Tampilkan postingan dengan label Pertandingan Semi Final. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan Semi Final. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Agustus 2008

Tak Perlu Visa Nonton di Luzhniki Seputar Berita Dunia Sepak Bola

TAK PERLU VISA NONTON DI LUZHNIKI SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

TAK PERLU VISA NONTON DI LUZHNIKI

Setelah melalui proses negosiasi yang berlarut-larut dengan para pejabat pemerintahan Inggris dan ofisial UEFA—lembaga otoritas sepakbola tertinggi di Eropa—akhirnya Pemerintah Rusia bersedia memberlakukan aturan sementara sebelum dan sesudah dilangsungkannya babak pamungkas Liga Champions di musim ini yang rencananya bakal digelar di Luzhniki Stadium, Moskow, Rabu, 21 Mei mendatang.
Aturan sementara yang dimaksud adalah para fans dua klub, Manchester United dan Chelsea, yang diperkirakan berjumlah 42 ribu orang, tidak membutuhkan visa sebagai syarat wajib memasuki wilayah Rusia. Aturan ini berlaku dari 19 sampai 23 Mei. Di luar periode khusus itu, aturan visa kembali berlaku.
Artinya, para suporter dan penonton yang berasal dari luar Rusia yang hendak menyaksikan partai paling bergengsi di level persepakbolaan Eropa itu hanya membutuhkan tiket, paspor dan kartu imigrasi guna memasuki Luzhniki Stadium.
Semula, para fans kedua klub begitu cemas dengan kemungkinan tidak bisa hadir di Moskow tepat waktu terkait adanya kekhawatiran lambatnya proses aplikasi visa }.
Alotnya proses negosiasi itu, seperti yang dilansir harian The Guardian, sangat mungkin disebabkan keengganan kubu Rusia untuk meringankan syarat-syarat bagi fans Inggris yang akan memasuki wilayah Rusia. Pasalnya, Rusia kecewa berat dengan sikap Pemerintah Inggris yang sangat ketat memberlakukan visa kepada warga negara Rusia.
Keputusan yang diambil Pemerintah Rusia itu disambut hangat dan dipuji setinggi langit oleh Presiden UEFA, Michel Platini. “Kabar yang luar biasa bagi para fans sepakbola yang hendak terbang ke Moskow menyaksikan laga final Liga Champions tahun ini. Kini, tugas kami memastikan mereka dapat memasuki dan keluar dari Moskow dengan tanpa mengalami kesulitan yang berarti,” tegas Platini.
Untuk itu, “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, Pemerintah Kota Moskow dan Uni Sepakbola Rusia,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Komite Penyelenggara babak final Liga Champions, Alexei Sorokin menyatakan pihaknya telah menerima lebih dari 120 aplikasi dari sejumlah maskapai penerbangan yang akan membawa para suporter Inggris ke Moskow.
Mayoritas dari para fans kedua klub, sekitar 30 ribu suporter, diduga baru akan tiba di Moskow tepat pada hari dimana babak final digelar. “Mereka akan mendarat di bandara yang berbeda,” terang Sorokin.

sumber Tak Perlu Visa Nonton di Luzhniki : LiputanBola.Com
TAK PERLU VISA NONTON DI LUZHNIKI

Adu Penalti Antar Rangers ke Final Seputar Berita Dunia Sepak Bola

ADU PENALTI ANTAR RANGERS KE FINAL SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

ADU PENALTI ANTAR RANGERS KE FINAL

Lawatan ke Firenze terasa menyenangkan bagi Glasgow Rangers. Skuad besutan Walter Smith ini berhasil membawa pulang oleh-oleh tiket final Piala UEFA setelah mengalahkan Fiorentina lewat adu penalti di babak semifinal. Penentuan pemenang terpaksa dilakukan dengan adu penalti karena sampai akhir waktu normal serta tambahan waktu berakhir, kedua tim gagal mencetak gol.
Fiorentina mengawali pertandingan dengan tekad bulat meraih kemenangan. Di awal pertandingan, gelandang Rangers, Carlos Cuellar, sudah harus bekerja keras menjaga pergerakan Massimo Gobbi. Beruntung ia masih sempat menghalau Gobbi untuk menyelesaikan kerja sama satu duanya.
La Viola memiliki banyak kesempatan untuk melakukan penetrasi ke daerah pertahanan Rangers. Namun mereka kerap gagal melepaskan tembakan, karena para bek Rangers memang cukup disiplin menjaga pergerakan mereka. Barulah di menit ke-19, Ricardo Montolivo mampu melepaskan tembakan yang masih mengarah ke pelukan kiper Rangers, Alexander.
Secara bertahap, Fiorentina makin meningkatkan tempo serangan. Sementara itu, di pihak Rangers sempat terjadi masalah saat Alexander melakukan blunder. Beruntung, blundernya tidak menciptakan situasi berbahaya. Secara umum permainan berlangsung hampir serupa dengan saat pertemuan pertama mereka , Fiorentina memegangkendali permainan sedangkan Rangers bertumpu pada serangan balik.
Di babak kedua, sistem menyerang yang diterapkan Fiorentina dan pola pertahanan Rangers masih terus dipraktekkan. Menit ke-51, Fiorentina berpeluang memecah kebuntuan, namun sayangnya tembakan Adrian Mutu masih melenceng dari gawang Rangers. Sampai 45 menit kedua usai kedua tim tetap tidak mampu menciptakan gol kemenangan, sehingga pertandingan pun diteruskan dengan perpanjangan waktu. Pada babak perpanjangan waktu, kedua tim tetap tidak mampu menceploskan bola ke gawang lawan. Maka, penentuan pemenang pun dilakukan melalui adu penalti.
Empat eksekutor Rangers sukses menunaikan tugasnya, sedangkan Fiorentina hanya sanggup memasukkan dua gol dari adu penalti ini. Maka loloslah Rangers ke final Piala UEFA untuk menantang Zenit St. Petersburg.
Adu Penalti:

Barry Ferguson-tidak masuk: 0-0

Zvdravko Kuzmanovic-masuk: 1-0

Steven Whittaker-masuk : 1-1

Ricardo Montolivo-masuk: 2-1

Sasa Papac-masuk: 2-2

Fabio Liverani-tidak masuk: 2-2

Bharim Hemdani- masuk: 2-3

Christian Vieri-tidak masuk: 2-3

Nacho Novo-masuk: 2-4

Susunan pemain:

Fiorentina: Frey, Jorgensen, Gamberini, Ujfalusi, Gobbi, Donadel , Liverani, Montolivo, Santana , Pazzini , Mutu.

Glasgow Rangers: Alexander, Broadfoot, Cuellar, Weir, Papac, Hemdani, Davis , Ferguson, Thomson, Whittaker, Darcheville .
Keterangan: R: Glasgow Rangers F: Fiorentina

sumber Adu Penalti Antar Rangers ke Final : LiputanBola.Com
ADU PENALTI ANTAR RANGERS KE FINAL

Menang Besar, Zenit Buat Sejarah Seputar Berita Dunia Sepak Bola

MENANG BESAR, ZENIT BUAT SEJARAH SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

MENANG BESAR, ZENIT BUAT SEJARAH

Sejarah tercipta di Stadion Petrovski, kandang Zenit St. Petersburg. Kemenangan besar 4-0 yang diraih Zenit kala menghadapi tamunya, Bayern Muenchen, di leg kedua semifinal Piala UEFA Kamis ini, membuat Zenit mencapai final Piala UEFA untuk pertama kalinya.
Di pertandingan ini, Zenit sebenarnya tidak berada dalam kondisi terbaik sebab barisan belakang mereka keropos. Andrei Ashravin, Radek Sirl, dan Fernando Ricksen masih terkena sanksi larangan bermain. Sementara cedera masih membelit Nicolas Lombaerts dan Kim Dong Jin. Di kubu Muenchen, dapat dikatakan mereka berada dalam situasi yang lebih baik sebab Lucio telah pulih dari cedera, sedangkan Luca Toni juga sudah terbebas dari akumulasi kartu kuning yang membuat ia tidak dapat merumput di leg pertama.
Muenchen mengawali pertandingan dengan baik. Mereka bahkan memiliki peluang terlebih dahulu di menit kedua. Namun sepakan Toni yang sudah melewati kiper Zenit, Malafeev, masih dapat dihalau oleh Shirokov. Dua menit kemudian, seisi Stadio Petrovski bergemuruh menyambut gol Zenit. Gol ini lahir berkat tendangan bebas dari jarak 25 meter yang dilepaskan oleh Pavel Pogrebnyak.
Tersengat dengan gol Zenit, Muenchen langsung mengambil kendali permainan. Para pemain Muenchen mendominasi penguasaan bola serta banyak melepaskan umpan silang berbahaya di kotak penalti Zenit. Dua buah tendangan bebas sempat mengamcam gawang Malafeev, walau demikian, Toni dkk tidak pernah benar-benar membahayakan gawang Zenit sampai Ribery melepaskan tembakan yang membuat Malafeev harus berjibaku menyelamatkan gawangnya.
Di tengah gempuran Muenchen, justru Zenit yang memiliki peluang lebih sedikit berhasil menggandakan kedudukan di menit ke-39. Setelah menerima operan dari Dominguez, Zurianov mengecoh Lucio, untuk kemudian melepaskan tembakan yang memaksa Olliver Kahn kemasukan untuk kedua kalinya. Kedudukan 2-0 untuk Zenit bertahan sampai turun minum.
Demi meningkatkan daya serang, pelatih Muenchen, Ottmar Hitzfeld, memasukkan Lukas Podolski dan Christian Lell menggantikan Ze Roberto dan Marcell Jansen di babak kedua. Hasilnya hampir mereka petik kala umpan Podolski berhasil disambar Toni, namun peluang tersebut masih sanggup dimentahkan Malafeev. Tembakan keras Schweinsteger pun masih mampu diatasi kiper ini.
Pada menit ke-53, Zenit memperbesar keunggulan mereka menjadi 3-0. Umpan silang Anyukov diselesaikan tandukan keras Anyukov ke gawang Muenchen. Belum cukup derita Muenchen, Miroslav Klose pun terkena cedera sehingga ia harus digantikan oleh Jose Ernesto Sosa.
Kebobolan tiga gol membuat Muenchen makin gencar menekan Zenit. Namun, hari ini memang bukan menjadi milik Muenchen. Olliver Kahn kembali harus memungut bola dari gawangnya. Gol keempat Zenit diawali pergerakan Dominguez melewati Lahm di sisi kanan untuk selanjutnya melepaskan umpan silang tertuju pada Pogrebnyak di kotak penalti Muenchen. Pogrebnyak menyambut umpan tersebut dengan melepaskan tembakan voli menggetarkan jala gawang Muenchen.
Susunan pemain:

Zenit St. Petersburg: Malafeev, Krizanac, Aniukov, Tymoschuk, Zurianov, Gorshkov, Denisov , Shirokov, Faitzulin, Pogrebniak, Dominguez

Bayern Muenchen: Kahn, Lucio, Lahm, Jansen , Van Bommel, Ze Roberto , Schweinstiger, Demichels, Ribery, Klose , Toni

sumber Menang Besar, Zenit Buat Sejarah : LiputanBola.Com
MENANG BESAR, ZENIT BUAT SEJARAH

Giliran Pazzini Dituduh Suka Diving Seputar Berita Dunia Sepak Bola

GILIRAN PAZZINI DITUDUH SUKA DIVING SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

GILIRAN PAZZINI DITUDUH SUKA DIVING

Menjelang laga kedua semifinal Piala UEFA melawan Fiorentina, psy-war coba diletupkan kubu Glasgow Rangers. Kali ini, salah satu legenda Rangers, Craig Paterson, melemparkan tuduhan pada striker muda Fiorentina, Giampaolo Pazzini. Dalam kacamata Paterson, Pazzini adalah pemain yang suka melakukan diving.
Meski pernyataan ini sama sekali bukan merupakan pernyataan resmi dari pihak klub, sangat nyata kalau pernyataan Paterseon telah “memanaskan” suasana pertandingan yang bakal digelar di Artemio Franchi, Firenze, malam nanti.
Sebelum menyerang Pazzini, Paterson mengingatkan wasit asal Belgia yang ditunjuk UEFA, Franck de Bleeckere, akan pentingnya peranan sang wasit dalam laga krusial tersebut. “Tentunya, wasit bakal berperan besar dalam permainan yang akan tersaji dalam pertandingan malam nanti. Saya berharap, tidak ada pembicaran tentang wasit di akhir pertandingan,” ujar Paterson seperti dikutip Goal.
Setelah membicarakan wasit, Paterson lalu mengarahkan pembicaraan pada Pazzini. “Pazzini sangat mudah jatuh pada pertandingan pertama di Ibrox, dan untunglah wasit yang memimpin laga pertama cukup cermat, sehingga ia selalu diminta bangun kembali ,” tukas Paterson.
Legenda hidup Rangers ini juga menyesalkan kemungkinan absennya bek veteran Rangers, David Weir, dalam pertandingan sepenting ini. Walau demikian, ia yakin mantan klubnya tersebut akan mampu meraih hasil terbaik. “Kehilangan Weir adalah pukulan besar bagi Rangers. Ia merupakan salah satu di antara dua atau tiga pemain Rangers yang tidak pernah diharapkan dapat absen” keluh Paterson.
Ia menambahkan “Klub ini seang berada di pinggir sesuatu yang spesial, dan kuharap mereka dapat melakukannya. Mereka tinggal selangkah lagi dari final Eropa dan ini semua hanyalah impian saat kami mengawali musim.”

sumber Giliran Pazzini Dituduh Suka Diving : LiputanBola.Com
GILIRAN PAZZINI DITUDUH SUKA DIVING

Soal Visa Cemaskan Fans Duo Premiership Seputar Berita Dunia Sepak Bola

SOAL VISA CEMASKAN FANS DUO PREMIERSHIP SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

SOAL VISA CEMASKAN FANS DUO PREMIERSHIP

Menjelang partai pamungkas Liga Champions musim ini yang rencananya bakal berlangsung pada hari Rabu, 21 Mei mendatang di Luzhniki Stadium, Moskow, Rusia, sekitar 40 ribu para pendukung Manchester United dan Chelsea menghadapi masalah serius terkait soal visa.
Kurang dari tiga pekan, kini muncul kekhawatiran jika pemerintah Rusia tidak dapat memroses aplikasi visa para fans Inggris tepat pada waktunya. Hal ini terkait dengan adanya pernyataan dari Wali Kota Moskow, Yury Luzhkov, yang menyatakan ada kemungkinan proses visa bagi para fans kedua finalis terlambat. Namun, seperti yang dilansir Daily Telegraph, statement Luzhkov dibantah Kementerian Luar Negeri Rusia.
Kedutaan Besar Rusia di London bersikukuh bahwa pihaknya bakal sanggup memroses permohonan visa bagi para fans The Reds dan The Blues tepat pada waktunya dengan cara menambah staf atau karyawan yang memroses permohonan visa tersebut. “Meskipun waktunya sangat mepet, kami yakinkan kepada para fans yang ingin hadir di Moskow bahwa aplikasi visa mereka bakal selesai pada waktunya,” tegas seorang juru bicara Kedutaan Rusia.
Selain soal keterlambatan visa, faktor lain yang cukup mencemaskan para fans adalah adanya kemungkinan mereka membayar biaya tambahan dalam pengurusan visa. Seperti yang dilansir The Times Online, guna menyelesaikan pemrosesan visa tersebut, Kedutaan Besar Rusia mengalihkan proses tersebut kepada Russian National Tourist Office .
RNTO, klaim The Times, bakal menaikkan ongkos pemrosesan visa sampai 50 persen. Normalnya, Kedutaan Besar Rusia bakal memungut biaya visa sebesar 45 pound . Tapi, RNTO yang dijalankan dua ekspatriat Rusia di kawasan Piccadilly, London, bakal menerapkan bea tambahan sebesar 20 pound .
Chief Executive Manchester United Supporters Trust, Duncan Drasco, mengecam langkah tersebut. “Itu pemerasan. Para suporter telah bekerja keras untuk bisa membayar biaya penerbangan, akomodasi, tiket, dan visa. Tindakan itu betul-betul menyakitkan,” tegas Drasco.
Selain soal visa, Dewan Kota Moskow sangat peduli dengan faktor keamanan jelang pertandingan babak final berlangsung. Karena itu, diyakini rute penerbangan para fans Chelsea dan MU bakal dipisah. Sekitar 700 bus telah disiapkan untuk mengangkut ke-40 ribu fans ke Luzhiniki Stadium. Untuk mengamankan partai final, sejumlah polisi Inggris bakal berangkat ke Moskow guna mendiskusikan langkah-langkah sekuriti dengan pihak keamanan setempat.

sumber Soal Visa Cemaskan Fans Duo Premiership : LiputanBola.Com
SOAL VISA CEMASKAN FANS DUO PREMIERSHIP

Lampard, Anak Mami Berdedikasi Seputar Berita Dunia Sepak Bola

LAMPARD, ANAK MAMI BERDEDIKASI SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

LAMPARD, ANAK MAMI BERDEDIKASI

Dalam dua pekan belakangan perasaan Frank Lampard berkecamuk. Bagaimana tidak? Dari kondisi koma, Lampard menemani ibunda tercinta sampai ajal menjemput. Kembali ke lapangan dengan hati galau. Berani mengambil eksekusi penalti di semifinal Liga Champions enam hari setelah ibundanya menghembuskan nafas terakhir, dibutuhkan mental luar biasa.
Lampard bisa dan membuktikan hal itu dengan mengubur ambisi Liverpool tampil tiga kali di final Liga Champions dalam empat tahun di Stamford Bridge, dinihari tadi. Bagaimana bisa? Mungkin gelandang elegan Timnas Inggris itu sendiri tidak akan pernah tahu alasannya. Bisa saja tugas algojo diserahkan kepada Michael Ballack. Buat apa lagi memikirkan pembuktian atau popularitas, tapi ya itulah Lampard! Anak mami dengan keteguhan hati.
Dibesarkan di Upton Park—markas West Ham United tempatnya memulai karir profesional—Lampard menjadi kebanggan Stamford Bridge. Publik Chelsea begitu gegap gempita menyambut seremoni mengheningkan cipta mengenang ibundanya, Pat Lampard. Rekan-rekannya memberi penghargaan dengan mengusung seragam The Blues bernomor punggung 8 bertuliskan: ‘Rest In Peace Pat Lampard’ ketika gol kemenangan dari Manchester United tercipta akhir pekan lalu..
Seperti dikutip Daily Mail, semua orang di Chelsea kenal Pat. Ia seorang wanita yang setia hadir di tribun East Stand memberi dukungan. Ia juga selalu menemani Lampard kemana pun sang anak bertanding. Pat sampai diberi kelonggaran hadir di ruang khusus pemain di Stamford Bridge. Jelas sekali betapa Lampard terpukul begitu Pat meninggal di usia 58 tahun.
Sebelumnya, tidak ada yang menyangka Lampard bersedia bermain di leg kedua menghadapi Liverpool. Tidak juga saat ia menunjukkan dedikasinya dengan menjalani sesi latihan seorang diri hari Minggu lalu untuk pertama kalinya setelah Pat meninggal dunia akibat penyakit kronis radang paru-paru dan rencananya akan dimakamkan pada Jumat, 2 Mei, waktu setempat.
Tidak hanya dari fans Chelsea, seisi Stamford Bridge, yang juga disusupi fans Liverpool, terdiam saat Lampard meletakkan bola di titik putih 11 meter pas. Delapan menit masa extra time, barulah terdengar gegap gempita fans menyambut gol ketiga Chelsea. Kiper Liverpool, Jose Reina dibuat salah arah. Selepas itu tidak ada seorang pun yang berani menghalangi selebrasi Lampard di pojok lapangan. Dengan emosional, Lampard mencium ban hitam di lengannya dan menengadahkan kedua lengannya ke langit.
Frank Lampard Sr, yang hadir di tribun, dan fans Chelsea ikut terbawa suasana. Yang pasti, gol tersebut membantu Chelsea meraih final pertama di Liga Champions. Disamping gol penalti, Lampard juga memegang peran penting. Tidak sampai mendominasi lapangan tengah memang. Tapi, bersama Ballack dan Claude Makalele, ia membuat lini tengah Liverpool tidak diberi kelonggaran berkreativitas.
Kontribusi Lampard di antaranya mencatat 65 passing dengan tingkat akurasi 72 persen. Untuk urusan satu ini, Lampard berdiri terdepan di skuad Chelsea. Salah satunya menjadi assist gol Didier Drogba yang merupakan gol pembuka kemenangan 3-2. Catatan Lampard hanya kalah tipis dibanding duo gelandang The Reds, Javier Mascherano dan Xabi Alonso yang membukukan 79 persen dalam hal keakurasian. Rekan Lampard di The Three Lions, Steven Gerrard hanya mencatat 56 passing, yang 39 di antaranya tepat sasaran.
Sanjungan tak pelak datang dari Avram Grant. Bos Chelsea itu kepada International Herald Tribune berkata: “Lampard pria sejati. Dia sangat dekat dengan ibundanya. Dengan apa yang telah terjadi bukanlah hal yang mudah untuk dilalui olehnya.” Kapten Chelsea, John Terry menambahi: “Saya yakin Frank mendedikasikan gol untuk ibundanya.”

sumber Lampard, Anak Mami Berdedikasi : LiputanBola.Com
LAMPARD, ANAK MAMI BERDEDIKASI

Benitez Tetap Bangga Seputar Berita Dunia Sepak Bola

BENITEZ TETAP BANGGA SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

BENITEZ TETAP BANGGA

Kecewa, wajar saja Rafael Benitez kecewa setelah melihat tim besutannya gagal mengulang prestasi empat tahun lalu. Di Stamford Bridge, Kamis dinihari , Liverpool menyerah di tangan Chelsea dengan skor 3-2 setelah bermain selama 120 menit.
Kekalahan tersebut membuat Benitez gagal mencatatkan diri mampu membawa The Reds kampiun Liga Champions untuk kedua kalinya dalam empat tahun setelah gagal mencapai partai final. Gol dari Fernando Torres dan Ryan Babel tidak cukup untuk menghentikan Chelsea meraih final pertamanya.
“Kami tidak memaksimalkan kesempatan yang ada,” kata Benitez pada BBC. Liverpool membuka babak pertama dengan penampilan yang buruk. Frank Lampard, Michael Ballack dan Didier Drogba diberi keleluasaan dalam bermain sehingga selalu bisa menghadirkan ancaman ke gawang Jose ‘Pepe’ Reina.
Akan tetapi, “Di babak kedua dan di awal babak perpanjangan waktu kami bermain apik. Kami mampu mengontrol jalannya permainan. Sayangnya kami tidak mampu memanfaatkannya dan gol mereka membunuh kami,” jelasnya. Namun demikian, “Saya tetap bangga dengan mereka—Steven Gerrard dkk.”
Didier Drogba menjadi pahlawan Chelsea lewat dua gol manisnya. Pantas jika penyerang internasional Pantai Gading ini didaulat sebagai man of the match. Benitez yang menganggap Drogba sebagai bahaya laten dengan aksi berpura-pura jatuhnya , emoh menarik pernyataannya.
“Saya pikir tidak. Jika Anda bermain di partai sepenting semifinal Liga Champions—menghadapi Chelsea, maka saya pikir Anda tidak akan memikirkan hal lain di luar itu . Dan itu berlaku juga buatnya ,” keukeuh Benitez.
Keputusan manajer asal Spanyol itu juga dipertanyakan dengan menarik keluar Torres di saat Cheslea baru saja mencetak gol kedua. Tapi Banitez punya alasan keputusan itu diambil demi melindungi aset klub. “Dia bermasalah dengan hamstring,” tandasnya.
Benitez dengan gentle mengaku Chelsea bermain baik dan berhak melangkah ke final menghadapi Manchester United. Kekalahan ini sepertinya akan diikuti oleh tekanan dari media di Inggris seputar masa depannya di Anfield. Maklum, hasil ini jadi kegagalan Benitez mempersembahkan gelar dalam dua musim berturut-turut.

sumber Benitez Tetap Bangga : LiputanBola.Com
BENITEZ TETAP BANGGA

Bekuk Liverpool, Chelsea Ukir Sejarah Seputar Berita Dunia Sepak Bola

BEKUK LIVERPOOL, CHELSEA UKIR SEJARAH SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

BEKUK LIVERPOOL, CHELSEA UKIR SEJARAH

Drama derby Inggris di semifinal Liga Champions 2007-08 berakhir dengan kisah akhir yang membahagiakan Chelsea. The Blues memastikan diri tampil di final di final setelah membekuk Liverpool 3-2 melalui babak perpanjangan waktu, Kamis dinihari—WIB, di Stamford Bridge.
Hasil aggregate 4-3 menempatkan Chelsea di Luzhniki Stadium, Moskow, Rusia, pada 21 Mei nanti, untuk menantang Manchester United. Kemenangan tersebut membuka lembar sejarah baru bagi Chelsea. Untuk pertama kalinya klub asal London barat itu tampil di partai final Liga Champions, yang dua kali sebelumnya—di babak yang sama—disingkirkan Liverpool.
Chelsea yang pada leg pertama berhasil menaham imbang Liverpool membuka babak pertama dengan penuh percaya diri yang ditandai turunnya hujan. Biarpun mempertemukan dua tim Liga Premier, sejak awal permainan enak untuk ditonton. Sampai sepuluh menit, kedua kesebelasan saling berbalas mengancam gawang lawannya.
Menit keenam tuan rumah membuka ancaman. Tendangan jarak jauh Dider Drogba ditepis brilian oleh Jose ‘Pepe’ Reina. Empat menit berselang Fernando Torres merespon. Memanfaatkan umpan terobosan Steven Gerrard, Torres gagal menghasilkan gol walau sudah berhadapan langsung dengan Petr Cech. Drogba kembali membuang peluang menit ke-19 saat menerima umpan terobosan Frank Lampard sebelum akhirnya berhasil membuat Chelsea memimpin 1-0 pada menit ke33.
Memanfaatkan bola rebound tendangan Salomon Kalou yang ditepis Reina, Drogba tanpa ampun mengoyak gawang tim tamu melalui tendangan kencang kaki kanan. Kegembiraan publik Stamford Bridge meledak. Gol kelima Drogba di Liga Champions musim ini. Chelsea yang kian percaya diri mengancam lewat tendangan bebas Michael Ballack sebelum babak pertama usai.
Instruksi Rafael Benitez mampu mengembalikan permainan Gerrard dkk di babak kedua. Tertinggal, Liverpool ganti menguasai serangan. Baru tiga menit babak kedua berjalan Dirk Kuyt membuat Cech berjibaku mengamankan gawangnya. Menekan terus, The Reds akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menit ke-64. Berawal dari penetrasi Yossi Benayoun, Torres dengan dingin melesakkan bola ke gawang dengan kaki kanan. Gol keenam Torres. Chelsea terhanyak namun tidak bisa mengembalikan keunggulan. Serangan terbaik adalah aksi solo-run Essien di sektor kanan yang tendangannya hanya menggetarkan jala samping bagian luar.
Di masa extra time Avram Grant yang sudah memasukkan Florent Malouda mampu mendongkrak semangat tim. Sempat diancam sundulan Hyypia, Chelsea yang sebelumnya protes keras atas gol Essien yang secara kontroversial dianulir hakim garis memperoleh gol kedua. Wasit asal Italia, Roberto Rosetti tanpa ragu-ragu menunjuk titik 11 meter pas setelah Hyypia menjatuhkan Ballack. Lampard sebagai algojo tidak menyia-nyiakan momen di menit ke-97. Chelsea unggul 2-1 dan gol emosional buat Lampard yang baru ditinggal wafat ibundanya.
Liverpool semakin terpukul. Drogba yang mendapat kritikan diver dari Benitez menegaskan kemenangan pada menit ke-105. Tanpa kesalahan striker Timnas Pantai Gading itu menuntaskan umpan tarik pemain pengganti, Nicolas Anelka. Liverpool yang bergegas memburu dua gol hanya mampu membawa pulang kesedihan. Gol tendangan geledek Ryan Babel dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi sempurna Cech hanya mampu memperkecil kekalahan jadi 3-2.
Susunan pemain:

Chelsea: Cech; Essien, Carvalho, Terry, Ashley Cole; Ballack, Makelele, Lampard ; Joe Cole , Kalou , Drogba.

Liverpool: Reina; Arbeloa, Carragher, Skrtel , Riise; Alonso, Mascherano, Benayoun , Gerrard; Kuyt, Torres .

sumber Bekuk Liverpool, Chelsea Ukir Sejarah : LiputanBola.Com
BEKUK LIVERPOOL, CHELSEA UKIR SEJARAH

Benitez Lebih Peduli dengan Rosetti Seputar Berita Dunia Sepak Bola

BENITEZ LEBIH PEDULI DENGAN ROSETTI SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

BENITEZ LEBIH PEDULI DENGAN ROSETTI

Beralasan jika dikatakan Chelsea lebih berpeluang melaju ke babak final Liga Champions musim ini. Dengan keberhasilan mencetak gol di kandang Liverpool pekan lalu, dalam leg kedua semifinal di Stamford Bridge malam nanti, skuad asuhan Avram Grant hanya butuh bermain imbang tanpa gol }.
Lagipula, siapa yang tak silau dengan gemerlapnya rekor Chelsea di kandang sendiri. Tak pernah menelan kekalahan di lebih 100 pertandingan! Apalagi melihat rekam jejak pasukan Rafael Benitez dalam delapan laga terakhir di London. Selama 777 menit pertandingan, Liverpool gagal mencetak satu gol pun!
Namun, ada faktor lain yang justru membuat tim tamu lebih nyaman menyikapi partai nanti malam. Dari delapan kali tampil di babak semifinal, Liverpool hanya sekali gagal melaju ke babak pamungkas Liga Champions—kalah 3-4 dari Inter Milan, 1965.
Bagaimana dengan Chelsea? Dalam tiga kali kesempatan, dua di antaranya ketika Terry dkk ditangani Special One, Jose Mourinho, Chelsea selalu mengalami kegagalan!
Meski demikian, catatan statistik itu, tampaknya, tidak terlalu “dihayati” manajer The Reds, Rafael Benitez. Setelah terlibat perang urat syaraf dengan menuding striker Chelsea asal Pantai Gading, Didier Drogba, gampang ‘terpeleset’ dan ‘jatuh’—atau kasarnya melakukan diving—Benitez lebih konsen dan peduli dengan sosok pengadil yang ditunjuk UEFA menjadi wasit di leg kedua nanti malam: Roberto Rosetti.
Di Liga Champions, wasit kelahiran Turin, Italia, berusia 40 tahun itu punya catatan ‘buruk’ bagi tim-tim yang melakoni partai away . Dalam enam pertandingan yang dipimpin wasit paling jangkung di ajang Piala Dunia 2006 lalu itu, hanya satu tim tamu yang berhasil meraih kemenangan dari tim tuan rumah.
Buruknya bagi Benitez, satu-satunya tim tamu yang berhasil meraih kemenangan di kandang lawan dalam partai yang dipimpin Rosetti adalah Chelsea, yang menggilas Valencia 2-1 dalam babak penyisihan grup Liga Champions di Estadio Mestalla, 3 Oktober 2007 lalu.
“Sejauh ini, ia telah memimpin enam pertandingan . Lima partai di antaranya dimenangkan tim tuan rumah dan hanya satu tim tamu yang mampu menjadi tim pemenang. Itu terjadi ketika Chelsea bertandang ke markasnya Valencia di babak penyisihan grup. Catatan itu sungguh mengherankan ,” aku Benitez seperti yang dikutip The Times Online.

sumber Benitez Lebih Peduli dengan Rosetti : LiputanBola.Com
BENITEZ LEBIH PEDULI DENGAN ROSETTI

Terancam, Rijkaard Bergeming Seputar Berita Dunia Sepak Bola

TERANCAM, RIJKAARD BERGEMING SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

TERANCAM, RIJKAARD BERGEMING

Barcelona gagal mengapai final Liga Champions. Di babak semifinal Barcelona tersingkir setelah takluk 0-1 dari Manchester United, dinihari tadi. Kegagalan di Old Trafford memastikan Barcelona gagal merengkuh satu pun gelar juara musim ini. Situasi yang membuat posisi Frank Rijkaard sebagai pelatih terancam.
Untuk kedua kalinya Rijkaard gagal menghadirkan satu pun gelar ke Nou Camp dalam dua musim berturut-turut. Situasi yang tidak mendukung keberadaannya di klub asal Catalan. Sejatinya, sudah sepanjang paro kedua musim ini keberadaan Rijkaard dikritik keras }. Bahkan media Spanyol yakin dengan atau tanpa gelar Liga Champions pengurus klub akan memecatnya musim panas nanti.
Digoyang kanan-kiri, Rijkaard tidak bergeming. Ditanya akankah ia mengundurkan diri, Rijkaard yang musim panas lalu dikabarkan didekati Chelsea, berkata: “Hal seperti itu sama sekali tidak ada dalam pikiran. Saya tidak mnginginkan hengkang. Klub butuh pertolongan dan dukungan, bukan kritikan. Kami sudah sepatutnya tetap akur bersama.”
Rijkaard mengatakan beda halnya jika para pemain Barcelona sudah antipati terhadapnya. Namun, “Kasus itu tidak menjangkiti kami” terangnya. Pernyataan berlainan jika ditanya pada Ronaldinho dan Samuel Eto’o. Di La Liga Spanyol sudah tidak mungkin bagi Los Blaugrana mengejar supremasi Real Madrid. Dengan sisa empa pertandingan, Barca ditinggal sejauh 14 poin.
Media massa Spanyol pastinya akan ‘menyerang’ pelatih asal Belanda tersebut. Mereka diperkirakan sepakat inilah akhir rezim Rijkaard di Nou Camp. “Barcelona klub besar dan ada orang-orang yang memang bertugas menelurkan keputusan di akhir musim jika diperlukan,” pungkasnya kepada BBC. Lalu, bagaimana jika satu keputusan itu menceraikan Anda, Rijkaard?
Satu sosok populer yang dijagokan meneruskan tugas Rijkaard musim depan yakni Jose Mourinho. Mantan bos Chelsea itu memiliki catatan fantastis dan mengenal betul Barcelona sewaktu menemani Sir Bobby Robson sebagai penterjemah di era 1990an. Mourinho sendiri mengungkapkan ketertarikan jika bisa kembali ke Barcelona }. Ungkapan yang sulit ditepis walau sebelumnya Presiden Barcelona, Joan Laporta menampik }. Kita tunggu saja!

sumber Terancam, Rijkaard Bergeming : LiputanBola.Com
TERANCAM, RIJKAARD BERGEMING