Tampilkan postingan dengan label Tiket Sepak Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tiket Sepak Bola. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Agustus 2008

Tak Perlu Visa Nonton di Luzhniki Seputar Berita Dunia Sepak Bola

TAK PERLU VISA NONTON DI LUZHNIKI SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

TAK PERLU VISA NONTON DI LUZHNIKI

Setelah melalui proses negosiasi yang berlarut-larut dengan para pejabat pemerintahan Inggris dan ofisial UEFA—lembaga otoritas sepakbola tertinggi di Eropa—akhirnya Pemerintah Rusia bersedia memberlakukan aturan sementara sebelum dan sesudah dilangsungkannya babak pamungkas Liga Champions di musim ini yang rencananya bakal digelar di Luzhniki Stadium, Moskow, Rabu, 21 Mei mendatang.
Aturan sementara yang dimaksud adalah para fans dua klub, Manchester United dan Chelsea, yang diperkirakan berjumlah 42 ribu orang, tidak membutuhkan visa sebagai syarat wajib memasuki wilayah Rusia. Aturan ini berlaku dari 19 sampai 23 Mei. Di luar periode khusus itu, aturan visa kembali berlaku.
Artinya, para suporter dan penonton yang berasal dari luar Rusia yang hendak menyaksikan partai paling bergengsi di level persepakbolaan Eropa itu hanya membutuhkan tiket, paspor dan kartu imigrasi guna memasuki Luzhniki Stadium.
Semula, para fans kedua klub begitu cemas dengan kemungkinan tidak bisa hadir di Moskow tepat waktu terkait adanya kekhawatiran lambatnya proses aplikasi visa }.
Alotnya proses negosiasi itu, seperti yang dilansir harian The Guardian, sangat mungkin disebabkan keengganan kubu Rusia untuk meringankan syarat-syarat bagi fans Inggris yang akan memasuki wilayah Rusia. Pasalnya, Rusia kecewa berat dengan sikap Pemerintah Inggris yang sangat ketat memberlakukan visa kepada warga negara Rusia.
Keputusan yang diambil Pemerintah Rusia itu disambut hangat dan dipuji setinggi langit oleh Presiden UEFA, Michel Platini. “Kabar yang luar biasa bagi para fans sepakbola yang hendak terbang ke Moskow menyaksikan laga final Liga Champions tahun ini. Kini, tugas kami memastikan mereka dapat memasuki dan keluar dari Moskow dengan tanpa mengalami kesulitan yang berarti,” tegas Platini.
Untuk itu, “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, Pemerintah Kota Moskow dan Uni Sepakbola Rusia,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Komite Penyelenggara babak final Liga Champions, Alexei Sorokin menyatakan pihaknya telah menerima lebih dari 120 aplikasi dari sejumlah maskapai penerbangan yang akan membawa para suporter Inggris ke Moskow.
Mayoritas dari para fans kedua klub, sekitar 30 ribu suporter, diduga baru akan tiba di Moskow tepat pada hari dimana babak final digelar. “Mereka akan mendarat di bandara yang berbeda,” terang Sorokin.

sumber Tak Perlu Visa Nonton di Luzhniki : LiputanBola.Com
TAK PERLU VISA NONTON DI LUZHNIKI

Adu Penalti Antar Rangers ke Final Seputar Berita Dunia Sepak Bola

ADU PENALTI ANTAR RANGERS KE FINAL SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

ADU PENALTI ANTAR RANGERS KE FINAL

Lawatan ke Firenze terasa menyenangkan bagi Glasgow Rangers. Skuad besutan Walter Smith ini berhasil membawa pulang oleh-oleh tiket final Piala UEFA setelah mengalahkan Fiorentina lewat adu penalti di babak semifinal. Penentuan pemenang terpaksa dilakukan dengan adu penalti karena sampai akhir waktu normal serta tambahan waktu berakhir, kedua tim gagal mencetak gol.
Fiorentina mengawali pertandingan dengan tekad bulat meraih kemenangan. Di awal pertandingan, gelandang Rangers, Carlos Cuellar, sudah harus bekerja keras menjaga pergerakan Massimo Gobbi. Beruntung ia masih sempat menghalau Gobbi untuk menyelesaikan kerja sama satu duanya.
La Viola memiliki banyak kesempatan untuk melakukan penetrasi ke daerah pertahanan Rangers. Namun mereka kerap gagal melepaskan tembakan, karena para bek Rangers memang cukup disiplin menjaga pergerakan mereka. Barulah di menit ke-19, Ricardo Montolivo mampu melepaskan tembakan yang masih mengarah ke pelukan kiper Rangers, Alexander.
Secara bertahap, Fiorentina makin meningkatkan tempo serangan. Sementara itu, di pihak Rangers sempat terjadi masalah saat Alexander melakukan blunder. Beruntung, blundernya tidak menciptakan situasi berbahaya. Secara umum permainan berlangsung hampir serupa dengan saat pertemuan pertama mereka , Fiorentina memegangkendali permainan sedangkan Rangers bertumpu pada serangan balik.
Di babak kedua, sistem menyerang yang diterapkan Fiorentina dan pola pertahanan Rangers masih terus dipraktekkan. Menit ke-51, Fiorentina berpeluang memecah kebuntuan, namun sayangnya tembakan Adrian Mutu masih melenceng dari gawang Rangers. Sampai 45 menit kedua usai kedua tim tetap tidak mampu menciptakan gol kemenangan, sehingga pertandingan pun diteruskan dengan perpanjangan waktu. Pada babak perpanjangan waktu, kedua tim tetap tidak mampu menceploskan bola ke gawang lawan. Maka, penentuan pemenang pun dilakukan melalui adu penalti.
Empat eksekutor Rangers sukses menunaikan tugasnya, sedangkan Fiorentina hanya sanggup memasukkan dua gol dari adu penalti ini. Maka loloslah Rangers ke final Piala UEFA untuk menantang Zenit St. Petersburg.
Adu Penalti:

Barry Ferguson-tidak masuk: 0-0

Zvdravko Kuzmanovic-masuk: 1-0

Steven Whittaker-masuk : 1-1

Ricardo Montolivo-masuk: 2-1

Sasa Papac-masuk: 2-2

Fabio Liverani-tidak masuk: 2-2

Bharim Hemdani- masuk: 2-3

Christian Vieri-tidak masuk: 2-3

Nacho Novo-masuk: 2-4

Susunan pemain:

Fiorentina: Frey, Jorgensen, Gamberini, Ujfalusi, Gobbi, Donadel , Liverani, Montolivo, Santana , Pazzini , Mutu.

Glasgow Rangers: Alexander, Broadfoot, Cuellar, Weir, Papac, Hemdani, Davis , Ferguson, Thomson, Whittaker, Darcheville .
Keterangan: R: Glasgow Rangers F: Fiorentina

sumber Adu Penalti Antar Rangers ke Final : LiputanBola.Com
ADU PENALTI ANTAR RANGERS KE FINAL

Soal Visa Cemaskan Fans Duo Premiership Seputar Berita Dunia Sepak Bola

SOAL VISA CEMASKAN FANS DUO PREMIERSHIP SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

SOAL VISA CEMASKAN FANS DUO PREMIERSHIP

Menjelang partai pamungkas Liga Champions musim ini yang rencananya bakal berlangsung pada hari Rabu, 21 Mei mendatang di Luzhniki Stadium, Moskow, Rusia, sekitar 40 ribu para pendukung Manchester United dan Chelsea menghadapi masalah serius terkait soal visa.
Kurang dari tiga pekan, kini muncul kekhawatiran jika pemerintah Rusia tidak dapat memroses aplikasi visa para fans Inggris tepat pada waktunya. Hal ini terkait dengan adanya pernyataan dari Wali Kota Moskow, Yury Luzhkov, yang menyatakan ada kemungkinan proses visa bagi para fans kedua finalis terlambat. Namun, seperti yang dilansir Daily Telegraph, statement Luzhkov dibantah Kementerian Luar Negeri Rusia.
Kedutaan Besar Rusia di London bersikukuh bahwa pihaknya bakal sanggup memroses permohonan visa bagi para fans The Reds dan The Blues tepat pada waktunya dengan cara menambah staf atau karyawan yang memroses permohonan visa tersebut. “Meskipun waktunya sangat mepet, kami yakinkan kepada para fans yang ingin hadir di Moskow bahwa aplikasi visa mereka bakal selesai pada waktunya,” tegas seorang juru bicara Kedutaan Rusia.
Selain soal keterlambatan visa, faktor lain yang cukup mencemaskan para fans adalah adanya kemungkinan mereka membayar biaya tambahan dalam pengurusan visa. Seperti yang dilansir The Times Online, guna menyelesaikan pemrosesan visa tersebut, Kedutaan Besar Rusia mengalihkan proses tersebut kepada Russian National Tourist Office .
RNTO, klaim The Times, bakal menaikkan ongkos pemrosesan visa sampai 50 persen. Normalnya, Kedutaan Besar Rusia bakal memungut biaya visa sebesar 45 pound . Tapi, RNTO yang dijalankan dua ekspatriat Rusia di kawasan Piccadilly, London, bakal menerapkan bea tambahan sebesar 20 pound .
Chief Executive Manchester United Supporters Trust, Duncan Drasco, mengecam langkah tersebut. “Itu pemerasan. Para suporter telah bekerja keras untuk bisa membayar biaya penerbangan, akomodasi, tiket, dan visa. Tindakan itu betul-betul menyakitkan,” tegas Drasco.
Selain soal visa, Dewan Kota Moskow sangat peduli dengan faktor keamanan jelang pertandingan babak final berlangsung. Karena itu, diyakini rute penerbangan para fans Chelsea dan MU bakal dipisah. Sekitar 700 bus telah disiapkan untuk mengangkut ke-40 ribu fans ke Luzhiniki Stadium. Untuk mengamankan partai final, sejumlah polisi Inggris bakal berangkat ke Moskow guna mendiskusikan langkah-langkah sekuriti dengan pihak keamanan setempat.

sumber Soal Visa Cemaskan Fans Duo Premiership : LiputanBola.Com
SOAL VISA CEMASKAN FANS DUO PREMIERSHIP

All-English Final di Liga Champions Seputar Berita Dunia Sepak Bola

ALL-ENGLISH FINAL DI LIGA CHAMPIONS SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

ALL-ENGLISH FINAL DI LIGA CHAMPIONS

Trofi Liga Champions 2007-08 dipastikan jadi milik klub asal Inggris setelah Manchester United menundukkan Barcelona 1-0 pada leg kedua semifinal yang dimainkan di Old Trafford, Rabu dinihari ini. MU melangkah dengan aggregate 1-0 lewat gol tunggal Paul Scholes.
Hasil tipis tersebut cukup bagi MU mengantongi satu tiket final di Moskow, Rusia, pada 21 Mei. MU yang juga berpeluang menjuarai Liga Premier kini tinggal menunggu calon lawan: Chelsea atau Liverpool yang akan ditentukan dari leg kedua di Stamford Bridge, dinihari besok. Raihan ini menjadi final pertama MU sejak tampil juara pada 1999.
MU yang menahan imbang 0-0 pada laga pertama ganti menjamu Barcelona. Benar saja, Wayne Rooney dan Nemanja Vidic tidak terdapat dalam line-up. Yang mengejutkan, Sir Alex Ferguson memasukkan nama Luis Nani sebagai starter. Sementara itu bos Barcelona, Frank Rijkaard menampilkan susunan pemain terbaiknya.
MU harus menang dan tidak bisa menunggu. Barcelona pun demikian, Los Blaugrana sadar harus mencetak gol terlebih dahulu untuk memberi tekanan ke kubu tuan rumah. Kick-off bergulir, Barcelona dengan Lionel Messi menguasai alur bola. Namun MU dengan menanti gebrakan. Menit ke-14 publik Old Trafford bersorak gembira. Menerima bola dari kesalahan Gianluca Zambrotta, Scholes melepaskan tembakan setengah voli dari jarak sekitar 27 meter. Bola meluncur deras mengoyak gawang tanpa sanggup dihentikan Victor Valdes. MU memimpin 1-0.
Tim tamu merespon. Menit ke-19 penterasi Lionel Messi dan diteruskan dengan tendangan kaki kiri berhasil diselamatkan Edwin van der Sar dengan brilian. Pertarungan menjadi menarik dan tempo lebih berkembang setelah MU unggul. Memasuki setengah jam pertandingan, Barcelona mulai mengambil dominasi permainan. Deco dua kali mengancam namun tendangannya belum ada yang menemui sasaran. Serangan yang dibangun Andres Iniesta di menit ke-37 membuat Van der Sar berjibaku.
Di babak kedua MU menggebrak dengan serangan yang digadang duo Portugal. Nani yang bergerak masuk menyontek umpan tarik Ronaldo namun bola diblok Eric Abidal. Klaim handball di dalam kotak penalti kubu MU diacuhkan wasit Hebert Fandel. Tiga menit kemudian, atau menit ke-57 tendangan Tevez yang sebelumnya bekerjasama satu-dua dengan Ronaldo berhasil diblok Valdes. Sedangkan kerjasama serupa Deco dan Messi dimentahkan Brown dua menit kemudian.
Barcelona yang tertinggal menaikkan tempo tekanan. MU lebih banyak menumpuk di pertahanannya sendiri. Rijkaard memasukkan Thierry Henry dan beberapa menit kemudian Bojan Krkic yang menggantikan Samuel Eto’o yang tampil tidak efektif. Masuknya dua penyerang itu membuat serangan Barcelona lebih tajam.
Henry misalnya, memaksa Van der Sar menjatuhkan badan untuk mengantisipasi tendangan melengkung pada menit ke-81. Sedangkan sebelumnya Ferguson menarik keluar pahlawan kemenangan, Scholes. Upaya keras Barcelona sia-sia. Rio Ferdinand yang menjabat ban kapten dan pemegang komando pertahanan mampu meredam dengan tenang. Sampai peluit akhir berbunyi MU mempertahankan kedunggulan 1-0.
Susunan pemain:

Man Utd: Van der Sar; Hargreaves, Ferdinand, Brown, Evra ; Scholes , Carrick , Ji-Sung, Nani ; Ronaldo ; Tevez.

Barcelona: Valdes; Zambrotta , Puyol, Milito, Abidal; Toure Yaya , Xavi, Deco ; Iniesta , Eto11qazo , Messi.

Wasit: Herbert Fandel .

sumber All-English Final di Liga Champions : LiputanBola.Com
ALL-ENGLISH FINAL DI LIGA CHAMPIONS

Menggapai Mimpi di Theatre of Dreams Seputar Berita Dunia Sepak Bola

MENGGAPAI MIMPI DI THEATRE OF DREAMS SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

MENGGAPAI MIMPI DI THEATRE OF DREAMS

Pertarungan penuh ketegangan semifinal Liga Champions 2007-08 tersaji di Old Trafford. Rabu dinihari nanti, Manchester United dan Barcelona berjibaku meraih satu tiket ke babak final di Luzhniki Stadium, Moskow, Rusia. Merujuk hasil leg pertama, MU sejatinya diuntungkan.
Membawa pulang hasil imbang tanpa gol di Nou Camp, The Red Devils cukup menang satu gol saja di kandangnya sendiri. Mungkin, karena MU—bersama Barcelona—musim ini menjadi tim yang belum terkalahkan di Liga Champions. MU memiliki rekor fantastis dalam melakoni partai kandang dengan 11 kali tanpa terkalahkan.
Pertarungan nanti merupakan pertemuan kesembilan kali. Delapan pertemuan sebelumnya berakhir dua kemenangan bagi masing-masing tim dan empat lainnya imbang. Selisih gol klub asal Spanyol lebih naik, 15 berbanding 13. Pertemuan terakhir sebelum musim ini, kedua tim dua kali bermain imbang di babak penyisihan grup dengan skor akhir spektakuler 3-3.
Barcelona punya kenangan manis menghadapi klub Inggris. Di final 2006, Los Blaugrana memastikan juara setelah menundukkan Arsenal. Tapi, kenangan pahit tidak terlepas. Dari empat musim terakhir, tiga kali mereka tersingkir di babak knock-out akibat ulah klub Inggris. MU memiliki catatan superior menjamu tim asal Spanyol. Dari 16 kali, MU hanya kalah dua kali. Satu, kekalahan 2-3 dari Real Madrid pada 19 April 2000. Dan dari Deportivo dengan skor yang sama pada 17 Oktober 2001.
Jika melihat hasil akhir dari leg pertama dan catatan home menjamu klub Spanyol, MU pantas diunggulkan. Namun membawa pulang hasil 0-0, MU justru dua kali menuai mimpi buruk di Theatre of Dreams—sebutan buat Old Trafford. Pertama yakni hasil imbang 1-1 dengan AS Monaco pada musim 1997-98 dan kekalahan 2-3 dari Madrid pada musim 1999-2000.
Buruk di liga domestik, tidak demikian di kancah Eropa. Disamping belum terkalahkan sejak takluk 1-2 dari Liverpool, Februari tahun lalu, Barcelona juga belum terkalahkan dari tujuh partai away ke belakang. Melihat statistik di atas, bisa dibilang kedua tim memiliki catatan berimbang, meski pada pertemuan pertama MU benar-benar dikendalikan oleh permainan lawan. Tapi, Cristiano Ronaldo yang membuang kesempatan emas karena eksekusi penaltinya melebar, menebar ultimatum tampil di bawah dukungan fans fanatik. “MU akan tampil beda di Old Trafford. Saya akan membayar hutang di sana,” cetusnya.
Kedua tim juga mempersiapkan laga ini dengan mantap. Sir Alex Ferguson mengistirahatkan Cristiano Ronaldo, Carlos Tevez, Paul Scholes, Gary Neville dan Patrice Evra saat takluk 1-2 di Chelsea, Sabtu lalu. Barcelona tanpa Samuel Eto’o, Lionel Messi dan Xavi Hernandez saat menyerah 0-2 di kandang Deportivo La Coruna, Minggu dinihari lalu. Untuk Rijkaard, gelar Liga Champions merupakan pereda ancaman pecat yang kuat menekan pundaknya.
Jika Neville bermain dinihari nanti maka ia mengikuti jejak Ryan Giggs dan Scholes, yang terlebih dahulu jadi anggota klub 100 caps di Liga Champions. Sayangnya Ferguson masih menunggu kemungkinan untuk menurunkan Wayne Rooney dan Nemanja Vidic . Sementara Rijkaard dipastikan tanpa Ronaldinho dan Rafael Marquez . Xavi dan Carles Puyol mencapai angka caps 75 jika ambil bagian.
Pemain yang harus hati-hati jika ingin kesempatan tampil di final tidak hangus adalah Owen Hargreaves, Nani dan Evra . Di Barcelona ada Lionel Messi, Yaya Toure dan Gabriel Milito jika menerima kartu kuning di Old Trafford. Apakah akan terjadi derby Inggris di Moskow? Atau Barcelona menggagalkan mimpi double-winners MU?
Prakiraan susunan pemain:

Man Utd: Van der Sar; Neville, Brown, Ferdinand, Evra; Carrick, Scholes, Ji-Sung, Ronaldo; Rooney, Tevez.

Barcelona: Valdes; Zambrotta, Puyol, Milito, Abidal; Yaya Toure, Xavi, Deco; Iniesta, Eto’o, Messi.

sumber Menggapai Mimpi di Theatre of Dreams : LiputanBola.Com
MENGGAPAI MIMPI DI THEATRE OF DREAMS

Selasa, 19 Agustus 2008

Ronaldo: Lain Ceritanya di Old Trafford Seputar Berita Dunia Sepak Bola

RONALDO: LAIN CERITANYA DI OLD TRAFFORD

Tidak ada liak-liuk Cristiano Ronaldo dalam leg pertama babak semifinal Liga Champions di Nou Camp, dinihari tadi—WIB. Lini pertahanan Barcelona mampu menutup ruang gerak winger Manchester United yang diproyeksikan Sir Alex Ferguson sebagai ujung tombak pada pertandingan yang berkesudahan imbang tanpa gol.
Jangankan aksi mengelabui defender, tendangan penalti dari titik 11 meter pas di awal babak pertama saja gagal dikonversi menjadi sebuah gol. Mungkin MU akan membawa pulang kemenangan jika dimenit kedua Ronaldo memaksa Victor Valdes, kiper Barcelona, memungut bola dari gawangnya sendiri.
Nasi sudah jadi bubur, sama seperti tidak beruntungnya Barcelona yang gagal melesakkan sebuah gol pun walau mendominasi penguasaan bola. Ronaldo yang pasti senang MU belum menderita kekalahan di Liga Champions musim ini. Hasil 0-0 menurutnya juga fair. Ia yakin MU bakal memastikan tiket ke Moskow, Rusia, dan penampilan timnya akan lebih baik lagi di Old Trafford.
Versi Ronaldo, MU bahkan tampil tidak kalah baik dalam mengatur ritme. “Pertandingan yang sengit. Barcelona bemain baik, banyak menguasai bola dan bertahan dengan baik,” katanya kepada Sky Sports. Akan tetapi, “Kami juga bermain sama baiknya. Bermain away dengan membawa hasil 0-0 tidak terlalu buruk.”
Seiya-sekata, Sir Alex Ferguson berkata: “Kami bermain baik dan disiplin. Memang mereka tampil dengan gayanya sedangkan kami tidak. Tapi ingat ini Nou Camp! Lain halnya jika kami yang ganti menjamu mereka. Kami harus memperbaiki koordinasi permainan lebih baik lagi jika ingin meraih tiket final.”
Ronaldo, 23 tahun, merasa tidak ada yang salah dengan gayanya mengeksekusi penalti. Kegagalannya dianggap lebih disebabkan hanya karena tidak beruntung. “Saya tidak mencetak gol, itu saja. Tidak masalah, saya akan mencetak gol di Old Trafford. Di kandang saya yakin kami akan keluar sebagai pemenang,” bebernya. “Mereka memang lebih menguasai bola. Tapi soal peluang kami lebih banyak dan berbahaya dibanding mereka. Kesempatan bermain di kandang tidak akan kmi lewatkan.”
Sebelum menjamu Barcelona, Ronaldo harus menyiapkan mentalnya terlebih dahulu dalam ‘partai final’ Liga Premier Inggris musim 2007-08. Ronaldo dkk bertandang ke Stamford Bridge—markas Chelsea—pada Sabtue, 26 April. Kemenangan atas Chelsea hampir dipastikan MU yang unggul mutlak dalam selisih gol sukses mempertahankan gelar juara.

sumber Ronaldo: Lain Ceritanya di Old Trafford : LiputanBola.Com
RONALDO: LAIN CERITANYA DI OLD TRAFFORD

Senin, 18 Agustus 2008

Jual Tiket Final, Liverpool Terlalu Pede? Seputar Berita Dunia Sepak Bola

JUAL TIKET FINAL, LIVERPOOL TERLALU PEDE? SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

JUAL TIKET FINAL, LIVERPOOL TERLALU PEDE?

Liga Champions 2007-08 memasuki putaran akhir. Tinggal empat tim tersisa di turnamen antar klub paling elite di Eropa. Salah satunya Liverpool, yang berusaha menembus final untuk ketiga kalinya dalam empat tahun. Tapi, sebelum memastikan diri tampil di Luzhniki Stadium pada 21 Mei, The Reds harus melewati Chelsea terlebih dahulu di babak semifinal.
Belum pasti menginjakkan kaki di Moskow, Rusia, Liverpool sudah memasarkan tiket partai final Liga Champions kepada para pendukung setianya. Terlalu pede-kah Liverpool? Tidak karena hal itu merupakan instruksi langsung dari si empunya hajat, dalam hal ini UEFA. Lho?
The Reds sejatinya tidak nyaman dengan instruksi nyeleneh tersebut. Tapi setelah tahu akar permasalahannya barulah kemudian sadar, karena juga diikuti juga Barcelona serta Chelsea dan Manchester United—dua tim Inggris lainnya. Isu dasar yang jadi latar belakang yakni pengurusan visa ke Moskow.
Instruksi UEFA membuka pemesanan tiket sudah dilakukan MU. Chelsea dan Barcelona dalam waktu dekat juga akan melakukan hal serupa. Instruksi ini diambil sebagai langkah antisipasi agar tidak ada keterlambatan pendukung masing-masing tim jika sampai tampil di final.
Chief Executive Liverpool, Rick Parry menjelaskan: “Tiket kami jual sekarang juga karena UEFA membutuhkan data diri pembeli untuk pengurusan visa. UEFA meminta data detail pembeli tiket sehari setelah leg kedua sebagai syarat visa. Kami tidak nyaman sudah harus menjualnya, tapi mau bagaimana lagi.”
Langkah yang diambil UEFA diindikasi untuk meredam tiket jatuh ke penonton yang memiliki catatan buruk, seperti hooligans. Sementara seperti dilansir Daily Mail, Liverpool mendapat alokasi 21.000 lembar tiket jika berhasil menggapai final. permintaan menaikkan kuota tidak akan bisa karena sudah ditolak mentah-mentah oleh UEFA.
Tahun lalu manajemen Liverpool dikritik pedas oleh para pendukungnya untuk urusan pendistribusian tiket. Karena buruknya manajemen, fans Lievrpool di Athena, Yunani, bersitegang dengan pihak keamanan setempat. Untuk saat ini klub berusaha mengaturnya lebih baik lagi.
Tiket final Liga Champions kan dilepas dengan persyaratan. Syaratnya hanya untuk fans pemegang tiket terusan atau pemegang enam tiket pertandingan Liga Champions sepanjang musim ini. “Pemegang lima tiket regular juga dipertimbangkan,” terang Parry.
Akan tetapi tiket pertandingan babak kualifikasi sebelum penyisihan grup dan tiket dua leg semifinal versus Chelsea tidak masuh hitungan. Pendukung Liverpool dikenal loyal terhadap klub dan tidak segan-segan menggelontorkan uangnya demi memberi dukungan langsung pada Steven Gerrard dkk.

sumber Jual Tiket Final, Liverpool Terlalu Pede? : LiputanBola.Com
JUAL TIKET FINAL, LIVERPOOL TERLALU PEDE?

Nuremberg vs Wolfsburg Tertunda Hujan Seputar Berita Dunia Sepak Bola

NUREMBERG VS WOLFSBURG TERTUNDA HUJAN SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

NUREMBERG VS WOLFSBURG TERTUNDA HUJAN

Keunggulan sementara Nuremberg harus tertahan karena guyuran lebat hujan. Nuremberg yang bertindak selaku tuan rumah memimpin 1-0 ketika menghadapi Wolfsburg pada partai pembuka Bundesliga Jerman pekan ke-28, Jumat atau Sabtu dinihari—WIB. Wasit menghentikan pertandingan akibat lapangan Frankenstadion tergenang air dan tidak layak dimainkan.
Wolfsburg memiliki kesempatan memimpin setelah wasit Jochen Drees menunjuk titik putih menit ke-11. Pelanggaran dilakukan defender Andreas Wolf yang menjatuhkan Edin Dzeko. Sayang peluang emas itu terbuang percuma. Eksekusi Marcelinho berhasil diselamatkan kiper Nuremberg, Jaromir Blazek.
Di saat kondisi lapangan mulai tergenang, Nuremberg memimpin 1-0. Tendangan Ivan Saenko dari luar kotak penalti tidak mampu dimentahkan kiper Wolfsburg, Diego Benaglio. Kondisi lapangan yang kurang berkenan membuat pertandingan babak pertama miskin peluang. Bola jadi sulit dioper dan dikontrol. Sepanjang babak pertama kedua tim lebih banyak frustasi dengan kondisi lapangan.
Semua mata di Frankenstadion tertuju pada wasit selama masa turun minum. Keputusan wasit ditunggu apakah melanjutkan pertandingan atau tidak. Sementara itu staf maintenance lapangan berusaha melancarkan saluran air di sekitar lapangan walau hujan belum juga reda. Setelah dua kali menginspeksi di jeda satu jam menunggu setelah peluit akhir babak pertama, wasit memutuskan pertandingan ditunda.
“Menunda sebuah pertandingan selalu jadi pilihan terakhir,” kata wasit Drees, seperti dilansir situs resmi Federasi Sepakbola Jerman, www.dfb.de. “Pertandingan berjalan normal dan keselamatan para pemain di lapangan harus diutamakan dan itu sudah tidak mungkin lagi dalam keadaan seperti ini .”
Kemenangan sangat dibutuhkan Nuremberg. Tim besutan Martin Bader tersebut harus berjuang keras keluar dari zona degradasi. Nuremberg yang musim lalu menjuarai Piala Jerman kini berada diurutan kedua terbawah alias peringkat ke-17 dengan 23 poin. Mereka terpaut dua poin dengan zona aman. Sedangkan Wolfsburg yang berada di utrutan tujuh masih memiliki peluang merebut jatah tiket ke Piala UEFA.

sumber Nuremberg vs Wolfsburg Tertunda Hujan : LiputanBola.Com
NUREMBERG VS WOLFSBURG TERTUNDA HUJAN