Rabu, 20 Agustus 2008

Lampard, Anak Mami Berdedikasi Seputar Berita Dunia Sepak Bola

LAMPARD, ANAK MAMI BERDEDIKASI SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

LAMPARD, ANAK MAMI BERDEDIKASI

Dalam dua pekan belakangan perasaan Frank Lampard berkecamuk. Bagaimana tidak? Dari kondisi koma, Lampard menemani ibunda tercinta sampai ajal menjemput. Kembali ke lapangan dengan hati galau. Berani mengambil eksekusi penalti di semifinal Liga Champions enam hari setelah ibundanya menghembuskan nafas terakhir, dibutuhkan mental luar biasa.
Lampard bisa dan membuktikan hal itu dengan mengubur ambisi Liverpool tampil tiga kali di final Liga Champions dalam empat tahun di Stamford Bridge, dinihari tadi. Bagaimana bisa? Mungkin gelandang elegan Timnas Inggris itu sendiri tidak akan pernah tahu alasannya. Bisa saja tugas algojo diserahkan kepada Michael Ballack. Buat apa lagi memikirkan pembuktian atau popularitas, tapi ya itulah Lampard! Anak mami dengan keteguhan hati.
Dibesarkan di Upton Park—markas West Ham United tempatnya memulai karir profesional—Lampard menjadi kebanggan Stamford Bridge. Publik Chelsea begitu gegap gempita menyambut seremoni mengheningkan cipta mengenang ibundanya, Pat Lampard. Rekan-rekannya memberi penghargaan dengan mengusung seragam The Blues bernomor punggung 8 bertuliskan: ‘Rest In Peace Pat Lampard’ ketika gol kemenangan dari Manchester United tercipta akhir pekan lalu..
Seperti dikutip Daily Mail, semua orang di Chelsea kenal Pat. Ia seorang wanita yang setia hadir di tribun East Stand memberi dukungan. Ia juga selalu menemani Lampard kemana pun sang anak bertanding. Pat sampai diberi kelonggaran hadir di ruang khusus pemain di Stamford Bridge. Jelas sekali betapa Lampard terpukul begitu Pat meninggal di usia 58 tahun.
Sebelumnya, tidak ada yang menyangka Lampard bersedia bermain di leg kedua menghadapi Liverpool. Tidak juga saat ia menunjukkan dedikasinya dengan menjalani sesi latihan seorang diri hari Minggu lalu untuk pertama kalinya setelah Pat meninggal dunia akibat penyakit kronis radang paru-paru dan rencananya akan dimakamkan pada Jumat, 2 Mei, waktu setempat.
Tidak hanya dari fans Chelsea, seisi Stamford Bridge, yang juga disusupi fans Liverpool, terdiam saat Lampard meletakkan bola di titik putih 11 meter pas. Delapan menit masa extra time, barulah terdengar gegap gempita fans menyambut gol ketiga Chelsea. Kiper Liverpool, Jose Reina dibuat salah arah. Selepas itu tidak ada seorang pun yang berani menghalangi selebrasi Lampard di pojok lapangan. Dengan emosional, Lampard mencium ban hitam di lengannya dan menengadahkan kedua lengannya ke langit.
Frank Lampard Sr, yang hadir di tribun, dan fans Chelsea ikut terbawa suasana. Yang pasti, gol tersebut membantu Chelsea meraih final pertama di Liga Champions. Disamping gol penalti, Lampard juga memegang peran penting. Tidak sampai mendominasi lapangan tengah memang. Tapi, bersama Ballack dan Claude Makalele, ia membuat lini tengah Liverpool tidak diberi kelonggaran berkreativitas.
Kontribusi Lampard di antaranya mencatat 65 passing dengan tingkat akurasi 72 persen. Untuk urusan satu ini, Lampard berdiri terdepan di skuad Chelsea. Salah satunya menjadi assist gol Didier Drogba yang merupakan gol pembuka kemenangan 3-2. Catatan Lampard hanya kalah tipis dibanding duo gelandang The Reds, Javier Mascherano dan Xabi Alonso yang membukukan 79 persen dalam hal keakurasian. Rekan Lampard di The Three Lions, Steven Gerrard hanya mencatat 56 passing, yang 39 di antaranya tepat sasaran.
Sanjungan tak pelak datang dari Avram Grant. Bos Chelsea itu kepada International Herald Tribune berkata: “Lampard pria sejati. Dia sangat dekat dengan ibundanya. Dengan apa yang telah terjadi bukanlah hal yang mudah untuk dilalui olehnya.” Kapten Chelsea, John Terry menambahi: “Saya yakin Frank mendedikasikan gol untuk ibundanya.”

sumber Lampard, Anak Mami Berdedikasi : LiputanBola.Com
LAMPARD, ANAK MAMI BERDEDIKASI

Tidak ada komentar: