Rabu, 20 Agustus 2008

Menang Besar, Zenit Buat Sejarah Seputar Berita Dunia Sepak Bola

MENANG BESAR, ZENIT BUAT SEJARAH SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

MENANG BESAR, ZENIT BUAT SEJARAH

Sejarah tercipta di Stadion Petrovski, kandang Zenit St. Petersburg. Kemenangan besar 4-0 yang diraih Zenit kala menghadapi tamunya, Bayern Muenchen, di leg kedua semifinal Piala UEFA Kamis ini, membuat Zenit mencapai final Piala UEFA untuk pertama kalinya.
Di pertandingan ini, Zenit sebenarnya tidak berada dalam kondisi terbaik sebab barisan belakang mereka keropos. Andrei Ashravin, Radek Sirl, dan Fernando Ricksen masih terkena sanksi larangan bermain. Sementara cedera masih membelit Nicolas Lombaerts dan Kim Dong Jin. Di kubu Muenchen, dapat dikatakan mereka berada dalam situasi yang lebih baik sebab Lucio telah pulih dari cedera, sedangkan Luca Toni juga sudah terbebas dari akumulasi kartu kuning yang membuat ia tidak dapat merumput di leg pertama.
Muenchen mengawali pertandingan dengan baik. Mereka bahkan memiliki peluang terlebih dahulu di menit kedua. Namun sepakan Toni yang sudah melewati kiper Zenit, Malafeev, masih dapat dihalau oleh Shirokov. Dua menit kemudian, seisi Stadio Petrovski bergemuruh menyambut gol Zenit. Gol ini lahir berkat tendangan bebas dari jarak 25 meter yang dilepaskan oleh Pavel Pogrebnyak.
Tersengat dengan gol Zenit, Muenchen langsung mengambil kendali permainan. Para pemain Muenchen mendominasi penguasaan bola serta banyak melepaskan umpan silang berbahaya di kotak penalti Zenit. Dua buah tendangan bebas sempat mengamcam gawang Malafeev, walau demikian, Toni dkk tidak pernah benar-benar membahayakan gawang Zenit sampai Ribery melepaskan tembakan yang membuat Malafeev harus berjibaku menyelamatkan gawangnya.
Di tengah gempuran Muenchen, justru Zenit yang memiliki peluang lebih sedikit berhasil menggandakan kedudukan di menit ke-39. Setelah menerima operan dari Dominguez, Zurianov mengecoh Lucio, untuk kemudian melepaskan tembakan yang memaksa Olliver Kahn kemasukan untuk kedua kalinya. Kedudukan 2-0 untuk Zenit bertahan sampai turun minum.
Demi meningkatkan daya serang, pelatih Muenchen, Ottmar Hitzfeld, memasukkan Lukas Podolski dan Christian Lell menggantikan Ze Roberto dan Marcell Jansen di babak kedua. Hasilnya hampir mereka petik kala umpan Podolski berhasil disambar Toni, namun peluang tersebut masih sanggup dimentahkan Malafeev. Tembakan keras Schweinsteger pun masih mampu diatasi kiper ini.
Pada menit ke-53, Zenit memperbesar keunggulan mereka menjadi 3-0. Umpan silang Anyukov diselesaikan tandukan keras Anyukov ke gawang Muenchen. Belum cukup derita Muenchen, Miroslav Klose pun terkena cedera sehingga ia harus digantikan oleh Jose Ernesto Sosa.
Kebobolan tiga gol membuat Muenchen makin gencar menekan Zenit. Namun, hari ini memang bukan menjadi milik Muenchen. Olliver Kahn kembali harus memungut bola dari gawangnya. Gol keempat Zenit diawali pergerakan Dominguez melewati Lahm di sisi kanan untuk selanjutnya melepaskan umpan silang tertuju pada Pogrebnyak di kotak penalti Muenchen. Pogrebnyak menyambut umpan tersebut dengan melepaskan tembakan voli menggetarkan jala gawang Muenchen.
Susunan pemain:

Zenit St. Petersburg: Malafeev, Krizanac, Aniukov, Tymoschuk, Zurianov, Gorshkov, Denisov , Shirokov, Faitzulin, Pogrebniak, Dominguez

Bayern Muenchen: Kahn, Lucio, Lahm, Jansen , Van Bommel, Ze Roberto , Schweinstiger, Demichels, Ribery, Klose , Toni

sumber Menang Besar, Zenit Buat Sejarah : LiputanBola.Com
MENANG BESAR, ZENIT BUAT SEJARAH

Tidak ada komentar: