Tampilkan postingan dengan label liga Champions. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liga Champions. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Agustus 2008

Beckenbauer Akui Minati Gattuso Seputar Berita Dunia Sepak Bola

BECKENBAUER AKUI MINATI GATTUSO SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

BECKENBAUER AKUI MINATI GATTUSO

Kedatangan tiga pemain top dunia, penyerang Italia yang sebelumnya bermain bersama Fiorentina, Luca Toni, striker Timnas Jerman, Miroslav Klose , dan gelandang menyerang asal Prancis, Franck Ribery , mengubah wajah dan kinerja Bayern Muenchen di musim ini. Hasilnya, dua gelar diraih FC Hollywood—julukan bagi Muenchen.
Keberhasilan skuad asuhan Ottmar Hitzfeld menjadi jawara Bundesliga berarti di musim depan—saat tim ditangani mantan pelatih Tim Panser, Jurgen Klinsmann—Muenchen kembali berkecimpung di level kompetisi sepakbola tertinggi di Eropa: Liga Champions. Untuk itu, Muenchen telah ancang-ancang kembali terjun di bursa transfer musim panas mendatang, mencari segelintir pemain yang dapat menambah kekuatan skuad Klinsmann.
Salah satu pemain yang digadang-gadang bakal menjadi buruan Muenchen di bursa adalah gelandang bertahan asal Italia yang bermain bersama AC Milan, Gennaro Gattuso. Selain Muenchen, Manchester United dan Real Madrid, juga ikut-ikutan disebut tertarik meminang pemain berusia 30 tahun yang terkenal dengan sikap ngototnya di lapangan.
Isu minatnya Muenchen itu diakui sosok paling berpengaruh di Allianz Arena, Presiden Klub, Franz Beckenbauer. Pernyataan Der Kaizer ini sekaligus membenarkan pernyataan Direktur Umum Muenchen, Uli Hoeness, yang mengaku berusaha memboyong Gattuso ke Bavaria.
“Kami sangat suka dengan Gattuso,” aku Beckenbauer, seperti yang dikutip Goal. “Kedatangannya bakal jadi tambahan ideal bagi skuad kami di musim depan. Apalagi, ia sangat cocok bermain di Liga Champions,” puji Beckenbauer.
Masa depan Gattuso yang pernah mencicipi kompetisi Liga Premier Skotlandia bersama Rangers di San Siro mulai dipertanyakan seiring dengan munculnya isu retaknya hubungan Gattuso dengan allenatore Rossoneri, Carlo Ancelotti. Kedatangan Mathieu Flamini, gelandang bertahan Arsenal, turut memanas-manasi situasi.
Meskipun agen Gattuso, Claudio Pasqualin, mengklaim kliennya tetap bakal menuntaskan kontrak kerjanya }, media massa Italia tetap menduga jika Gattuso berkeinginan untuk menimba pengalaman baru. Termasuk Liga Premier }.

sumber Beckenbauer Akui Minati Gattuso : LiputanBola.Com
BECKENBAUER AKUI MINATI GATTUSO

Rabu, 20 Agustus 2008

Voller Cemaskan Dominasi Muenchen Seputar Berita Dunia Sepak Bola

VOLLER CEMASKAN DOMINASI MUENCHEN SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

VOLLER CEMASKAN DOMINASI MUENCHEN

Musim lalu, 2006-07, benar-benar buruk bagi tim elite Bundesliga, Bayern Muenchen. Meski tongkat kepelatihan tim di tengah-tengah kompetisi bergulir sempat berpindah tangan, dari Felix Magath ke Ottmar Hitzfeld, tak satu gelar pun yang dapat diboyong Die Roten—julukan bagi Muenchen—ke Allianz Arena.
Di ajang lokal Muenchen hanya mampu menempati peringkat keempat di klasemen akhir. Artinya, gagal berlaga di Liga Champions musim 2007-08. Pun begitu pula dengan prestasi di dua cups domestik, DFB-Pokal Cup dan Piala Jerman. Nihil! Karena itu, di bursa transfer musim panas lalu, Muenchen melakukan restrukturisasi skuad secara besar-besaran, dengan membuang sembilan pemain lama dan memboyong delapan pemain baru.
Sekitar 75 juta euro atau lebih dari Rp 1 triliun dihabiskan FC Hollywood untuk merekrut tiga pemain top dunia—striker Fiorentina, Luca Toni, penyerang Werder Bremen, Miroslav Klose, dan bintang Olympique Marseille, Franck Ribery. Hasilnya, dalam ‘sekejap’ , Hitzfeld berhasil mempersembahkan dua gelar bagi Muenchen: Bundesliga dan Piala Jerman.
Keberhasilan Muenchen itu membuat cemas sejumlah rivalnya. Mereka khawatir jika kesuksesan yang diraih Toni dkk di musim ini barulah sebatas “pemanasan”. “Saya khawatir jika dalam lima tahun mendatang, Muenchen bakal tampil dominan: tiga atau empat kali jadi juara,” aku Rudi Voller, Direktur Olahraga Bayer Leverkusen, seperti yang dikutip Goal. Sementara itu, Magath yang kini menangani VfL Wolfsburg, mengklaim Muenchen telah kembali menyejajarkan dirinya dengan kekuatan tim-tim elite Eropa seperti Real Madrid, AC Milan, dan Arsenal.
Senada dengan pernyataan Voller dan Magath, pelatih VfB Stuttgart, Armin Veh, juga menilai prestasi terakhir yang ditorehkan Hitzfeld itu—musim depan Muenchen ditangani Jurgen Klinsmann—merupakan sinyal dari begitu lebarnya jurang atau perbedaan antara Muenchen dengan tim-tim Bundesliga lainnya. “Saya pikir di tahun-tahun mendatang, langkah Bayern bakal sulit untuk dihentikan. Sebab, pastinya, mereka bakal lebih kompak dan solid,” tegas Veh.

sumber Voller Cemaskan Dominasi Muenchen : LiputanBola.Com
VOLLER CEMASKAN DOMINASI MUENCHEN

Tak Perlu Visa Nonton di Luzhniki Seputar Berita Dunia Sepak Bola

TAK PERLU VISA NONTON DI LUZHNIKI SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

TAK PERLU VISA NONTON DI LUZHNIKI

Setelah melalui proses negosiasi yang berlarut-larut dengan para pejabat pemerintahan Inggris dan ofisial UEFA—lembaga otoritas sepakbola tertinggi di Eropa—akhirnya Pemerintah Rusia bersedia memberlakukan aturan sementara sebelum dan sesudah dilangsungkannya babak pamungkas Liga Champions di musim ini yang rencananya bakal digelar di Luzhniki Stadium, Moskow, Rabu, 21 Mei mendatang.
Aturan sementara yang dimaksud adalah para fans dua klub, Manchester United dan Chelsea, yang diperkirakan berjumlah 42 ribu orang, tidak membutuhkan visa sebagai syarat wajib memasuki wilayah Rusia. Aturan ini berlaku dari 19 sampai 23 Mei. Di luar periode khusus itu, aturan visa kembali berlaku.
Artinya, para suporter dan penonton yang berasal dari luar Rusia yang hendak menyaksikan partai paling bergengsi di level persepakbolaan Eropa itu hanya membutuhkan tiket, paspor dan kartu imigrasi guna memasuki Luzhniki Stadium.
Semula, para fans kedua klub begitu cemas dengan kemungkinan tidak bisa hadir di Moskow tepat waktu terkait adanya kekhawatiran lambatnya proses aplikasi visa }.
Alotnya proses negosiasi itu, seperti yang dilansir harian The Guardian, sangat mungkin disebabkan keengganan kubu Rusia untuk meringankan syarat-syarat bagi fans Inggris yang akan memasuki wilayah Rusia. Pasalnya, Rusia kecewa berat dengan sikap Pemerintah Inggris yang sangat ketat memberlakukan visa kepada warga negara Rusia.
Keputusan yang diambil Pemerintah Rusia itu disambut hangat dan dipuji setinggi langit oleh Presiden UEFA, Michel Platini. “Kabar yang luar biasa bagi para fans sepakbola yang hendak terbang ke Moskow menyaksikan laga final Liga Champions tahun ini. Kini, tugas kami memastikan mereka dapat memasuki dan keluar dari Moskow dengan tanpa mengalami kesulitan yang berarti,” tegas Platini.
Untuk itu, “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, Pemerintah Kota Moskow dan Uni Sepakbola Rusia,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Komite Penyelenggara babak final Liga Champions, Alexei Sorokin menyatakan pihaknya telah menerima lebih dari 120 aplikasi dari sejumlah maskapai penerbangan yang akan membawa para suporter Inggris ke Moskow.
Mayoritas dari para fans kedua klub, sekitar 30 ribu suporter, diduga baru akan tiba di Moskow tepat pada hari dimana babak final digelar. “Mereka akan mendarat di bandara yang berbeda,” terang Sorokin.

sumber Tak Perlu Visa Nonton di Luzhniki : LiputanBola.Com
TAK PERLU VISA NONTON DI LUZHNIKI

Soal Visa Cemaskan Fans Duo Premiership Seputar Berita Dunia Sepak Bola

SOAL VISA CEMASKAN FANS DUO PREMIERSHIP SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

SOAL VISA CEMASKAN FANS DUO PREMIERSHIP

Menjelang partai pamungkas Liga Champions musim ini yang rencananya bakal berlangsung pada hari Rabu, 21 Mei mendatang di Luzhniki Stadium, Moskow, Rusia, sekitar 40 ribu para pendukung Manchester United dan Chelsea menghadapi masalah serius terkait soal visa.
Kurang dari tiga pekan, kini muncul kekhawatiran jika pemerintah Rusia tidak dapat memroses aplikasi visa para fans Inggris tepat pada waktunya. Hal ini terkait dengan adanya pernyataan dari Wali Kota Moskow, Yury Luzhkov, yang menyatakan ada kemungkinan proses visa bagi para fans kedua finalis terlambat. Namun, seperti yang dilansir Daily Telegraph, statement Luzhkov dibantah Kementerian Luar Negeri Rusia.
Kedutaan Besar Rusia di London bersikukuh bahwa pihaknya bakal sanggup memroses permohonan visa bagi para fans The Reds dan The Blues tepat pada waktunya dengan cara menambah staf atau karyawan yang memroses permohonan visa tersebut. “Meskipun waktunya sangat mepet, kami yakinkan kepada para fans yang ingin hadir di Moskow bahwa aplikasi visa mereka bakal selesai pada waktunya,” tegas seorang juru bicara Kedutaan Rusia.
Selain soal keterlambatan visa, faktor lain yang cukup mencemaskan para fans adalah adanya kemungkinan mereka membayar biaya tambahan dalam pengurusan visa. Seperti yang dilansir The Times Online, guna menyelesaikan pemrosesan visa tersebut, Kedutaan Besar Rusia mengalihkan proses tersebut kepada Russian National Tourist Office .
RNTO, klaim The Times, bakal menaikkan ongkos pemrosesan visa sampai 50 persen. Normalnya, Kedutaan Besar Rusia bakal memungut biaya visa sebesar 45 pound . Tapi, RNTO yang dijalankan dua ekspatriat Rusia di kawasan Piccadilly, London, bakal menerapkan bea tambahan sebesar 20 pound .
Chief Executive Manchester United Supporters Trust, Duncan Drasco, mengecam langkah tersebut. “Itu pemerasan. Para suporter telah bekerja keras untuk bisa membayar biaya penerbangan, akomodasi, tiket, dan visa. Tindakan itu betul-betul menyakitkan,” tegas Drasco.
Selain soal visa, Dewan Kota Moskow sangat peduli dengan faktor keamanan jelang pertandingan babak final berlangsung. Karena itu, diyakini rute penerbangan para fans Chelsea dan MU bakal dipisah. Sekitar 700 bus telah disiapkan untuk mengangkut ke-40 ribu fans ke Luzhiniki Stadium. Untuk mengamankan partai final, sejumlah polisi Inggris bakal berangkat ke Moskow guna mendiskusikan langkah-langkah sekuriti dengan pihak keamanan setempat.

sumber Soal Visa Cemaskan Fans Duo Premiership : LiputanBola.Com
SOAL VISA CEMASKAN FANS DUO PREMIERSHIP

Lampard, Anak Mami Berdedikasi Seputar Berita Dunia Sepak Bola

LAMPARD, ANAK MAMI BERDEDIKASI SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

LAMPARD, ANAK MAMI BERDEDIKASI

Dalam dua pekan belakangan perasaan Frank Lampard berkecamuk. Bagaimana tidak? Dari kondisi koma, Lampard menemani ibunda tercinta sampai ajal menjemput. Kembali ke lapangan dengan hati galau. Berani mengambil eksekusi penalti di semifinal Liga Champions enam hari setelah ibundanya menghembuskan nafas terakhir, dibutuhkan mental luar biasa.
Lampard bisa dan membuktikan hal itu dengan mengubur ambisi Liverpool tampil tiga kali di final Liga Champions dalam empat tahun di Stamford Bridge, dinihari tadi. Bagaimana bisa? Mungkin gelandang elegan Timnas Inggris itu sendiri tidak akan pernah tahu alasannya. Bisa saja tugas algojo diserahkan kepada Michael Ballack. Buat apa lagi memikirkan pembuktian atau popularitas, tapi ya itulah Lampard! Anak mami dengan keteguhan hati.
Dibesarkan di Upton Park—markas West Ham United tempatnya memulai karir profesional—Lampard menjadi kebanggan Stamford Bridge. Publik Chelsea begitu gegap gempita menyambut seremoni mengheningkan cipta mengenang ibundanya, Pat Lampard. Rekan-rekannya memberi penghargaan dengan mengusung seragam The Blues bernomor punggung 8 bertuliskan: ‘Rest In Peace Pat Lampard’ ketika gol kemenangan dari Manchester United tercipta akhir pekan lalu..
Seperti dikutip Daily Mail, semua orang di Chelsea kenal Pat. Ia seorang wanita yang setia hadir di tribun East Stand memberi dukungan. Ia juga selalu menemani Lampard kemana pun sang anak bertanding. Pat sampai diberi kelonggaran hadir di ruang khusus pemain di Stamford Bridge. Jelas sekali betapa Lampard terpukul begitu Pat meninggal di usia 58 tahun.
Sebelumnya, tidak ada yang menyangka Lampard bersedia bermain di leg kedua menghadapi Liverpool. Tidak juga saat ia menunjukkan dedikasinya dengan menjalani sesi latihan seorang diri hari Minggu lalu untuk pertama kalinya setelah Pat meninggal dunia akibat penyakit kronis radang paru-paru dan rencananya akan dimakamkan pada Jumat, 2 Mei, waktu setempat.
Tidak hanya dari fans Chelsea, seisi Stamford Bridge, yang juga disusupi fans Liverpool, terdiam saat Lampard meletakkan bola di titik putih 11 meter pas. Delapan menit masa extra time, barulah terdengar gegap gempita fans menyambut gol ketiga Chelsea. Kiper Liverpool, Jose Reina dibuat salah arah. Selepas itu tidak ada seorang pun yang berani menghalangi selebrasi Lampard di pojok lapangan. Dengan emosional, Lampard mencium ban hitam di lengannya dan menengadahkan kedua lengannya ke langit.
Frank Lampard Sr, yang hadir di tribun, dan fans Chelsea ikut terbawa suasana. Yang pasti, gol tersebut membantu Chelsea meraih final pertama di Liga Champions. Disamping gol penalti, Lampard juga memegang peran penting. Tidak sampai mendominasi lapangan tengah memang. Tapi, bersama Ballack dan Claude Makalele, ia membuat lini tengah Liverpool tidak diberi kelonggaran berkreativitas.
Kontribusi Lampard di antaranya mencatat 65 passing dengan tingkat akurasi 72 persen. Untuk urusan satu ini, Lampard berdiri terdepan di skuad Chelsea. Salah satunya menjadi assist gol Didier Drogba yang merupakan gol pembuka kemenangan 3-2. Catatan Lampard hanya kalah tipis dibanding duo gelandang The Reds, Javier Mascherano dan Xabi Alonso yang membukukan 79 persen dalam hal keakurasian. Rekan Lampard di The Three Lions, Steven Gerrard hanya mencatat 56 passing, yang 39 di antaranya tepat sasaran.
Sanjungan tak pelak datang dari Avram Grant. Bos Chelsea itu kepada International Herald Tribune berkata: “Lampard pria sejati. Dia sangat dekat dengan ibundanya. Dengan apa yang telah terjadi bukanlah hal yang mudah untuk dilalui olehnya.” Kapten Chelsea, John Terry menambahi: “Saya yakin Frank mendedikasikan gol untuk ibundanya.”

sumber Lampard, Anak Mami Berdedikasi : LiputanBola.Com
LAMPARD, ANAK MAMI BERDEDIKASI

Benitez Tetap Bangga Seputar Berita Dunia Sepak Bola

BENITEZ TETAP BANGGA SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

BENITEZ TETAP BANGGA

Kecewa, wajar saja Rafael Benitez kecewa setelah melihat tim besutannya gagal mengulang prestasi empat tahun lalu. Di Stamford Bridge, Kamis dinihari , Liverpool menyerah di tangan Chelsea dengan skor 3-2 setelah bermain selama 120 menit.
Kekalahan tersebut membuat Benitez gagal mencatatkan diri mampu membawa The Reds kampiun Liga Champions untuk kedua kalinya dalam empat tahun setelah gagal mencapai partai final. Gol dari Fernando Torres dan Ryan Babel tidak cukup untuk menghentikan Chelsea meraih final pertamanya.
“Kami tidak memaksimalkan kesempatan yang ada,” kata Benitez pada BBC. Liverpool membuka babak pertama dengan penampilan yang buruk. Frank Lampard, Michael Ballack dan Didier Drogba diberi keleluasaan dalam bermain sehingga selalu bisa menghadirkan ancaman ke gawang Jose ‘Pepe’ Reina.
Akan tetapi, “Di babak kedua dan di awal babak perpanjangan waktu kami bermain apik. Kami mampu mengontrol jalannya permainan. Sayangnya kami tidak mampu memanfaatkannya dan gol mereka membunuh kami,” jelasnya. Namun demikian, “Saya tetap bangga dengan mereka—Steven Gerrard dkk.”
Didier Drogba menjadi pahlawan Chelsea lewat dua gol manisnya. Pantas jika penyerang internasional Pantai Gading ini didaulat sebagai man of the match. Benitez yang menganggap Drogba sebagai bahaya laten dengan aksi berpura-pura jatuhnya , emoh menarik pernyataannya.
“Saya pikir tidak. Jika Anda bermain di partai sepenting semifinal Liga Champions—menghadapi Chelsea, maka saya pikir Anda tidak akan memikirkan hal lain di luar itu . Dan itu berlaku juga buatnya ,” keukeuh Benitez.
Keputusan manajer asal Spanyol itu juga dipertanyakan dengan menarik keluar Torres di saat Cheslea baru saja mencetak gol kedua. Tapi Banitez punya alasan keputusan itu diambil demi melindungi aset klub. “Dia bermasalah dengan hamstring,” tandasnya.
Benitez dengan gentle mengaku Chelsea bermain baik dan berhak melangkah ke final menghadapi Manchester United. Kekalahan ini sepertinya akan diikuti oleh tekanan dari media di Inggris seputar masa depannya di Anfield. Maklum, hasil ini jadi kegagalan Benitez mempersembahkan gelar dalam dua musim berturut-turut.

sumber Benitez Tetap Bangga : LiputanBola.Com
BENITEZ TETAP BANGGA

Bekuk Liverpool, Chelsea Ukir Sejarah Seputar Berita Dunia Sepak Bola

BEKUK LIVERPOOL, CHELSEA UKIR SEJARAH SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

BEKUK LIVERPOOL, CHELSEA UKIR SEJARAH

Drama derby Inggris di semifinal Liga Champions 2007-08 berakhir dengan kisah akhir yang membahagiakan Chelsea. The Blues memastikan diri tampil di final di final setelah membekuk Liverpool 3-2 melalui babak perpanjangan waktu, Kamis dinihari—WIB, di Stamford Bridge.
Hasil aggregate 4-3 menempatkan Chelsea di Luzhniki Stadium, Moskow, Rusia, pada 21 Mei nanti, untuk menantang Manchester United. Kemenangan tersebut membuka lembar sejarah baru bagi Chelsea. Untuk pertama kalinya klub asal London barat itu tampil di partai final Liga Champions, yang dua kali sebelumnya—di babak yang sama—disingkirkan Liverpool.
Chelsea yang pada leg pertama berhasil menaham imbang Liverpool membuka babak pertama dengan penuh percaya diri yang ditandai turunnya hujan. Biarpun mempertemukan dua tim Liga Premier, sejak awal permainan enak untuk ditonton. Sampai sepuluh menit, kedua kesebelasan saling berbalas mengancam gawang lawannya.
Menit keenam tuan rumah membuka ancaman. Tendangan jarak jauh Dider Drogba ditepis brilian oleh Jose ‘Pepe’ Reina. Empat menit berselang Fernando Torres merespon. Memanfaatkan umpan terobosan Steven Gerrard, Torres gagal menghasilkan gol walau sudah berhadapan langsung dengan Petr Cech. Drogba kembali membuang peluang menit ke-19 saat menerima umpan terobosan Frank Lampard sebelum akhirnya berhasil membuat Chelsea memimpin 1-0 pada menit ke33.
Memanfaatkan bola rebound tendangan Salomon Kalou yang ditepis Reina, Drogba tanpa ampun mengoyak gawang tim tamu melalui tendangan kencang kaki kanan. Kegembiraan publik Stamford Bridge meledak. Gol kelima Drogba di Liga Champions musim ini. Chelsea yang kian percaya diri mengancam lewat tendangan bebas Michael Ballack sebelum babak pertama usai.
Instruksi Rafael Benitez mampu mengembalikan permainan Gerrard dkk di babak kedua. Tertinggal, Liverpool ganti menguasai serangan. Baru tiga menit babak kedua berjalan Dirk Kuyt membuat Cech berjibaku mengamankan gawangnya. Menekan terus, The Reds akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menit ke-64. Berawal dari penetrasi Yossi Benayoun, Torres dengan dingin melesakkan bola ke gawang dengan kaki kanan. Gol keenam Torres. Chelsea terhanyak namun tidak bisa mengembalikan keunggulan. Serangan terbaik adalah aksi solo-run Essien di sektor kanan yang tendangannya hanya menggetarkan jala samping bagian luar.
Di masa extra time Avram Grant yang sudah memasukkan Florent Malouda mampu mendongkrak semangat tim. Sempat diancam sundulan Hyypia, Chelsea yang sebelumnya protes keras atas gol Essien yang secara kontroversial dianulir hakim garis memperoleh gol kedua. Wasit asal Italia, Roberto Rosetti tanpa ragu-ragu menunjuk titik 11 meter pas setelah Hyypia menjatuhkan Ballack. Lampard sebagai algojo tidak menyia-nyiakan momen di menit ke-97. Chelsea unggul 2-1 dan gol emosional buat Lampard yang baru ditinggal wafat ibundanya.
Liverpool semakin terpukul. Drogba yang mendapat kritikan diver dari Benitez menegaskan kemenangan pada menit ke-105. Tanpa kesalahan striker Timnas Pantai Gading itu menuntaskan umpan tarik pemain pengganti, Nicolas Anelka. Liverpool yang bergegas memburu dua gol hanya mampu membawa pulang kesedihan. Gol tendangan geledek Ryan Babel dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi sempurna Cech hanya mampu memperkecil kekalahan jadi 3-2.
Susunan pemain:

Chelsea: Cech; Essien, Carvalho, Terry, Ashley Cole; Ballack, Makelele, Lampard ; Joe Cole , Kalou , Drogba.

Liverpool: Reina; Arbeloa, Carragher, Skrtel , Riise; Alonso, Mascherano, Benayoun , Gerrard; Kuyt, Torres .

sumber Bekuk Liverpool, Chelsea Ukir Sejarah : LiputanBola.Com
BEKUK LIVERPOOL, CHELSEA UKIR SEJARAH

Benitez Lebih Peduli dengan Rosetti Seputar Berita Dunia Sepak Bola

BENITEZ LEBIH PEDULI DENGAN ROSETTI SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

BENITEZ LEBIH PEDULI DENGAN ROSETTI

Beralasan jika dikatakan Chelsea lebih berpeluang melaju ke babak final Liga Champions musim ini. Dengan keberhasilan mencetak gol di kandang Liverpool pekan lalu, dalam leg kedua semifinal di Stamford Bridge malam nanti, skuad asuhan Avram Grant hanya butuh bermain imbang tanpa gol }.
Lagipula, siapa yang tak silau dengan gemerlapnya rekor Chelsea di kandang sendiri. Tak pernah menelan kekalahan di lebih 100 pertandingan! Apalagi melihat rekam jejak pasukan Rafael Benitez dalam delapan laga terakhir di London. Selama 777 menit pertandingan, Liverpool gagal mencetak satu gol pun!
Namun, ada faktor lain yang justru membuat tim tamu lebih nyaman menyikapi partai nanti malam. Dari delapan kali tampil di babak semifinal, Liverpool hanya sekali gagal melaju ke babak pamungkas Liga Champions—kalah 3-4 dari Inter Milan, 1965.
Bagaimana dengan Chelsea? Dalam tiga kali kesempatan, dua di antaranya ketika Terry dkk ditangani Special One, Jose Mourinho, Chelsea selalu mengalami kegagalan!
Meski demikian, catatan statistik itu, tampaknya, tidak terlalu “dihayati” manajer The Reds, Rafael Benitez. Setelah terlibat perang urat syaraf dengan menuding striker Chelsea asal Pantai Gading, Didier Drogba, gampang ‘terpeleset’ dan ‘jatuh’—atau kasarnya melakukan diving—Benitez lebih konsen dan peduli dengan sosok pengadil yang ditunjuk UEFA menjadi wasit di leg kedua nanti malam: Roberto Rosetti.
Di Liga Champions, wasit kelahiran Turin, Italia, berusia 40 tahun itu punya catatan ‘buruk’ bagi tim-tim yang melakoni partai away . Dalam enam pertandingan yang dipimpin wasit paling jangkung di ajang Piala Dunia 2006 lalu itu, hanya satu tim tamu yang berhasil meraih kemenangan dari tim tuan rumah.
Buruknya bagi Benitez, satu-satunya tim tamu yang berhasil meraih kemenangan di kandang lawan dalam partai yang dipimpin Rosetti adalah Chelsea, yang menggilas Valencia 2-1 dalam babak penyisihan grup Liga Champions di Estadio Mestalla, 3 Oktober 2007 lalu.
“Sejauh ini, ia telah memimpin enam pertandingan . Lima partai di antaranya dimenangkan tim tuan rumah dan hanya satu tim tamu yang mampu menjadi tim pemenang. Itu terjadi ketika Chelsea bertandang ke markasnya Valencia di babak penyisihan grup. Catatan itu sungguh mengherankan ,” aku Benitez seperti yang dikutip The Times Online.

sumber Benitez Lebih Peduli dengan Rosetti : LiputanBola.Com
BENITEZ LEBIH PEDULI DENGAN ROSETTI

Terancam, Rijkaard Bergeming Seputar Berita Dunia Sepak Bola

TERANCAM, RIJKAARD BERGEMING SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

TERANCAM, RIJKAARD BERGEMING

Barcelona gagal mengapai final Liga Champions. Di babak semifinal Barcelona tersingkir setelah takluk 0-1 dari Manchester United, dinihari tadi. Kegagalan di Old Trafford memastikan Barcelona gagal merengkuh satu pun gelar juara musim ini. Situasi yang membuat posisi Frank Rijkaard sebagai pelatih terancam.
Untuk kedua kalinya Rijkaard gagal menghadirkan satu pun gelar ke Nou Camp dalam dua musim berturut-turut. Situasi yang tidak mendukung keberadaannya di klub asal Catalan. Sejatinya, sudah sepanjang paro kedua musim ini keberadaan Rijkaard dikritik keras }. Bahkan media Spanyol yakin dengan atau tanpa gelar Liga Champions pengurus klub akan memecatnya musim panas nanti.
Digoyang kanan-kiri, Rijkaard tidak bergeming. Ditanya akankah ia mengundurkan diri, Rijkaard yang musim panas lalu dikabarkan didekati Chelsea, berkata: “Hal seperti itu sama sekali tidak ada dalam pikiran. Saya tidak mnginginkan hengkang. Klub butuh pertolongan dan dukungan, bukan kritikan. Kami sudah sepatutnya tetap akur bersama.”
Rijkaard mengatakan beda halnya jika para pemain Barcelona sudah antipati terhadapnya. Namun, “Kasus itu tidak menjangkiti kami” terangnya. Pernyataan berlainan jika ditanya pada Ronaldinho dan Samuel Eto’o. Di La Liga Spanyol sudah tidak mungkin bagi Los Blaugrana mengejar supremasi Real Madrid. Dengan sisa empa pertandingan, Barca ditinggal sejauh 14 poin.
Media massa Spanyol pastinya akan ‘menyerang’ pelatih asal Belanda tersebut. Mereka diperkirakan sepakat inilah akhir rezim Rijkaard di Nou Camp. “Barcelona klub besar dan ada orang-orang yang memang bertugas menelurkan keputusan di akhir musim jika diperlukan,” pungkasnya kepada BBC. Lalu, bagaimana jika satu keputusan itu menceraikan Anda, Rijkaard?
Satu sosok populer yang dijagokan meneruskan tugas Rijkaard musim depan yakni Jose Mourinho. Mantan bos Chelsea itu memiliki catatan fantastis dan mengenal betul Barcelona sewaktu menemani Sir Bobby Robson sebagai penterjemah di era 1990an. Mourinho sendiri mengungkapkan ketertarikan jika bisa kembali ke Barcelona }. Ungkapan yang sulit ditepis walau sebelumnya Presiden Barcelona, Joan Laporta menampik }. Kita tunggu saja!

sumber Terancam, Rijkaard Bergeming : LiputanBola.Com
TERANCAM, RIJKAARD BERGEMING

Ferguson: Scholes dkk Fantastis! Seputar Berita Dunia Sepak Bola

FERGUSON: SCHOLES DKK FANTASTIS!

Ketegangan mewarnai wajah Sir Alex Ferguson menjelang leg kedua semifinal Liga Champions di Old Trafford, Rabu dinihari—WIB. Barulah seusai wasit Herbert Fandel meniup peluit panjang tanda usainya partai Manchester United versus Barcelona, tersembul senyum puas dari wajah Ferguson.
Itulah gambaran betap gembiranya manajer MU itu setelah tim besutannya memastikan tampil dalam partai final Liga Champions 2007-08 di Luzhniki Stadium, Moskow, Rusia. Gol tunggal dari tendangan keras Paul Scholes mengantar MU ke final untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun.
Di final MU akan berhadapan dengan sesama klub Inggris, antara Chelsea atau Liverpool yang akan memainkan partai penentuan pada Kamis dinihari nanti. Berarti dipastikan gelar kembali mendarat di daratan Inggris setelah terbang empat tahun, yang terakhir diboyong Liverpool pada 2004. Untuk pertama kalinya dalam sejarah all-English final tercipta di Liga Champions.
Tak pelak pujian pun dialamatkan pada mantan gelandang Timnas Inggris berusia 33 tahun. Ferguson menjanjikan Scholes pasti akan tampil pada partai yang digelar 21 Mei nanti. Scholes pada final 1999 hanya bisa menyaksikan rekan-rekannya bertarung di lapangan ketika menundukkan Bayern Muenchen.
“Dia salah satu pemain terhebat dan ia menunjukkan kapasitasnya malam ini ,” puji Ferguson, seperti dikutip BBC. Namun manajer gaek asal Skotlandia itu juga menyanjung anak asuhnya yang lain, termasuk dukungan fantastis fans MU di Theatre of Dreams. “Saya sangat senang dengan yang lain. Perasaan yang luar biasa. Klub ini memang pantas tampil di final.”
Secara keseluruhan MU yang tampil tanpa Wayne Rooney dan Nemanja Vidic, berada dalam kondisi tertekan sepanjang pertandingan. Barcelona mendominasi mutlak ball-possession. Tekanan bertubi-tubi mendera pertahanan MU namun Rio Ferdinand mampu mengkomandoi rekan-rekan untuk meredam. Praktis tidak terlalu banyak peluang bagus yang diperoleh Lionel Messi dkk.
Ferdinand menjadi salah satu di antara beberapa pemain MU yang bermain bagus. Wes Brown yang jadi partner Ferdinand di posisi palang pintu juga mampu menggantikan peran Vidic dengan sempurna. Patrice Evra bermain lugas. Park Ji-Sung tampil penuh determinasi tampil menyerang atau membantu lini pertahanan. Cristiano Ronaldo tampil di bawah form karena mendapat pengawalan ketat, sedangkan Carlos Tevez tampil tanpa lelah di depan tanpa Rooney.
“Kami terpaksa bertahan karena Barcelona tampil menekan. Anak-anak bermain disiplin dan seorang pemain hebat mencetak gol fantastis yang membuat kami melangkah—ke final. Tidak peduli siapa lawan kami, karena kami akan siap,” tandasnya. Terang saja, karena Ferguson tahu betul kekuatan Chelsea ataupun Liverpool.

sumber Ferguson: Scholes dkk Fantastis! : LiputanBola.Com
FERGUSON: SCHOLES DKK FANTASTIS!

All-English Final di Liga Champions Seputar Berita Dunia Sepak Bola

ALL-ENGLISH FINAL DI LIGA CHAMPIONS SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

ALL-ENGLISH FINAL DI LIGA CHAMPIONS

Trofi Liga Champions 2007-08 dipastikan jadi milik klub asal Inggris setelah Manchester United menundukkan Barcelona 1-0 pada leg kedua semifinal yang dimainkan di Old Trafford, Rabu dinihari ini. MU melangkah dengan aggregate 1-0 lewat gol tunggal Paul Scholes.
Hasil tipis tersebut cukup bagi MU mengantongi satu tiket final di Moskow, Rusia, pada 21 Mei. MU yang juga berpeluang menjuarai Liga Premier kini tinggal menunggu calon lawan: Chelsea atau Liverpool yang akan ditentukan dari leg kedua di Stamford Bridge, dinihari besok. Raihan ini menjadi final pertama MU sejak tampil juara pada 1999.
MU yang menahan imbang 0-0 pada laga pertama ganti menjamu Barcelona. Benar saja, Wayne Rooney dan Nemanja Vidic tidak terdapat dalam line-up. Yang mengejutkan, Sir Alex Ferguson memasukkan nama Luis Nani sebagai starter. Sementara itu bos Barcelona, Frank Rijkaard menampilkan susunan pemain terbaiknya.
MU harus menang dan tidak bisa menunggu. Barcelona pun demikian, Los Blaugrana sadar harus mencetak gol terlebih dahulu untuk memberi tekanan ke kubu tuan rumah. Kick-off bergulir, Barcelona dengan Lionel Messi menguasai alur bola. Namun MU dengan menanti gebrakan. Menit ke-14 publik Old Trafford bersorak gembira. Menerima bola dari kesalahan Gianluca Zambrotta, Scholes melepaskan tembakan setengah voli dari jarak sekitar 27 meter. Bola meluncur deras mengoyak gawang tanpa sanggup dihentikan Victor Valdes. MU memimpin 1-0.
Tim tamu merespon. Menit ke-19 penterasi Lionel Messi dan diteruskan dengan tendangan kaki kiri berhasil diselamatkan Edwin van der Sar dengan brilian. Pertarungan menjadi menarik dan tempo lebih berkembang setelah MU unggul. Memasuki setengah jam pertandingan, Barcelona mulai mengambil dominasi permainan. Deco dua kali mengancam namun tendangannya belum ada yang menemui sasaran. Serangan yang dibangun Andres Iniesta di menit ke-37 membuat Van der Sar berjibaku.
Di babak kedua MU menggebrak dengan serangan yang digadang duo Portugal. Nani yang bergerak masuk menyontek umpan tarik Ronaldo namun bola diblok Eric Abidal. Klaim handball di dalam kotak penalti kubu MU diacuhkan wasit Hebert Fandel. Tiga menit kemudian, atau menit ke-57 tendangan Tevez yang sebelumnya bekerjasama satu-dua dengan Ronaldo berhasil diblok Valdes. Sedangkan kerjasama serupa Deco dan Messi dimentahkan Brown dua menit kemudian.
Barcelona yang tertinggal menaikkan tempo tekanan. MU lebih banyak menumpuk di pertahanannya sendiri. Rijkaard memasukkan Thierry Henry dan beberapa menit kemudian Bojan Krkic yang menggantikan Samuel Eto’o yang tampil tidak efektif. Masuknya dua penyerang itu membuat serangan Barcelona lebih tajam.
Henry misalnya, memaksa Van der Sar menjatuhkan badan untuk mengantisipasi tendangan melengkung pada menit ke-81. Sedangkan sebelumnya Ferguson menarik keluar pahlawan kemenangan, Scholes. Upaya keras Barcelona sia-sia. Rio Ferdinand yang menjabat ban kapten dan pemegang komando pertahanan mampu meredam dengan tenang. Sampai peluit akhir berbunyi MU mempertahankan kedunggulan 1-0.
Susunan pemain:

Man Utd: Van der Sar; Hargreaves, Ferdinand, Brown, Evra ; Scholes , Carrick , Ji-Sung, Nani ; Ronaldo ; Tevez.

Barcelona: Valdes; Zambrotta , Puyol, Milito, Abidal; Toure Yaya , Xavi, Deco ; Iniesta , Eto11qazo , Messi.

Wasit: Herbert Fandel .

sumber All-English Final di Liga Champions : LiputanBola.Com
ALL-ENGLISH FINAL DI LIGA CHAMPIONS

Chelsea Lebih Favorit Seputar Berita Dunia Sepak Bola

CHELSEA LEBIH FAVORIT SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

CHELSEA LEBIH FAVORIT

Satu tempat di partai final Liga Champions 2007-08 jadi milik klub asal Inggris. Masalahnya Chelsea atau Liverpool yang akan menempatkan diri di Luzhniki Stadium di Moskow, Rusia? Rabu atau Kamis dinihari—WIB, jawaban akan ternyana dalam leg kedua semifinal yang digelar di Stamford Bridge.
Chelsea yang nanti bertindak tuan rumah punya keuntungan setelah pada pertemuan pertama sukses menahan Liverpool 1-1 di Anfield. Gol away yang sangat berharga yang tercipta berkat bunuh diri John-Arne Riise di masa injury time. Apes-apesnya, The Blues cukup menahan imbang tanpa gol maka sejarah untuk pertama kalinya tampil di final.
Situasi yang disadari oleh skipper Liverpool, Steven Gerrard. “Realistis saja, keuntungan ada di tangan Chelsea. Mereka tim hebat dan sangat kuat jika tampil di kandang,” ujar Gerrard kepada BBC. Akan tetapi, “Kami dalam beberapa tahun belakangan tampil baik di partai away ketika berlaga di kancah Eropa.”
Catatan statistik juga tidak berpihak. The Reds belum sekalipun mencetak gol di gawang Chelsea dari delapan partai tandang terakhir sejak dipegang manajer Rafael Benitez. Memang di Liga Champions Liverpool dianggap sebagai pembunuh Chelsea. Tapi sebelumnya Liverpool yang memegang partai pamungkas—tampil di kandang pada leg kedua }.
Di bawah arahan Avram Grant, Chelsea mampu menjaga rekor tanpa terkalahkan di kandang. John Terry dkk belum sekalipun merasakan betapa getirnya takluk di depan pendukung sendiri sepanjang total 66 partai. Benitez juga sadar betapa lawan sangat berambisi membalas sakit hati tersingkir di babak serupa musim lalu lewat drama adu penalti.
“Menurut hemat saya mereka sangat ingin menang. Suporter mereka pastinya akan memberi dukungan total. Para pemain Chelsea mengetahui betapa pentingnya partai ini. Saya berharap mereka justru berada di bawah tekanan,” terang Benitez. Chelsea dua kali disingkirkan Liverpool di babak semifinal, musim lalu dan pada 2004-05.
Di samping itu Benitez juga mewaspadai catatan wasit yang memimpin jalannya pertandingan. Wasit asal Italia, Roberto Rosetti memiliki catatan nyeleneh di mata Benitez. Enam kali Rosetti memimpin pertandingan di kancah Eropa dan lima kali di anataranya tim tuan rumah menang. Tambah unik, satu partai tim tandang yang menang adalah ketika Chelsea melawat ke Valencia. “Mengejutkan? Memang rada aneh,” sambung Benitez.
Bukti kedigdayaan Chelsea di Stamford Bridge jelas. Sabtu lalu, Manchester United dibekap 2-1. Kemenangan teranyar yang membuka lebar persaingan dalam perebutan Liga Premier. Juga hasil yang bakal mendongkrak moral Terry dkk. Apalagi Frank Lampard bisa kembali bermain setelah melewati masa berkabung ditinggal wafat ibundanya, Pat Lampard.

sumber Chelsea Lebih Favorit : LiputanBola.Com
CHELSEA LEBIH FAVORIT

Menggapai Mimpi di Theatre of Dreams Seputar Berita Dunia Sepak Bola

MENGGAPAI MIMPI DI THEATRE OF DREAMS SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

MENGGAPAI MIMPI DI THEATRE OF DREAMS

Pertarungan penuh ketegangan semifinal Liga Champions 2007-08 tersaji di Old Trafford. Rabu dinihari nanti, Manchester United dan Barcelona berjibaku meraih satu tiket ke babak final di Luzhniki Stadium, Moskow, Rusia. Merujuk hasil leg pertama, MU sejatinya diuntungkan.
Membawa pulang hasil imbang tanpa gol di Nou Camp, The Red Devils cukup menang satu gol saja di kandangnya sendiri. Mungkin, karena MU—bersama Barcelona—musim ini menjadi tim yang belum terkalahkan di Liga Champions. MU memiliki rekor fantastis dalam melakoni partai kandang dengan 11 kali tanpa terkalahkan.
Pertarungan nanti merupakan pertemuan kesembilan kali. Delapan pertemuan sebelumnya berakhir dua kemenangan bagi masing-masing tim dan empat lainnya imbang. Selisih gol klub asal Spanyol lebih naik, 15 berbanding 13. Pertemuan terakhir sebelum musim ini, kedua tim dua kali bermain imbang di babak penyisihan grup dengan skor akhir spektakuler 3-3.
Barcelona punya kenangan manis menghadapi klub Inggris. Di final 2006, Los Blaugrana memastikan juara setelah menundukkan Arsenal. Tapi, kenangan pahit tidak terlepas. Dari empat musim terakhir, tiga kali mereka tersingkir di babak knock-out akibat ulah klub Inggris. MU memiliki catatan superior menjamu tim asal Spanyol. Dari 16 kali, MU hanya kalah dua kali. Satu, kekalahan 2-3 dari Real Madrid pada 19 April 2000. Dan dari Deportivo dengan skor yang sama pada 17 Oktober 2001.
Jika melihat hasil akhir dari leg pertama dan catatan home menjamu klub Spanyol, MU pantas diunggulkan. Namun membawa pulang hasil 0-0, MU justru dua kali menuai mimpi buruk di Theatre of Dreams—sebutan buat Old Trafford. Pertama yakni hasil imbang 1-1 dengan AS Monaco pada musim 1997-98 dan kekalahan 2-3 dari Madrid pada musim 1999-2000.
Buruk di liga domestik, tidak demikian di kancah Eropa. Disamping belum terkalahkan sejak takluk 1-2 dari Liverpool, Februari tahun lalu, Barcelona juga belum terkalahkan dari tujuh partai away ke belakang. Melihat statistik di atas, bisa dibilang kedua tim memiliki catatan berimbang, meski pada pertemuan pertama MU benar-benar dikendalikan oleh permainan lawan. Tapi, Cristiano Ronaldo yang membuang kesempatan emas karena eksekusi penaltinya melebar, menebar ultimatum tampil di bawah dukungan fans fanatik. “MU akan tampil beda di Old Trafford. Saya akan membayar hutang di sana,” cetusnya.
Kedua tim juga mempersiapkan laga ini dengan mantap. Sir Alex Ferguson mengistirahatkan Cristiano Ronaldo, Carlos Tevez, Paul Scholes, Gary Neville dan Patrice Evra saat takluk 1-2 di Chelsea, Sabtu lalu. Barcelona tanpa Samuel Eto’o, Lionel Messi dan Xavi Hernandez saat menyerah 0-2 di kandang Deportivo La Coruna, Minggu dinihari lalu. Untuk Rijkaard, gelar Liga Champions merupakan pereda ancaman pecat yang kuat menekan pundaknya.
Jika Neville bermain dinihari nanti maka ia mengikuti jejak Ryan Giggs dan Scholes, yang terlebih dahulu jadi anggota klub 100 caps di Liga Champions. Sayangnya Ferguson masih menunggu kemungkinan untuk menurunkan Wayne Rooney dan Nemanja Vidic . Sementara Rijkaard dipastikan tanpa Ronaldinho dan Rafael Marquez . Xavi dan Carles Puyol mencapai angka caps 75 jika ambil bagian.
Pemain yang harus hati-hati jika ingin kesempatan tampil di final tidak hangus adalah Owen Hargreaves, Nani dan Evra . Di Barcelona ada Lionel Messi, Yaya Toure dan Gabriel Milito jika menerima kartu kuning di Old Trafford. Apakah akan terjadi derby Inggris di Moskow? Atau Barcelona menggagalkan mimpi double-winners MU?
Prakiraan susunan pemain:

Man Utd: Van der Sar; Neville, Brown, Ferdinand, Evra; Carrick, Scholes, Ji-Sung, Ronaldo; Rooney, Tevez.

Barcelona: Valdes; Zambrotta, Puyol, Milito, Abidal; Yaya Toure, Xavi, Deco; Iniesta, Eto’o, Messi.

sumber Menggapai Mimpi di Theatre of Dreams : LiputanBola.Com
MENGGAPAI MIMPI DI THEATRE OF DREAMS

Rijkaard Siapkan Barcelona Untuk Adu Penalti Seputar Berita Dunia Sepak Bola

RIJKAARD SIAPKAN BARCELONA UNTUK ADU PENALTI SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

RIJKAARD SIAPKAN BARCELONA UNTUK ADU PENALTI

Menyikapi hasil leg pertama semifinal Liga Champions saat Barcelona memetik hasil imbang kala menantang MU, Frank Rijkaard mempersiapkan timnya untuk menghadapi adu penalti. Persiapan ini mutlak dilakukan Rijkaard, mengingat saat leg pertama dilangsungkan, baik anak-anak asuhnya, maupun MU gagal menyarangkan bola ke gawang lawan. Tidak tertutup kemungkinan bahwa hal ini juga akan terjadi di leg kedua.
Rijkaard yang tidak tertarik untuk menjabarkan masa depannya di Barcelona berharap anak-anak asuhnya dapat menjuarai satu-satunya kompetisi yang masih mungkin mereka juarai, Liga Champions. Untuk itu, Barcelona harus melangkah ke final setelah sebelumnya melewati hadangan MU di semifinal. Tidak pelakan, komentar-komentar bernada positif selalu dilontarkan pada skuad Barcelona. “Kami memerlukan meraih hasil postif. kami harus mencetak gol untuk memastikan langkah kami ,” tutur Rijkaard seperti dilansir yahoosports.
Ia tidak mau berkomentar banyak mengenai pertandingan leg kedua tersebut. Bagi Rijkaard, semua taktik yang sudah disiapkannya dapat berubah begitu pertandingan dimulai. Tak lupa ia mempersiapkan pemainnya untuk kemungkinan terakhir, adu penalti. “Kami harus berjuang keras demi mencapai tujuan kami, yakni berlaga di final. Kami dapat saja berbicara sebanyak mungkin tentang taktik yang akan dipakai dan berjuang keras saat pertandingan dimulai, namun begitu pertandingan dimulai semuanya tergantung bagaimana kami mengembangkannnya . Pertandingan dapat saja berakhir seri, maka kamu harus bersiap untuk adu penalti, dan inilah yang kami lakukan,” papar Rijkaard lagi.
Sementara itu, bek Barcelona, Gianluca Zambrotta, meminta rekan-rekannya agar mengesampingkan terlebih dahulu kegagalan mereka di La Liga, dan berusaha membuat kejutan di Old Trafford. “Ini akan menjadi partai yang ketat bagi kedua tim, dan kami harus bermain dengan otak, cerdas, dan bermain seperti yang selama ini kami lakukan di Liga Champions sepanjang musim,” ucap Zambrotta. Ia menambahkan “Apapun yang terjadi, jika kami dapat lolos maka hal tersebut akan sangat fantastis dan kemungkinan akan membuat keadaan menjadi tenang. Kami termotivasi dan kami ingin lolos.”

sumber Rijkaard Siapkan Barcelona Untuk Adu Penalti : LiputanBola.Com
RIJKAARD SIAPKAN BARCELONA UNTUK ADU PENALTI

Selasa, 19 Agustus 2008

MU Harap-harap Cemas Seputar Berita Dunia Sepak Bola

MU HARAP-HARAP CEMAS SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

MU HARAP-HARAP CEMAS

Bos Manchester United, Sir Alex Ferguson dilanda kecemasan. Pasalnya, untuk laga kedua babak semifinal Liga Champions yang dijadwalkan Rabu dinihari lusa, dua pemain pilarnya diragukan bisa tampil. MU berkesempatan tampil di babak final untuk pertama kalinya sejak 1999 jika mampu menundukkan Barcelona di Old Trafford.
Wayne Rooney dan Nemanja Vidic tidak ambil bagian dalam sesi latihan yang dilangsungkan Senin ini akibat mengalami cedera. Baik Rooney maupun Vidic mengalami cedera pada pertandingan Sabtu lalu yang berkesudahan 1-2 untuk kemenangan Chelsea.
Rooney yang mencetak satu-satunya gol MU di Stamford Bridge mengalami masalah pada panggul. Sedangkan palang pintu tangguh Vidic mengalami luka sobek setelah diterpa lutut penyerang The Blues, Didier Drogba di awal babak pertama laga krusial menuju gelar juara Liga Premier Inggris 2007-08.
Jika sampai kedua pemain absen terang saja Ferguson dibuat pusing. Keduanya merupakan pemain pilar yang sangat berpengaruh bagi skema permainan tim. Dengan hasil imbang tanpa gol di Nou Camp, MU membutuhkan paling tidak satu gol dan lini belakang harus tangguh untuk mencegah gol away yang bisa menjadi pengganjal langkah The Red Devils ke Moskow, Rusia.
Setelah mendapati hasil buruk dari Chelsea, Ferguson mengatakan Rooney mengalami rasa nyeri di bagian panggul yang sudah dirasakan sejak akhir pekan lalu ketika berhadapan dengan Blackburn Rovers. Namun Ferguson tidak berhenti berharap agar Rooney dan Vidic bisa berlaga menjamu Barcelona.
Sementara Vidic, Ferguson mengatakan defender internasional Serbia itu kehilangan gigi dan mendapat beberapa jahitan dari insiden tidak sengaja tersebut. Jika sampai keduanya absen maka Ferguson kemungkinan besar akan menggeser Wes Brown menemani Rio Ferdinand di tengah. Untuk lini depan, MU masih memiliki Carlos Tevez.
Sementara itu, Barcelona menyambut kembalinya kapten tim Carles Puyol setelah menjalani akumulasi kartu. Ia akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Rafael Marquez yang ganti terkena akumulasi kartu kuning. Frank Rijkaard juga masih menunggu kondisi gelandang Yaya Toure yang bermasalah di pergelangan kaki. Jika Toure benar absen, terbuka kesempatan bagi Edmilson unjuk kebolehan.

sumber MU Harap-harap Cemas : LiputanBola.Com
MU HARAP-HARAP CEMAS

Lampard Kembali, Ballack dan Pennant Umbar Optimisme Seputar Berita Dunia Sepak Bola

LAMPARD KEMBALI, BALLACK DAN PENNANT UMBAR OPTIMISME SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

LAMPARD KEMBALI, BALLACK DAN PENNANT UMBAR OPTIMISME

Dua hari jelang laga leg kedua semifinal Liga Champions, suasana di kubu Chelsea makin bergairah. Hal ini disebabkan dua hal, Frank Lampard yang sudah kembali turun berlatih, serta optimisme yang dilontarkan Michael Ballack. Keyakinan Ballack dipicu hasil positif yang mereka raih kala mampu menekuk MU pada pertandingan akhir pekan lalu. Seolah tidak mau kalah, Jermaine Pennant di kubu Liverpool pun turut mengumbar keyakinannya.
Kembali berlatihnya Frank Lampard bersama tim utama Chelsea tentu dapat dipandang sebagai indikator bagus, bahwa sang pemain akan turut pada pertandingan melawan Liverpool. Lampard absen kala Chelsea menekuk MU 2-1 pada pertandingan akhir pekan lalu, akibat ia masih dirundung suasana berduka akibat ibunya meninggal dunia. Saat itu, Avram Grant memang memang tidak memaksa Lmpard turun bermain dan menyerahkan segala keputusan pada sang pemain }.
Sementara itu, rekan Lampard di lini tengah, Michael Ballack mengemukakan optimismenya jelang laga kedua tersebut. “Kami telah meletakkan situasi pada situasi yang diinginkan. Ini sangatlah dekat dengan akhir kompetisi, saat saya melihat tim-tim lain, saya suka dengan situasi seperti ini. Menurutku, kami terlihat lebih baik daripada tim-tim peserta Liga Champion lainnya, maka kita lihat saja apa yang dapat kita lakukan. Ini sangat membantu untuk hari Rabu tentunya. Kami terlihat segar dan mampu menampilkan permainan terbaik. Pertandingan adalah performa terbaik kami musim ini, khususnya di bababk pertama” tutur Ballack seperti dilansir Guardian.
Optimisme serupa diumbar Jermaine Pennant di kubu Liverpool. Pennant yang absen di leg pertama semifinal, yakin timnya akan mampu mengalahkan Chelsea di kandangnya sendiri, dengan syarat Liverpool mampu mencetak gol dan tidak kebobolan. “Yang harus kami lakukan adalah mencetak gol serta tidak kebopbolan. Jika itu terjadi, kami akan lolos. Pasti hal tersebut akan sangat berat, namun kami percaya mampu melakukannya” yakinnya pada situs resmi Liverpool.
Meski sangat berharap dirinya diturunkan pada pertandingan tersebut, namun Pennant mengakui kalau semua keputusan ada di tangan Rafael Benitez, dan ia tidak akan keberatan dengan apapun keputusan yang diambil sang manajer. “Akan menjadi pertanyaan besar bagi manajer untuk memilihku pada pertandingan kontra Chelsea, sebab tim menampilkan permainan bagus . Kita tunggu dan lihat saja, namun walaupun saya dibangku cadangkan maka saya akan tetap menikmatinya,” ujar Pennant. Walau begitu, tetap terselip keinginan Pennant untuk dapat diturunkan Benitez. “Manajer memiliki pemain sayap yang bermain saat Torres dan Gerrard bermain di belakangnya, namun saya dapat bermain di posisi pinggir lapangan, itulah posisiku.” tandas Pennant.

sumber Lampard Kembali, Ballack dan Pennant Umbar Optimisme : LiputanBola.Com
LAMPARD KEMBALI, BALLACK DAN PENNANT UMBAR OPTIMISME

UEFA Tunjuk Fandel, Ferguson Mangkel Seputar Berita Dunia Sepak Bola

UEFA TUNJUK FANDEL, FERGUSON MANGKEL SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

UEFA TUNJUK FANDEL, FERGUSON MANGKEL

Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, mendapat problem yang tak ringan saat Rio Ferdinand dkk menjamu Barcelona dalam leg kedua babak semifinal Liga Champions di Old Trafford, Selasa, 29 April, besok malam.
Masalah yang kali ini hinggap di kepala Ferguson bukanlah soal pemain yang dilanda cedera, melainkan sosok pengadil di tengah lapangan alias wasit. UEFA menugaskan wasit asal Jerman, Herbert Fandel. Wasit berusia 44 tahun yang piawai memainkan piano ini punya statistik membuat sejumlah keputusan yang dianggap Ferguson merugikan MU. Pendek kata, Fandel kerap jadi ‘musuh’ Ferguson.
Seperti yang dilansir The Guardian, keputusan UEFA menugaskan Fandel setidaknya membuat Ferguson geram. Sesepuh manajer Liga Premier ini tentunya pasti mengingat ‘ulah’ Fandel yang mengeluarkan kartu merah langsung kepada kapten The Red Devils Roy Keane tiga menit sebelum waktu normal berakhir di leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan FC Porto di Estadio do Dragao, Porto, 25 Februari 2004. Ketika itu MU takluk 1-2 di tangan skuad Jose Mourinho.
Ketika peluit akhir berbunyi, Ferguson menolak menjabat tangan Mourinho. Pasalnya, Ferguson marah betul dengan tindakan sejumlah pemain Porto di lapangan yang kerap melakukan diving. Dalam benak Ferguson, Fandel punya ‘kontribusi’ atas kekalahan timnya dengan mengabaikan sikap diving para pemain Dragons.
Musim lalu, Fandel kembali bertugas di leg pertama babak perempat final antara MU melawan AS Roma yang berlangsung di Stadio Olimpico, Roma, 4 April 2007. Saat itu MU juga kalah 1-2. Gelandang andalan Ferguson, Paul Scholes mendapat dua kartu kuning alias kartu merah dalam selang waktu kurang dari 10 menit di babak pertama. Ferguson menuding keputusan Fandel lebih banyak menguntungkan Giallorossi. Satu tudingan yang kemudian dipelajari Komisi Disiplin UEFA.
Belakangan, wasit jadi ‘teman akrab’ bagi Ferguson. Gara-gara kritikannya terhadap kepemimpinan Martin Atkinson yang menjadi wasit laga MU vs Portsmouth di babak perempat final FA Cup, 8 Maret lalu, Ferguson dan asistennya, Carlos Queiroz harus menghadiri hearing dengan Komisi Disiplin FA.
Yang paling panas, Ferguson mengecam keras keputusan Alan Wiley saat menjadi pengadil di laga “final” premiership musim ini antara MU versus Chelsea di Stamford Bridge, London, Sabtu, 26 April lalu. Akankah kali ini kehadiran Fandel kembali menjadi 11qazmusuh11qaz bagi Ferguson?

sumber UEFA Tunjuk Fandel, Ferguson Mangkel : LiputanBola.Com
UEFA TUNJUK FANDEL, FERGUSON MANGKEL

Muenchen, 99,9 Persen Juara Seputar Berita Dunia Sepak Bola

MUENCHEN, 99,9 PERSEN JUARA SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

MUENCHEN, 99,9 PERSEN JUARA

Hanya ‘kiamat kecil’ atau keajaiban luar biasa yang dapat menghapus mimpi Bayern Muenchen meraih gelar juara Bundesliga untuk ke-21 kalinya sepanjang sejarah klub. Dalam lanjutan kompetisi di pekan ke-30, Minggu, 27 April, di depan pendukungnya sendiri, Allianz Arena, skuad asuhan Ottmar Hitzfeld secara meyakinkan melibas tamunya VfB Stuttgart dengan skor telak 4-1 .
Setelah di babak pertama kedudukan imbang 1-1 ketika gol cepat Luca Toni di menit kedelapan berhasil disamakan Antonio Da Silva 11 menit kemudian, Muenchen baru menggunduli tamunya itu di babak kedua. Tiga gol tambahan yang memastikan kemenangan Muenchen dicetak Mark van Bommel dan penggantinya Franck Ribery.
Dengan tambahan tiga angka, jumlah perolehan poin Muenchen menjadi 66 poin atau terpaut 12 angka dari rival terdekat, Werder Bremen, yang pada hari Sabtu lalu hanya mampu meraih satu poin hasil main imbang 3-3 dengan tuan rumah Karlsruher.
Dengan tersisa empat partai atau maksimal 12 poin dan keunggulan selisih gol yang begitu lebar—Muenchen 41 gol berbanding 21 gol milik Bremen—maka praktisnya gelar juara telah berada dalam genggaman Die Roten.
Sementara itu, dalam pertandingan lainnya yang digelar di Bay Arena, tuan rumah Bayer Leverkusen gagal merapatkan jarak dengan Schalke04 dan Bremen yang menduduki zona Liga Champions, setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 dengan tim yang sedang naik daun di musim ini, VfL Wolfsburg. Tambahan satu poin itu membuat jumlah perolehan Leverkusen menjadi 48 poin atau terpaut enam angka dari Schalke dan Bremen.

sumber Muenchen, 99,9 Persen Juara : LiputanBola.Com
MUENCHEN, 99,9 PERSEN JUARA

Evra Tak Takut Jadi Tumbal Seputar Berita Dunia Sepak Bola

EVRA TAK TAKUT JADI TUMBAL SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

EVRA TAK TAKUT JADI TUMBAL

Dijamin, tak ada seorang pemain pun yang tidak ingin tampil di partai sepenting dan penuh gengsi seperti partai final Liga Champions, turnamen antar klub tertinggi di benua Eropa. Namun, tak semua pemain yang dinaungi keberuntungan untuk bisa memperkuat timnya masing-masing di partai pamungkas tersebut.
Contohnya, gelandang andalan Juventus, Pavel Nedved. Gara-gara keteledorannya melakukan tackling yang tidak perlu terhadap Steve McManaman saat leg kedua semifinal melawan Real Madrid yang digelar di Delle Alpi, Turin, 14 Mei 2003, Nedved absen membela La Vecchia Signora di partai final menghadapi AC Milan. Akhirnya, Juventus kalah 2-3 dalam drama adu penalti.
Pun begitu pula dengan dua pemain andalan Sir Alex Ferguson, Roy Keane dan Paul Scholes, di musim 1998-99. Gemilangnya Keane dan Scholes saat membalikkan keadaan di leg kedua lawan Juventus, lagi-lagi di Delle Alpi, Turin, 21 April 1999, membuat mereka absen saat Manchester United bertanding lawan Bayern Muenchen di babak final, 26 Mei 1999. Lain halnya dengan Nedved, Keane dan Scholes masih bisa tersenyum setelah David Beckham dkk unggul 2-1.
Nah, boleh jadi, nasib Keane dan Scholes bakal ditiru bek kiri andalan Ferguson di musim ini, Patrice Evra. Defender asal Prancis itu bersama-sama gelandang Timnas Inggris, Owen Hargreaves, dan gelandang asal Portugal, Nani, merupakan tiga pemain MU yang terancam absen di laga final andaikata mereka kembali mendapat kartu kuning saat leg kedua babak semifinal menjamu Barcelona di Old Trafford, Selasa, 29 April, lusa.
Meski demikian, Evra, yang bakal genap berusia 27 tahun pada 15 Mei mendatang, mengaku tak memedulikan ancaman tersebut. Dalam arti, mantan defender AS Monaco itu bertekad bakal tampil total dalam mengawal pergerakan striker Los Blaugrana, Lionel Messi. Saat partai ‘final’ premiership melawan Chelsea kemarin, Ferguson sengaja mencoret Evra dari susunan tim dengan maksud memberi istirahat yang cukup bagi keduanya untuk tampil bugar lawan Barcelona.
“Andaikata di menit-menit akhir, untuk memastikan langkah MU ke final Liga Champions, saya harus melakukan sesuatu yang konsekuensinya mendapat kartu kuning, saya akan ambil risiko tersebut. Tidak masalah bagi saya kalau akhirnya saya tidak dapat tampil di partai final,” tegas Evra seperti yang dikutip Sunday Mirror.
“Bagi saya, prioritas utama saat laga lawan Barcelona adalah tampil sebaik mungkin dan menghindari hukuman dari wasit . Tapi, jika untuk itu saya jadi takut untuk melakukan tackling, saya tidak mau. Saya tetap bakal melakukannya. Sebab, itu bagian dari tugas saya di lapangan,” terang Evra.
Jadi? “Jika saya kembali mendapat hukuman kartu kuning, maka otomatis saya tidak dapat tampil di babak final. Tentu, secara personal, itu buruk bagi saya. Tapi, tetap yang paling terpenting adalah bagaimana caranya MU melaju ke babak final, bukan Patrice Evra,” pungkasnya.

sumber Evra Tak Takut Jadi Tumbal : LiputanBola.Com
EVRA TAK TAKUT JADI TUMBAL

Schalke Menang, Bremen Imbang Seputar Berita Dunia Sepak Bola

SCHALKE MENANG, BREMEN IMBANG SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

SCHALKE MENANG, BREMEN IMBANG

Schalke 04 meneruskan performa bagus mereka pasca pemecatan Mirko Slomka. Mereka mengalahkan tuan rumah Hamburg SV dengan skor 1-0 pada lanjutan Bundesliga, Sabtu . Sementara itu, Werder Bremen ditahan Karlsruher 3-3.
Duet pelatih caretaker Mike Bueskens dan Youri Moulder perlahan-lahan mampu membawa Schalke ke performa terbaiknya. Setelah sebelumnya membawa Schalke melumat Energie Cottbus, kini tim besutan mereka menngalahkan tuan rumah Hamburg. Gol semata wayang Schalke dibukukan oleh Kevin Kuranyi di menit kedua.
Di bawah tekanan kurang lebih 57.000 penonton yang memadati HSH Nordbank, Kevin Kuranyi membukukan gol saat pertandingan baru memasuki menit kedua. Gol ini diawali pergerakan Albert Streit di sisi kanan pertahanan Hamburg. Melihat Kevin Kuranyi tidak terkawal, ia pun mengirim umpan silang ke arah striker tersebut. Kuranyi menerima umpan tersebut, dan dengan mudah menyarangkan bola ke gawang Frank Rost melalui sundulan kepala. 1-0 untuk Schalke.
Lima menit kemudian, Halil Altintop berada dalam situasi satu lawan satu dengan Frank Rost. Sayang, ia tidak mampu memaksimalkan peluang tersebut. Sontekannya melambung di atas gawang Rost. Skor 1-0 bertahan sampai babak pertama usai.
Di babak kedua, Tim tuan rumah banyak menciptakan peluang. Namun, tidak ada satu pun peluang tersebut yang dapat dimaksimalkan menjadi gol. Pertandingan pun ditutup dengan kemenangan 1-0 bagi Schalke. Bagi Hamburg, hasil ini tentu makin terasa menyesakkan. Sebab peluang mereka menyamai perolehan poin makin menipis dan peluang mereka mendapat jatah Liga Champions juga makin tertutup.
Susunan pemain:

Hamburg SV: Rost, Kompany , Reindhardt, Atouba , Mathijsen, Boateng, Van Der Vaart, De Jong, Demel, Paolo Guererro, Olic

Schalke 04: Neuer, Krstajic, Jose Bordon, Rafinha, Westermann, Ernst, Jonmes, Streit , Kuranyi, Altintop , Sanchez
Di Wildparkstadion, kandang Karlsruher, partai ketat disertai kejar mengejar gol terjadi saat tuan rumah menjamu Werder Bremen. Di awal pertandingan, Bremen lebih banyak memegang kendali permainan. Namun, justru Karlsuhre yang mampu mencetak gol terlebih dulu saat pertandingan memasuki menit ke-15. Perangkap off-side yang dipasang barisan pertahanan Bremen dapat ditembus oleh umpan terobosan Tamas Hajnal. Bola tersebut disambut oleh Sebastian Freiss yang tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang Tim Wiese.
Bremen menyamakan kedudukan melalui Diego di menit ke-23.Tim Borowski menusuk ke area pertahaana Karlsuhre dan melepaskan tembakan. Tembakan Borowski masih mampu diblok oleh kiper Karlsuhre, Markus Miller. Namun, bola muntah tersebut dapat diteruskan Diego untuk membuat skor imbang 1-1. Enam menit kemudian, Bremen balik memimpin. Borowski mengumpan pada Mesut Ozil yang kemudian melepaskan tembakan first time menembus gawang Karlsruher. Skor 2-1 bagi keunggulan Bremen bertahan sampai turun minum.
Di babak kedua, Freiss menciptakan gol keduanya, sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Setelah menerima operan dari Malik Franz, Freiss menggiring bola dari tengah lapangan, sembari melewati tiga orang bek Bremen. Lantas, ia pun menaklukkan Tim Wiese dengan sepakan kaki kanannya.
Karlsruher balik memimpin di menit ke-67. Alexander Lashvili mengirim umpan silang dari sektor kanan pertahanan Bremen. Umpan Lashvili dapat diteruskan Edmond Kaplani untuk mengubah kedudukan manjadi 3-2. Namun, kemenangan Karlsruher harus batal saat Bremen kembali menyamakan kedudukan di menit ke-86. Tembakan jarak dekat Boubacar Sanogo menyambut assist Diego tidak dapat dihentikan Markus Miller. Pertandingan pun berakhir dengan skor imbang 3-3.
Susunan pemain:

Karlsruher: Miller, Goerlitz, Eggimann, Eichner, Franz, Adoube, Porcello , Hajnal, Freis, Kapllani , Timm

Werder Bremen: Wiese, Pasanen, Fritz, Naldo, Mertesacker, Jensen, Borowski, Diego,Ozil , Klasnic , Sanogo
Hasil pertandingan lain Bundesliga, Sabtu :

Nuremberg 2 vs 2 Arminia Bielefeld

Hannover 96 2 vs 2 Hertha Berlin

VfL Bochum 1 vs 1 MSV Duisburg

Energie Cottbus 2 vs 1 Hansa Rostock

sumber Schalke Menang, Bremen Imbang : LiputanBola.Com
SCHALKE MENANG, BREMEN IMBANG