Boca Juniors di partai pamungkas Piala Dunia Antar Klub 2007 yang akan berlangsung di Stadion Internasional Yokohama, Minggu, 16 Desember.
Dalam partai semifinal kedua, Kamis malam waktu setempat, Milan Harus berjuang dengan susah payah sebelum akhirnya mengatasi perlawanan juara Liga Champions Asia, Urawa Red Diamonds 1-0 . Satu-satunya gol bagi kemenangan pasukan Carlo Ancelotti dicetak gelandang menyerang Clarence Seedorf di menit ke-68 babak kedua. Sebagaimana diketahui, kemarin, di Stadion Nasional, Tokyo, Boca mengandaskan perlawanan Etoile Sportive du Sahel juga dengan skor yang sama.
Dalam partai yang dipimpin wasit Jorge Larrionda , sejak kick-off babak pertama, Milan menguasai penuh jalannya pertandingan. Tampak jelas, Rossoneri unggul kualitas dan materi tim. Di menit ke-12, tendangan bebas Andrea Pirlo masih mampu ditepis kiper Ryota Tsuzuki. Dari tendangan penjuru yang juga dieksekusi Pirlo, sundulan kapten tim Massimo Ambrosini hanya melambung tipis di atas mistar gawang Urawa.
Di menit-23, tembakan kaki kanan Clarence Seedorf juga masih dapat dihalau Tsuzuki. Milan terus menggempur. Boleh dibilang pertandingan berjalan setengah lapangan. Beberapa kali pemain Urawa terpaksa melanggar laju Pirlo dkk. Meski demikian sampai 30 menit pertandingan Milan belum mampu menjebol gawang Tsuzuki seiring dengan solidnya lini belakang Urawa yang dikomandani defender Timnas Jepang kelahiran Brasil, Marcus Tulio Tanaka.
Seiring dengan mulai frustasinya Pirlo dkk, Urawa mencoba melakukan serangan balik. Sesekali pergerakan Washington dan Nagai bisa menembus lini pertahanan Milan. Sayang, penyelesaian akhir tidak akurat. Peluang pun terbuang percuma. Sampai jeda, kedudukan masih tetap imbang tanpa gol.
Di babak kedua, Milan lebih menggiatkan daya gempur serangannya. Tiga menit berselang, tendangan Jankulovski melebar tipis di samping kanan gawang Urawa. Di menit ke-52, gelandang Urawa, Yuki Abe jadi pemain Urawa pertama yang mendapat kartu kuning dari Larrionda. Urawa mulai menggebrak Milan lewat tendangan Takahito Soma yang masih bisa dihalau Nelson Dida.
Di menit ke-55 Milan punya peluang emas. Umpan lambung Jankulovski berhasil dikontrol dengan sempurna oleh Seedorf yang lolos dari perangkap off-side. Sayang, dalam kesempatan pertama, tendangan kaki kiri Seedorf hanya membentur jala sisi kanan gawang Urawa. Satu menit kemudian giliran Gilardino yang membuang peluang. Menyambut umpan Ambrosini yang melakukan penetrasi di sisi kanan Urawa, tendangan volley Gillardino jauh melebar.
Memasuki menit ke-62, Ancelotti memasukkan supersub, Fillipo Inzaghi, dan menarik keluar Gilardino. Dua menit kemudian, Nesta harus berjibaku menghalau bola lambung striker Yuichiro Nagai yang melakukan pergerakan di sayap kiri Milan. Dari tendangan penjuru, sundulan Nene melambung tinggi di atas mistar gawang Dida. Satu menit berlalu, Urawa punya peluang. Sayang tendangan Washington masih dapat diselamatkan Dida.
Kerja keras Rossoneri akhirnya membuahkan hasil di menit ke-68. Gol ini tercipta berkat kejelian Kaka yang menerobos pertahanan sisi kanan Urawa. Melihat Inzaghi yang ditempel ketat Tanaka, Kaka menyodorkan bola ke arah tengah kotak penalti yang langsung disambar Seedorf. Tsuzuki tak mampu berbuat apa-apa. 1-0 untuk Milan.
Di menit ke-72, Urawa kehilangan pemain kuncinya, Tanaka yang mengalami cedera paha. Meski demikian, Urawa tetap berupaya mencetak gol balasan. Di menit ke-77, tendangan Nobuhisa Yamada yang masuk menggantikan Tamada masih bisa ditepis Dida. Milan membalas lewat tendangan bebas Pirlo yang lagi-lagi melenceng di sisi kanan gawang Tsuzuki. Dua menit menjelang usai, lewat umpan Kaka, tendangan Seedorf melebar. Sampai usai, skor tetap tidak berubah, 1-0 untuk Rossoneri.
Susunan Pemain:

Urawa:

Tsuzuki, Tsuboi, Tanaka , Nene , Suzuki, Soma , Hosogai, Hasebe, Yuki Abe , Washington, Nagai.

Milan:

Dida, Oddo, Kaladze, Nesta , Jankulovski , Gattuso, Seedorf , Ambrosini, Pirlo, Kaka, Gilardino .

Wasit: Jorge Larrionda

sumber Final Impian Terwujud : LiputanBola.Com
FINAL IMPIAN TERWUJUD

Persija Menangkan Derby Jakarta Seputar Berita Dunia Sepak Bola

PERSIJA MENANGKAN DERBY JAKARTA SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

PERSIJA MENANGKAN DERBY JAKARTA

Derby Jakarta mewarnai ajang Liga Djarum Indonesia 2007 yang dipertandingkan di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis . Persija Jakarta yang bertindak selaku tuan rumah berhasil menunjukkan kelasnya dengan menundukkan Persitara Jakarta Utara 2-1 .
Mengantongi tambahan poin sempurna membuat Persija menyamai poin yang dikumpulkan PSMS Medan di peringkat kedua Wilayah Satu dengan 54 poin dari 31 partai. Namun posisi PSMS tidak tergoyahkan berkat keunggulan selisih gol.
Kemenangan ini juga memantapkan posisi mereka menuju babak delapan besar. Sebaliknya, Persitara gagal mengatrol posisinya guna mengukuhkan diri menuju Super Liga 2008. Tim besutan Abdurahman Gurning terpatri di peringkat tujuh dengan poin 47.
Tuan rumah dengan dukungan The Jakmania berhasil memecah kebuntuan pada menit 35. Tendangan fisrt-time Aliyudin, setelah menerima umpan silang dari sisi kiri, tidak mampu dihadang kiper Dadang Sudrajat. Keunggulan 1-0 tidak mampu dipertahankan lama oleh Persija. Satu menit sebelum memasuki rehat, Bationo Jermain menyamakan kedudukan melalui titik putih. Penalti diberikan menyusul dijatuhkannya Bationo di dalam kotak 16 meter.
Di babak kedua tim asuhan Sergei Dubrovin mengaktifkan daya dobrak. Beberapa kali Dadang dibuat kelimpungan menahan gempuran Persija yang salah satunya dari tendangan Aliyudin. Taring Macan Kemayoran akhirnya tertancap di dada Si Pitung pada menit ke-75. Adalah Robertino Pugliara yang menjadi penentu kemenangan. Melewati hadangan bek-bek lawan, Pugliara dengan mantap melepaskan tendangan yang gagal diantisipasi Dadang.
Persitara yang mencoba bangkit memiliki kesempatan bagus untuk menyamakan kedudukan selang tiga menit kemudian. Sayang striker andalan Kurniawan Dwi Yulianto gagal menuntaskannya saat sudah berhadapan dengan kiper Evgeny Khmaruck. Tendangan mantan striker timnas itu hanya melebar dari gawang.

sumber Persija Menangkan Derby Jakarta : LiputanBola.Com
PERSIJA MENANGKAN DERBY JAKARTA

Pelatih Italia di Piala Dunia 1970 Wafat Seputar Berita Dunia Sepak Bola

PELATIH ITALIA DI PIALA DUNIA 1970 WAFAT SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

PELATIH ITALIA DI PIALA DUNIA 1970 WAFAT



Mantan Pelatih tim Italia di Piala Dunia 1970, Ferruccio Valcareggi, meninggal dunia pada hari Rabu, 2 November lalu. Valcareggi, yang sempat membawa Italia menjuarai Piala Eropa tahun 1968, memang selama ini telah lama menderita sakit berkepanjangan sebelum menghembuskan napas terakhirnya.


Selama menangani tim Azzurri, Valcareggi pernah membuat prestasi mengesankan saat tim asuhannya mengalahkan kesebelasan Jerman Barat pada babak semifinal Piala Dunia 1970. Ketika itu, Italia menang dengan skor 4-3 dalam pertandingan menegangkan yang harus diselesaikan dengan perpanjangan waktu 2 x 15 menit. Namun, di babak final, tim Italia dibabat 1-4 oleh Brasil yang kala itu masih diperkuat oleh pemain legendarisnya, Pele.


Empat tahun kemudian, Valcareggi juga masih mampu mengantarkan Italia ke putaran final Piala Dunia 1974. Tapi, karirnya berakhir ketika tim Italia tak mampu melaju ke babak berikutnya di ajang Piala Dunia yang diselenggarakan di Jerman itu. Ia kemudian harus menyerahkan jabatannya kepada Enzo Bearzot. Saat masih menjadi pemain, Valcareggi pernah memperkuat Bologna dan Fiorentina.

sumber Pelatih Italia di Piala Dunia 1970 Wafat : LiputanBola.Com
PELATIH ITALIA DI PIALA DUNIA 1970 WAFAT

Arema Bungkam PKT Seputar Berita Dunia Sepak Bola

AREMA BUNGKAM PKT SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

AREMA BUNGKAM PKT

Arema Malang sukses menuai hasil maksimal pada partai kandang dalam lanjutan Liga Djarum Indonesia 2007. Menjamu PKT Bontang pada hari Rabu, 12 Desember, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Singo Edan memetik kemenangan 3-1 . Kemenangan ini mengukuhkan posisi Arema untuk bisa meraih tiket ke babak delapan besar LDI 2007. Legiun asing mereka, Patricio Morales layak dinobatkan sebagai bintang lapangan setelah menyumbangkan dua dari tiga gol.
Babak pertama baru saja di mulai, tuan rumah mendadak memberi kejutan untuk PKT Bontang. Pada menit kelima para pemain Arema merangsek pertahanan PKT Bontang. Dengan apik umpan Morales disambut Roni Firmansyah dengan tendangan menyusur tanah. Tendangan Roni berhasil merobek gawang PKT Bontang. 1-0 Arema memimpin.
Gawang PKT Bontang yang dikawal Iswan S. Karim kembali terkoyak di menit ke-38. Kali ini gol diciptakan oleh Morales sendiri dari eksekusi penalti 11 meter pas. Hadiah penalti diberikan wasit Endra Kardiana setelah salah seorang pemain PKT Bontang melakukan handball di kotak terlarang. Kedudukan 2-0 bertahan sampai turun minum.
Meski telah unggul dua gol tim Singo Edan tidak mengendurkan serangannya di babak kedua. Serangan demi serangan ditengah sorak-sorai Aremania, membuat semangat Arema kian bergelora. Tekanan mengalir deras dan daya gedor Ponaryo Astaman dkk semakin tajam.
Menunggu sampai menit ke-61, Arema menambah keunggulannya jadi 3-0. Gol berawal dari umpan terobosan Ponaryo dan Morales yang berhasil lolos dari jebakan offside dengan gemilang mengurainya menjadi gol keduanya. Sementara gol penghibu yang dibawa pulang PKT Bontang tercipta beberapa menit kemudian melalui tendangan Domerto. Kedudukan berubah menjadi 3-1 dan di waktu yang tersisa kedua kesebelasan tidak mengendurkan serangannya. Namun sampai pertandingan usai tidak ada tambahan gol yang tercipta.
Memperolah tiga poin, poin yang dikumpulkan Arema menjadi 52. Mendongkrak posisi Arema dari peringkat enam menjadi peringkat tiga di Grup Dua LDI 2007. Sementara kekalahan tersebut membuat posisi PKT Bontang tertahan di peringkat ke-13 dengan mengumpulkan 37 poin.

sumber Arema Bungkam PKT : LiputanBola.Com
AREMA BUNGKAM PKT

Boca Terlalu Tangguh Buat Etoile Seputar Berita Dunia Sepak Bola

BOCA TERLALU TANGGUH BUAT ETOILE SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

BOCA TERLALU TANGGUH BUAT ETOILE

Kian dekat final impian antara jawara Libertadores dengan juara Liga Champions Eropa. Dalam pertandingan semifinal pertama Piala Dunia Antar Klub 2007 yang berlangsung di Stadion Nasional Tokyo, Jepang, Rabu, 12 Desember, Boca Juniors berhasil mengatasi perlawanan juara Liga Champions Afrika, Etoile Sportive du Sahel dengan skor tipis 1-0 langsung.
Kemenangan itu diraih Boca dengan cukup susah payah mengingat dalam 25 menit terakhir, Boca harus tampil dengan 10 pemain ketika gelandangnya Fabian Andres Vargas mendapat kartu merah. Dengan hasil ini, di partai final yang rencananya berlangsung di Stadion Internasional, Yokohama, Minggu, 16 Desember, Boca bakal berhadapan dengan pemenang pertandingan semifinal kedua antara AC Milan vs Urawa Reds.
Awalnya, dalam 15 menit pertama tempo permainan berjalan lambat. Boca yang tampil tanpa playmaker andalannya, Juan Roman Riquelme, berusaha keluar dari tekanan para pemain Etoile yang memasang lima pemain di lini tengah dan hanya mengandalkan Amine Chermiti sebagai striker tunggal. Malapetaka bagi Etoile datang ketika pertandingan baru berjalan kurang dari 10 menit, ketika gelandang asal Nigeria, Muri Ogunbiyi, yang tampil cemerlang di babak perempat final, harus ditarik ke luar lapangan dan digantikan Afouan Gharbi.
Ketegasan Claus Bo Larsen dalam memimpin pertandingan membuat dua pemain Boca dalam waktu empat menit harus rela diganjar kartu kuning, yaitu Vargas dan Sebastian Battaglia. Satu menit kemudian, giliran Gharbi.

Perlahan Boca mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Tapi, baru di menit ke-36, upaya Boca membuahkan hasil. Gol ini tercipta lewat umpan Martin Palermo kepada Jonathan Maidana yang melakukan penetrasi di rusuk kanan pertahanan Etoile. Bola disodorkan kepada Neri Cardozo yang tanpa ampun melakukan tendangan keras dan tak mampu diblok kapten Etoile, Saif Ghezal dan juga kiper Aymen Balbouli. 1-0 untuk Boca.
Meski sudah unggul Boca terus menggempur pertahanan Etoile. Sebaliknya, sesekali klub asal Tunisia itu berusaha membalas lewat serangan balik. Dua menit sebelum turun minum, Etoile punya peluang emas. Sodoran matang Ali Nafkha mampir di kaki Amine Chermiti. Sayang, tendangan kaki kiri Chermiti masih bisa diblok Caranta. Di injury time Boca punya peluang untuk menggandakan keunggulan lewat sundulan Palermo yang hanya melenceng tipis di sebelah kiri gawang Balbouli.
Baru dua menit setelah kick-off babak kedua dibunyikan, Boca nyaris kembali menjebol gawang Etoile. Kesalahan judgment yang dilakukan Balbouli mengantisipasi tendangan penjuru membuat bek Boca, Gabriel Paletta berhasil menyundul bola. Sayang, arahnya melambung. Dua menit kemudian, Ghezal nyaris menyamakan kedudukan. Sundulannya memanfaatkan tendangan bebas, hanya melebar beberapa sentimeter dari sisi gawang Caranta.
Di menit ke-55, pelatih Etoile, Bertrand Marchand mencoba meningkatkan daya gempur timnya dengan memasukkan striker Mahdi Ben Dhifallah menggantikan gelandang Mohamed Sacko. Masuknya penyerang muda berusia 24 tahun itu cukup membuat serangan Etoile lebih menggigit.
Boca mendapat pukulan, terpaksa bermain dengan 10 orang sejak menit ke-64. Vargas kembali melakukan pelanggaran keras. Alhasil, ia menerima kartu kuning kedua alias kartu merah. Pelatih Boca, Miguel Russo, bereaksi dengan menarik keluar Cardozo dan memasukkan gelandang sayap Alvaro Gonzalez.
15 menit sebelum usai, Marchand kembali memasukkan seorang striker, Gilson Manuel Silva Alves dan menarik keluar gelandang Mejdi Traoui. Namun, semenit kemudian, justru Boca yang nyaris memperbesar keunggulan. Sundulan Palermo lagi-lagi melenceng tipis di samping kanan gawang Balbouli. Empat menit menjelang usai, tendangan Rodrigo Palacio membentur mistar gawang Balbouli. Selang dua menit, Etoile mempunyai peluang terbaik untuk menyamakan kedudukan. Umpan lambung dari sayap berhasil disundul Silva Alves. Sayang, arah bola bergulir sangat tipis di sisi kanan gawang Caranta. Sampai bubaran skor tetap tidak berubah, 1-0 untuk Boca.
Susunan Pemain:

Etoile:

Balbouli, Ghezal, Falhi, Chermiti, Meriah , Frej, Sacko , Traoui , Ali Nafkha, Narry, Ogunbiyi .

Boca:

Caranta, Morel, Ibarra, Battaglia , Palermo , Palacio , Cardozo , Maidan, Vargas , Banega , Paletta.

Wasit: Claus Bo Larsen .

sumber Boca Terlalu Tangguh Buat Etoile : LiputanBola.Com
BOCA TERLALU TANGGUH BUAT ETOILE

Boca Janji Lumat Etoile Seputar Berita Dunia Sepak Bola

BOCA JANJI LUMAT ETOILE SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

BOCA JANJI LUMAT ETOILE

Juara Copa Libertadores atau Liga Champions-nya Amerika Latin, Boca Juniors akan memulai kiprahnya di Piala Dunia Antar Klub 2007. Rabu, 12 Desember, di babak semifinal Boca akan ditantang juara Liga Champions Afrika asal Tunisia, Etoile Sahel di National Stadium, Tokyo.
Di atas kertas Boca tentunya memiliki kekuatan untuk melewati hadangan Etoile. Jika tidak ada kejutan berarti, Boca akan bertemu dengan juara Liga Champions Eropa dari Italia, AC Milan di partai puncak yang akan digelar di International Stadium Yokohama, Minggu, 16 Desember.
Meski demikian pelatih Boca, Miguel Angel Russo tidak ingin meremehkan lawannya. Boca tetap akan menampilkan permainan aslinya. “Kami tentunya berhasrat meraih kemenangan dan mencetak banyak gol,” ucap Angel Russo, seperti dikutip Reuters. “Kami akan menampilkan karakter permainan kami dengan keluar menyerang dan menciptakan banyak gol. Kami tidak akan mengubah filosofi berhadapan dengan lawan manapun.”
Etoile melangkah ke babak semifinal setelah menaklukkan juara Liga Champions Amerika Utara, Pachuca dari Meksiko dengan skor tipis 1-0. Bukannya bersikap pesimis, pelatih Etoile asal Prancis, Bertrand Marchand menyebut partai ini merupakan pertemuan David vs Goliath.
“Boca klub besar dan kami memiliki kasta yang berbeda. Suatu kehormatan berhadapan dengan mereka,” tutur Marchand. Tapi, bukan tidak mungkin kejutan besar akan terjadi. Semangat juang skuad Etoile yang didominasi para pemain muda akan menjadi senjata utama Marchand. Moussa Narry yang mencetak gol tunggal kemenangan atas Pachuca tetap akan menjadi andalan.
Russo tidak segan-segan mengutarakan resepnya. “Kami akan menekan mereka dan jika mereka lengah kami akan menghabisi mereka,” tambah Russo. “Kami akan melumat mereka dengan mencetak gol sebanyak-banyaknya.”
Boca telah tiga kali sukses meraih gelar juara Piala Toyota atau Piala Interkontinental—pertemuan antara wakil Eropa versus Amerika Latin—sebelum diubah formatnya menjadi PDAK. Terakhir keluar juara, pada 2003 Boca menundukkan Milan melalui babak adu tendangan penalti. Boca juga memiliki keinginan melanjutkan kemenangan beruntun wakil Amerika Latin. Dalam dua penyelanggaraan sebelumnya, setelah berformat PDAK, dua klub Brasil melumpuhkan wakil Eropa. Pada 2005, Sao Paolo menundukkan Liverpool 1-0 dan di tahun berikutnya Internacional menggulung Barcelona dengan skor yang sama.

sumber Boca Janji Lumat Etoile : LiputanBola.Com
BOCA JANJI LUMAT ETOILE

Keluyuran ke Diskotik, Tiga Pemain Schalke Diskors Seputar Berita Dunia Sepak Bola

KELUYURAN KE DISKOTIK, TIGA PEMAIN SCHALKE DISKORS SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

KELUYURAN KE DISKOTIK, TIGA PEMAIN SCHALKE DISKORS

Malam nanti, bertempat di Veltins-Arena, Gelsenkirchen, tuan rumah Schalke 04 bakal menjamu Rosenborg dalam partai pamungkas sekaligus hidup-mati bagi kedua klub di babak penyisihan Grup B Liga Champions 2007. Die Knappen wajib meraih tiga poin maksimal alias kemenangan jika ingin mendampingi Chelsea ke babak 16 besar. Sebaliknya, Rosenborg yang unggul dua poin dari Schalke hanya butuh hasil seri.
Menjelang laga vital tersebut, Die Knappen dikecewakan dengan sikap tiga pemainnya yang kedapatan keluyuran, pergi ke diskotik pada hari Minggu lalu. Ketiga pemain tersebut adalah bek senior asal Serbia, Mladen Krstajic, gelandang muda kelahiran Swiss tapi memperkuat Timnas Kroasia, Ivan Rakitic, dan midfielder lokal, Jermaine Jones.
Pelatih Schalke, Mirko Slomka, sangat geram melihat gambar ketiga pemain berada di diskotik yang terletak di Duisburg, pada Minggu malam, seusai tim bertanding di kompetisi Bundesliga melawan Eintracht Frankfurt. Padahal, kurang dari tiga hari tim bakal melakoni partai vital di ajang Liga Champions.
“Sikap dan tindakan mereka benar-benar tidak dapat diterima. Mereka tahu seharusnya mereka perlu mempersiapkan diri menjelang pertandingan di hari Selasa. Namun, justru mereka melanggar aturan yang diterapkan klub,” tegas Slomka seperti yang dilansir di situs resmi klub.
Alhasil, karena tindak indisipliner itu, Schalke mencoret Krstajic, 33 tahun—salah satu pemain yang termasuk The Famous Four-nya Timnas Serbia di kualifikasi PD 2006 lalu—dan Rakitic, 19 tahun, pemain yang selalu tampil sebagai starter di lima laga penyisihan grup. Sementara, satu pemain lainnya, Jones hanya mendapat sanksi berupa denda. Schalke tidak memerinci berapa besar denda yang dijatuhkan kepada Jones. Masa depan Krstajic dan Rakitic pun akan tergantung kepada penilaian manajer tim, Andreas Muller.

sumber Keluyuran ke Diskotik, Tiga Pemain Schalke Diskors : LiputanBola.Com
KELUYURAN KE DISKOTIK, TIGA PEMAIN SCHALKE DISKORS

PSMS Semakin Dekat ke Delapan Besar Seputar Berita Dunia Sepak Bola

PSMS SEMAKIN DEKAT KE DELAPAN BESAR SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

PSMS SEMAKIN DEKAT KE DELAPAN BESAR

PSMS Medan berhasil menuai hasil sempurna pada partai kandangnya dalam lanjutan Liga Djarum Indonesia 2007. Di Stadion Teladan, Medan, Ayam Kinantan menaklukkan Persikota Tangerang 2-0 , Selasa petang.
PSMS yang langsung menggebrak membuka kemenangan di menit pertama. Serbuan cepat anak asuh Freddy Mulli mampu mengejutkan tim Bayi Ajaib. Memanfaatkan umpan lambung Gustavo Chena, dengan telak bola disarangkan ke gawang Persikota melalui sundulan jitu Andreas Formento.
Ketinggalan satu gol membuat tersengat para pemain Persikota. Tim tamu segera meningkatkan serangan. Walau banyak menelurkan serangan berbahaya namun hingga babak pertama usai kedudukan tidak juga berubah. Setiap peluang Persikota selalu gagal merobek gawang PSMS. Serangan tajam Persikota oleh Epalla Jordan, Jumadi Abdi dan Ari Priatna gagal menaklukan penjaga gawang PSMS, Markus Horison. PSMS yang juga memiliki beberapa peluang di babak pertama, gagal menuntaskannya untuk menambah keunggulan.
Di babak kedua, Persikota yang selalu gagal mematahkan kokohnya pertahanan tuan rumah, kembali harus menelan kenyataan pahit. Menit ke-61, James Koko Lomel dengan sundulan tajamnya berhasil merobek gawang Persikota untuk kedua kalinya. Kemenangan 2-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan wasit Daryanto.
Poin sempurna menuntaskan ambisi pengurus PSMS yang menargetkan tampil di babak 8 besar. Pengurus PSMS juga berharap hasil yang sama bakal dipetik PSMS saat bertemu Persikabo Bogor di Stadion Teladan, Minggu, 16 Desember. Kemenangan akan mengukuhkan ambisi PSMS. Sementara pihak Persikota hanya bisa mengakui keunggulan tuan rumah yang tangguh di semua lini, khususnya lini pertahanannya yang sulit didobrak sejak babak pertama.

sumber PSMS Semakin Dekat ke Delapan Besar : LiputanBola.Com
PSMS SEMAKIN DEKAT KE DELAPAN BESAR

Urawa Red Ketemu Milan Seputar Berita Dunia Sepak Bola

URAWA RED KETEMU MILAN SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

URAWA RED KETEMU MILAN

Pertandingan antara Sepahan vs Urawa Reds di babak perempat final Piala Dunia Antar Klub 2007 merupakan ulangan pertandingan di babak final Liga Champions Asia 2007. Di babak final yang memakai sistem home dan away, Urawa unggul agregat 3-1 .
Sejak awal babak pertama, kedua tim yang sama-sama tahu kekuatan lawan tampil penuh hati-hati. Irama permainan pun cenderung berjalan dengan lambat di 15 menit pertama. Perlahan, Urawa yang didukung penuh publik Stadion Nasional Tokyo, mulai mengendalikan jalannya pertandingan.
Di menit ke-25, striker Urawa, Washington mendapat peluang emas. Setelah melwati dua bek Sepahan, tendangan Washington masih melambung di sisi kiri gawang Mohammad Savari. Dua menit kemudian giliran Sepahan yang mengancam gawang Ryota Tsuzuki. Sodoran Emad Mohammed ke depan gawang gagal dimanfaatkan Seyed Salehi.
Menit-30, peluang terbaik didapat Urawa. Bermula dari penetrasi Takahito Soma di rusuk kanan pertahanan Sepahan. Umpan tariknya ke kotak penalti mampir di badan Yuki Abe. Bola rebound jatuh di kaki Makoto Hasebe. Sayang meski berdiri dalam posisi dekat dan ruang tembak yang luas, tendangan Hasebe justru melambung. Dua menit kemudian, Urawa berhasil unggul 1-0. Kali ini umpan matang yang diberikan Soma ke mulut gawang Savari berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Yuichiro Nagai. Skor 1-0 tetap bertahan sampai turun minum.
Di awal babak kedua, pelatih Sepahan asal Kroasia, Luka Bonacic melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Mahmoud Karimi dan Saeid Bayat menggantikan Kabir Bello dan Hadi Jafari. Tiga menit selepas kick-off, Sepahan nyaris menyamakan kedudukan ketika tendangan Albdul Wahab Abu Al Hail hanya membentur mistar gawang Tsuzuki.
Ketika Sepahan asyik menyerang, justru Urawa yang mencetak gol kedua di menit ke-54 lewat aksi cantik strikernya asal Brasil, Washingtron Cerqueira. Lolos dari jebakan off-side, dengan dingin Washington berhasil memperdayai kiper Savari. Dari sudut sempit Washington masih mampu mengarahkan bola tepat ke dalam gawang. Sepahan tersengat. Tiga menit kemudian, Sepahan mempunyai peluang lewat tendangan pemain pengganti Mahmoud Karimi yang melebar tipis di samping kanan gawang Urawa.
Di menit ke-70 Urawa memperbesar keunggulan menjadi 3-0 akibat gol bunuh diri Hadi Aghily. Lagi-lagi, gol ini merupakan hasil kerja keras Soma yang mengobrak-abrik sisi kanan pertahanan Sepahan. Umpan lambungnya mampir di kepala Nagai yang mencoba mengarahkannya kepada Washington. Bola dicoba disapu dengan sundulan oleh Aghily. Sayang, arah sundulan justru mengarah ke dalam gawang sendiri.
Sepuluh menit menjelang bubaran, Sepahan berhasil mencetak gol balasan lewat Karimi. Gol itu terjadi karena keteledoran bek tengah Urawa, Marcus Tulio Tanaka dalam mengantisipasi umpan jauh pemain Sepahan. Sampai wasit Coffi Codjia meniup peluit akhir, skor tetap tidak berubah 3-1 untuk Urawa.
Susunan Pemain:

Sepahan:

Mohammad Savari, Hadi Aghily, Farshad Bahadorani, Mohsen Bengar, Hadi Jafari , Abdul Wahab Abu Al Hail, Kabir Bello , Jaba Mujiri, Emad Mohammed, Mohamad Seyed Salehi, Ehsan Hajy Safi.

Urawa:

Ryota Tsuzuki, Keisuke Tsuboi, Hajime Hosogai, Marcus Tulio Tanaka, Nene, Yuichiro Nagai , Keita Suzuki, Takahito Soma, Makoto Hasebe, Washington, Yuki Abe.

Wasit: Coffi Codjia

sumber Urawa Red Ketemu Milan : LiputanBola.Com
URAWA RED KETEMU MILAN

Menang, Langkah Persita Belum Aman Seputar Berita Dunia Sepak Bola

MENANG, LANGKAH PERSITA BELUM AMAN SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

MENANG, LANGKAH PERSITA BELUM AMAN

Gol tunggal Firman Utina di tujuh menit sebelum bubaran mengantarkan kemenangan tipis 1-0 bagi Persita Tangerang saat menjamu Pelita Jaya Purwakarta di leg pertama babak delapan besar Copa Dji Sam Soe 2007 yang berlangsung di Stadion Benteng, Tangerang, Minggu, 9 Desember 2007.
Untuk melaju ke babak semifinal, Pendekar Cisadane cukup bermain imbang di leg kedua yang rencananya akan berlangsung di Stadion Mulawarman, Purwakarta, 6 Januari 2008 mendatang.
Di babak pertama, Persita yang mengandalkan Firman Utina, I Putu Gede, Stephen Mennoch dan Siankam Ernest tampak mendominasi jalannya pertandingan. Tendangan bebas Mennoch di menit ke-15 hanya menamping di sisi kanan gawang Pelita yang dikawal Wawan Hendrawan. Selang beberapa saat kemudian, umpan matang Mennoch gagal dijangkau Utina. Di menit ke-28, gawang Pelita kembali terancam. Namun, Wawan lebih cepat menyambut bola umpan lambung Utina sekaligus mengamankan gawangnya dari ancaman Ernest.
Di awal babak kedua, Pelita mencoba bangkit dan menekan pertahanan tim tuan rumah. Untung bagi Persita, Mukti Ali Raja lumayan cekatan di bawah mistar gawang. Meski demikian, gawang Persita sempat terancam ketika tendangan Ivan Jerkovic membentur Leo Soputan. Untung, arah bola melebar ke arah kanan gawang Mukti Ali.
Upaya Persita untuk meraih kemenangan akhirnya berhasil ketika jarum jam menunjukkan angka 83. Dari kemelut yang terjadi depan gawang Pelita, tendangan keras Utina tak mampu dihalau bek Pelita dan kiper Wawan. Skor 1-0 bertahan sampai bubaran.

sumber Menang, Langkah Persita Belum Aman : LiputanBola.Com
MENANG, LANGKAH PERSITA BELUM AMAN

Etoile Sportive Tantang Boca Juniors Seputar Berita Dunia Sepak Bola

ETOILE SPORTIVE TANTANG BOCA JUNIORS SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

ETOILE SPORTIVE TANTANG BOCA JUNIORS

Pukulan telak menghantam Pachuca. Jawara Liga Champions zona CONCACAF 2007 itu datang ke Jepang dengan status sebagai tim yang lebih diunggulkan dibanding lawannya di babak perempat final Piala Dunia Antar Klub 2007, juara Liga Champions CAF, Etoile Sportive du Sahel .
Faktanya, dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Nasional, Tokyo, Minggu, 9 Desember, The Tuzos, julukan bagi Pachuca, harus menelan pil pahit: kalah 0-1 . Gol semata wayang penentu kemenangan Etoile dicetak gelandang menyerangnya asal Ghana, Moussa Narry, lima menit sebelum pertandingan usai. Dengan kemenangan tersebut, di babak semifinal, Etoile bakal menantang tim favorit, Boca Junior, juara Libertadores, di tempat yang sama, Kamis, 12 Desember mendatang.
Sejak wasit Mark Shield dari Australia meniup kick-off babak pertama, Pachuca yang dimotori Christian Gimenez tampak mengendalikan jalannya pertandingan. Pelatih The Tuzos, Enrique Meza, menerapkan formasi menyerang: 4-3-3. Dengan ciri khas Amerika Latin, operan pendek dari kaki ke kaki, Gimenez dkk benar-benar membuat kalang kabut Skuad Merah, julukan bagi Etoile.
Di menit ke-14, tendangan penjuru Gimenez berhasil mengalahkan kiper Etoile, Aymen Balbouli. Sayang, bola hanya menghantam mistar gawang. Bola rebound berusaha disundul Juan Carlos Cacho. Namun, gerak bek Etoile, Radhouan Falhi lebih cepat. Di menit ke-29, tendangan bebas Gimenez hanya melambung tipis di atas gawang Balbouli. Sampai jeda kedudukan masih imbang tanpa gol.
Di awal-awal babak kedua, Etoile berusaha untuk mengambil alih irama permainan. Tak sampai tiga menit kiper sekaligus kapten Pachuca, Miguel Alero harus bersusah payah memblok tendangan striker Etoile, Mohamed Amine Chermiti. Pertandingan kian menarik dan berlangsung dengan liar. Kedua tim berusaha untuk memburu gol secepat mungkin. Di menit ke-74, Pachuca berhasil menjebol gawang Etoile. Tendangan bebas Gerardo Rodriguez tak mampu ditangkap dengan sempurna oleh Balbouli. Bola rebound langsung dicocor Gimenez. Sayang, hakim garis mengangkat bendera pertanda Gimenez sebelumnya berada dalam posisi off side.
Lima menit menjelang bubaran, Pachuca mendapat pukulan. Dalam satu serangan balik, gelandang Etoile, Moussa Narry mendapat bola liar di lapangan tengah. Dari jarak 30 meter, pemain asal Ghana itu mencoba melepaskan tendangan spekulasi ke arah gawang Pachuca. Tak dinyana, bola membentur badan Leobardo Lopez. Arah bola pun berbelok dan tak mampu dijangkau kiper Alero yang sudah bergerak ke arah berlawanan. 1-0 untuk Etoile.
Pachuca tersengat. Pelatih Meza menurunkan tambahan penyerang, Luis Rey. Sayang, meski mendapat tambahan waktu selama dua menit, sampai wasit Shield meniup peluit akhir, Pachuca gagal mencetak gol balasan.
Susunan Pemain:

Etoile:

Aymen Balbouli, Saif Ghezal, Radhouan Falhi, Hatem Bejaoui, Sabeur Frej, Afouene Gharbi , Mohamed Ali Nafkha, Moussa Narry, Muri Ola Ogunbiyi, Mahdi Ben Dhifallah , Amine Chermiti.

Pachuca:

Miguel Alero, Leobardo Lopez , Fausto Pinto, Julio Manzur, Marvin Cabrera, Jaime Correa, Gabriel Caballero , Gerardo Rodriguez , Christian Gimenez, Juan Carlos Cacho, Damian Alvarez .

Wasit: Mark Shield .

sumber Etoile Sportive Tantang Boca Juniors : LiputanBola.Com
ETOILE SPORTIVE TANTANG BOCA JUNIORS