Tampilkan postingan dengan label Final. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Final. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Agustus 2008

Ferguson: Scholes dkk Fantastis! Seputar Berita Dunia Sepak Bola

FERGUSON: SCHOLES DKK FANTASTIS!

Ketegangan mewarnai wajah Sir Alex Ferguson menjelang leg kedua semifinal Liga Champions di Old Trafford, Rabu dinihari—WIB. Barulah seusai wasit Herbert Fandel meniup peluit panjang tanda usainya partai Manchester United versus Barcelona, tersembul senyum puas dari wajah Ferguson.
Itulah gambaran betap gembiranya manajer MU itu setelah tim besutannya memastikan tampil dalam partai final Liga Champions 2007-08 di Luzhniki Stadium, Moskow, Rusia. Gol tunggal dari tendangan keras Paul Scholes mengantar MU ke final untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun.
Di final MU akan berhadapan dengan sesama klub Inggris, antara Chelsea atau Liverpool yang akan memainkan partai penentuan pada Kamis dinihari nanti. Berarti dipastikan gelar kembali mendarat di daratan Inggris setelah terbang empat tahun, yang terakhir diboyong Liverpool pada 2004. Untuk pertama kalinya dalam sejarah all-English final tercipta di Liga Champions.
Tak pelak pujian pun dialamatkan pada mantan gelandang Timnas Inggris berusia 33 tahun. Ferguson menjanjikan Scholes pasti akan tampil pada partai yang digelar 21 Mei nanti. Scholes pada final 1999 hanya bisa menyaksikan rekan-rekannya bertarung di lapangan ketika menundukkan Bayern Muenchen.
“Dia salah satu pemain terhebat dan ia menunjukkan kapasitasnya malam ini ,” puji Ferguson, seperti dikutip BBC. Namun manajer gaek asal Skotlandia itu juga menyanjung anak asuhnya yang lain, termasuk dukungan fantastis fans MU di Theatre of Dreams. “Saya sangat senang dengan yang lain. Perasaan yang luar biasa. Klub ini memang pantas tampil di final.”
Secara keseluruhan MU yang tampil tanpa Wayne Rooney dan Nemanja Vidic, berada dalam kondisi tertekan sepanjang pertandingan. Barcelona mendominasi mutlak ball-possession. Tekanan bertubi-tubi mendera pertahanan MU namun Rio Ferdinand mampu mengkomandoi rekan-rekan untuk meredam. Praktis tidak terlalu banyak peluang bagus yang diperoleh Lionel Messi dkk.
Ferdinand menjadi salah satu di antara beberapa pemain MU yang bermain bagus. Wes Brown yang jadi partner Ferdinand di posisi palang pintu juga mampu menggantikan peran Vidic dengan sempurna. Patrice Evra bermain lugas. Park Ji-Sung tampil penuh determinasi tampil menyerang atau membantu lini pertahanan. Cristiano Ronaldo tampil di bawah form karena mendapat pengawalan ketat, sedangkan Carlos Tevez tampil tanpa lelah di depan tanpa Rooney.
“Kami terpaksa bertahan karena Barcelona tampil menekan. Anak-anak bermain disiplin dan seorang pemain hebat mencetak gol fantastis yang membuat kami melangkah—ke final. Tidak peduli siapa lawan kami, karena kami akan siap,” tandasnya. Terang saja, karena Ferguson tahu betul kekuatan Chelsea ataupun Liverpool.

sumber Ferguson: Scholes dkk Fantastis! : LiputanBola.Com
FERGUSON: SCHOLES DKK FANTASTIS!

All-English Final di Liga Champions Seputar Berita Dunia Sepak Bola

ALL-ENGLISH FINAL DI LIGA CHAMPIONS SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

ALL-ENGLISH FINAL DI LIGA CHAMPIONS

Trofi Liga Champions 2007-08 dipastikan jadi milik klub asal Inggris setelah Manchester United menundukkan Barcelona 1-0 pada leg kedua semifinal yang dimainkan di Old Trafford, Rabu dinihari ini. MU melangkah dengan aggregate 1-0 lewat gol tunggal Paul Scholes.
Hasil tipis tersebut cukup bagi MU mengantongi satu tiket final di Moskow, Rusia, pada 21 Mei. MU yang juga berpeluang menjuarai Liga Premier kini tinggal menunggu calon lawan: Chelsea atau Liverpool yang akan ditentukan dari leg kedua di Stamford Bridge, dinihari besok. Raihan ini menjadi final pertama MU sejak tampil juara pada 1999.
MU yang menahan imbang 0-0 pada laga pertama ganti menjamu Barcelona. Benar saja, Wayne Rooney dan Nemanja Vidic tidak terdapat dalam line-up. Yang mengejutkan, Sir Alex Ferguson memasukkan nama Luis Nani sebagai starter. Sementara itu bos Barcelona, Frank Rijkaard menampilkan susunan pemain terbaiknya.
MU harus menang dan tidak bisa menunggu. Barcelona pun demikian, Los Blaugrana sadar harus mencetak gol terlebih dahulu untuk memberi tekanan ke kubu tuan rumah. Kick-off bergulir, Barcelona dengan Lionel Messi menguasai alur bola. Namun MU dengan menanti gebrakan. Menit ke-14 publik Old Trafford bersorak gembira. Menerima bola dari kesalahan Gianluca Zambrotta, Scholes melepaskan tembakan setengah voli dari jarak sekitar 27 meter. Bola meluncur deras mengoyak gawang tanpa sanggup dihentikan Victor Valdes. MU memimpin 1-0.
Tim tamu merespon. Menit ke-19 penterasi Lionel Messi dan diteruskan dengan tendangan kaki kiri berhasil diselamatkan Edwin van der Sar dengan brilian. Pertarungan menjadi menarik dan tempo lebih berkembang setelah MU unggul. Memasuki setengah jam pertandingan, Barcelona mulai mengambil dominasi permainan. Deco dua kali mengancam namun tendangannya belum ada yang menemui sasaran. Serangan yang dibangun Andres Iniesta di menit ke-37 membuat Van der Sar berjibaku.
Di babak kedua MU menggebrak dengan serangan yang digadang duo Portugal. Nani yang bergerak masuk menyontek umpan tarik Ronaldo namun bola diblok Eric Abidal. Klaim handball di dalam kotak penalti kubu MU diacuhkan wasit Hebert Fandel. Tiga menit kemudian, atau menit ke-57 tendangan Tevez yang sebelumnya bekerjasama satu-dua dengan Ronaldo berhasil diblok Valdes. Sedangkan kerjasama serupa Deco dan Messi dimentahkan Brown dua menit kemudian.
Barcelona yang tertinggal menaikkan tempo tekanan. MU lebih banyak menumpuk di pertahanannya sendiri. Rijkaard memasukkan Thierry Henry dan beberapa menit kemudian Bojan Krkic yang menggantikan Samuel Eto’o yang tampil tidak efektif. Masuknya dua penyerang itu membuat serangan Barcelona lebih tajam.
Henry misalnya, memaksa Van der Sar menjatuhkan badan untuk mengantisipasi tendangan melengkung pada menit ke-81. Sedangkan sebelumnya Ferguson menarik keluar pahlawan kemenangan, Scholes. Upaya keras Barcelona sia-sia. Rio Ferdinand yang menjabat ban kapten dan pemegang komando pertahanan mampu meredam dengan tenang. Sampai peluit akhir berbunyi MU mempertahankan kedunggulan 1-0.
Susunan pemain:

Man Utd: Van der Sar; Hargreaves, Ferdinand, Brown, Evra ; Scholes , Carrick , Ji-Sung, Nani ; Ronaldo ; Tevez.

Barcelona: Valdes; Zambrotta , Puyol, Milito, Abidal; Toure Yaya , Xavi, Deco ; Iniesta , Eto11qazo , Messi.

Wasit: Herbert Fandel .

sumber All-English Final di Liga Champions : LiputanBola.Com
ALL-ENGLISH FINAL DI LIGA CHAMPIONS

Chelsea Lebih Favorit Seputar Berita Dunia Sepak Bola

CHELSEA LEBIH FAVORIT SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

CHELSEA LEBIH FAVORIT

Satu tempat di partai final Liga Champions 2007-08 jadi milik klub asal Inggris. Masalahnya Chelsea atau Liverpool yang akan menempatkan diri di Luzhniki Stadium di Moskow, Rusia? Rabu atau Kamis dinihari—WIB, jawaban akan ternyana dalam leg kedua semifinal yang digelar di Stamford Bridge.
Chelsea yang nanti bertindak tuan rumah punya keuntungan setelah pada pertemuan pertama sukses menahan Liverpool 1-1 di Anfield. Gol away yang sangat berharga yang tercipta berkat bunuh diri John-Arne Riise di masa injury time. Apes-apesnya, The Blues cukup menahan imbang tanpa gol maka sejarah untuk pertama kalinya tampil di final.
Situasi yang disadari oleh skipper Liverpool, Steven Gerrard. “Realistis saja, keuntungan ada di tangan Chelsea. Mereka tim hebat dan sangat kuat jika tampil di kandang,” ujar Gerrard kepada BBC. Akan tetapi, “Kami dalam beberapa tahun belakangan tampil baik di partai away ketika berlaga di kancah Eropa.”
Catatan statistik juga tidak berpihak. The Reds belum sekalipun mencetak gol di gawang Chelsea dari delapan partai tandang terakhir sejak dipegang manajer Rafael Benitez. Memang di Liga Champions Liverpool dianggap sebagai pembunuh Chelsea. Tapi sebelumnya Liverpool yang memegang partai pamungkas—tampil di kandang pada leg kedua }.
Di bawah arahan Avram Grant, Chelsea mampu menjaga rekor tanpa terkalahkan di kandang. John Terry dkk belum sekalipun merasakan betapa getirnya takluk di depan pendukung sendiri sepanjang total 66 partai. Benitez juga sadar betapa lawan sangat berambisi membalas sakit hati tersingkir di babak serupa musim lalu lewat drama adu penalti.
“Menurut hemat saya mereka sangat ingin menang. Suporter mereka pastinya akan memberi dukungan total. Para pemain Chelsea mengetahui betapa pentingnya partai ini. Saya berharap mereka justru berada di bawah tekanan,” terang Benitez. Chelsea dua kali disingkirkan Liverpool di babak semifinal, musim lalu dan pada 2004-05.
Di samping itu Benitez juga mewaspadai catatan wasit yang memimpin jalannya pertandingan. Wasit asal Italia, Roberto Rosetti memiliki catatan nyeleneh di mata Benitez. Enam kali Rosetti memimpin pertandingan di kancah Eropa dan lima kali di anataranya tim tuan rumah menang. Tambah unik, satu partai tim tandang yang menang adalah ketika Chelsea melawat ke Valencia. “Mengejutkan? Memang rada aneh,” sambung Benitez.
Bukti kedigdayaan Chelsea di Stamford Bridge jelas. Sabtu lalu, Manchester United dibekap 2-1. Kemenangan teranyar yang membuka lebar persaingan dalam perebutan Liga Premier. Juga hasil yang bakal mendongkrak moral Terry dkk. Apalagi Frank Lampard bisa kembali bermain setelah melewati masa berkabung ditinggal wafat ibundanya, Pat Lampard.

sumber Chelsea Lebih Favorit : LiputanBola.Com
CHELSEA LEBIH FAVORIT

Muenchen Buru Rekor Seputar Berita Dunia Sepak Bola

MUENCHEN BURU REKOR SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

MUENCHEN BURU REKOR

Masih ada empat pertandingan tersisa yang harus dilakoni ke-18 tim yang berkecimpung di kompetisi Bundesliga. Namun, sangat kecil kemungkinan atau hampir mustahil jika gelar juara tidak jatuh ke dalam pelukan Bayern Muenchen. Pasalnya, skuad asuhan Ottmar Hitzfeld itu telah unggul terlalu jauh dari para pesaingnya.
Kemenangan 4-1 atas juara bertahan, VfB Stuttgart, di pekan ke-30 yang digelar Minggu, 27 April, membuat Luca Toni dkk telah mengumpulkan 66 poin. Jumlah itu berselisih 12 angka dengan dua tim yang memiliki pundi-pundi poin yang sama, Werder Bremen dan Schalke 04. Artinya, di empat laga yang tersisa itu, Muenchen hanya butuh tambahan satu angka.
Lagipula, produktivitas gol Muenchen nyaris mustahil disamai Bremen dan Schalke . Pendek kata, di atas kertas, Die Roten—julukan Muenchen—telah berhasil meraih gelar Bundesliga untuk ke-21 kalinya.
Meski demikian, muncul tantangan tersendiri bagi Muenchen menyikapi empat laga yang tersisa itu. Yaitu, memburu rekor Bundesliga sebagai tim yang mampu tampil sebagai juara dengan selisih poin terbesar dengan tim yang menempati peringkat kedua .
Muenchen pun berpeluang mencetak rekor sebagai tim yang paling sedikit kebobolan. Dengan jumlah 66 poin, Muenchen butuh tambahan empat angka untuk menyamai rekor perolehan poin tertinggi yang dipegang klub sendiri di kompetisi musim 2002-03 lalu. Ketika itu, Muenchen yang juga sedang ditangani Hitzfeld berhasil meraih jumlah 70 poin atau unggul 16 poin dari runner-up yang ditempati Stuttgart.
Sementara, dengan hanya kebobolan sebanyak 18 gol di sepanjang musim ini, Muenchen berpeluang menoreh rekor sebagai tim yang paling ‘irit’ dalam soal kebobolan. Sejauh ini, rekor Bundesliga untuk urusan tim yang paling sedikit kebobolan dalam satu musim dipegang Bremen ketika menjuarai kompetisi musim 1987-88. Ketika itu, Bremen hanya kebobolan 22 gol.
Selain dua rekor di atas, Olivier Kahn dkk berpeluang mencetak rekor seperti yang pernah dilakukan Manchester United di musim 1998-99: treble winners. Setelah menjuarai Piala Jerman dan Bundesliga, Muenchen masih berpeluang untuk menambah koleksi trofinya di musim ini seiring dengan keberhasilan tim menembus babak semifinal UEFA Cup.
Untuk melaju ke babak final yang akan digelar di City of Manchester Stadium, 14 Mei mendatang, Muenchen terlebih dahulu harus menyingkirkan klub Rusia, Zenit St Petersburg. Kamis lalu, di leg pertama yang digelar di Allianz Arena, Muenchen hanya mampu bermain imbang 1-1. Jadi? Tak ada pilihan lain bagi skuad Hitzfeld, untuk memburu treble winners, selain mencetak gol sebanyak-banyaknya ke gawang Zenit di leg kedua, Kamis lusa.

sumber Muenchen Buru Rekor : LiputanBola.Com
MUENCHEN BURU REKOR

Menggapai Mimpi di Theatre of Dreams Seputar Berita Dunia Sepak Bola

MENGGAPAI MIMPI DI THEATRE OF DREAMS SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

MENGGAPAI MIMPI DI THEATRE OF DREAMS

Pertarungan penuh ketegangan semifinal Liga Champions 2007-08 tersaji di Old Trafford. Rabu dinihari nanti, Manchester United dan Barcelona berjibaku meraih satu tiket ke babak final di Luzhniki Stadium, Moskow, Rusia. Merujuk hasil leg pertama, MU sejatinya diuntungkan.
Membawa pulang hasil imbang tanpa gol di Nou Camp, The Red Devils cukup menang satu gol saja di kandangnya sendiri. Mungkin, karena MU—bersama Barcelona—musim ini menjadi tim yang belum terkalahkan di Liga Champions. MU memiliki rekor fantastis dalam melakoni partai kandang dengan 11 kali tanpa terkalahkan.
Pertarungan nanti merupakan pertemuan kesembilan kali. Delapan pertemuan sebelumnya berakhir dua kemenangan bagi masing-masing tim dan empat lainnya imbang. Selisih gol klub asal Spanyol lebih naik, 15 berbanding 13. Pertemuan terakhir sebelum musim ini, kedua tim dua kali bermain imbang di babak penyisihan grup dengan skor akhir spektakuler 3-3.
Barcelona punya kenangan manis menghadapi klub Inggris. Di final 2006, Los Blaugrana memastikan juara setelah menundukkan Arsenal. Tapi, kenangan pahit tidak terlepas. Dari empat musim terakhir, tiga kali mereka tersingkir di babak knock-out akibat ulah klub Inggris. MU memiliki catatan superior menjamu tim asal Spanyol. Dari 16 kali, MU hanya kalah dua kali. Satu, kekalahan 2-3 dari Real Madrid pada 19 April 2000. Dan dari Deportivo dengan skor yang sama pada 17 Oktober 2001.
Jika melihat hasil akhir dari leg pertama dan catatan home menjamu klub Spanyol, MU pantas diunggulkan. Namun membawa pulang hasil 0-0, MU justru dua kali menuai mimpi buruk di Theatre of Dreams—sebutan buat Old Trafford. Pertama yakni hasil imbang 1-1 dengan AS Monaco pada musim 1997-98 dan kekalahan 2-3 dari Madrid pada musim 1999-2000.
Buruk di liga domestik, tidak demikian di kancah Eropa. Disamping belum terkalahkan sejak takluk 1-2 dari Liverpool, Februari tahun lalu, Barcelona juga belum terkalahkan dari tujuh partai away ke belakang. Melihat statistik di atas, bisa dibilang kedua tim memiliki catatan berimbang, meski pada pertemuan pertama MU benar-benar dikendalikan oleh permainan lawan. Tapi, Cristiano Ronaldo yang membuang kesempatan emas karena eksekusi penaltinya melebar, menebar ultimatum tampil di bawah dukungan fans fanatik. “MU akan tampil beda di Old Trafford. Saya akan membayar hutang di sana,” cetusnya.
Kedua tim juga mempersiapkan laga ini dengan mantap. Sir Alex Ferguson mengistirahatkan Cristiano Ronaldo, Carlos Tevez, Paul Scholes, Gary Neville dan Patrice Evra saat takluk 1-2 di Chelsea, Sabtu lalu. Barcelona tanpa Samuel Eto’o, Lionel Messi dan Xavi Hernandez saat menyerah 0-2 di kandang Deportivo La Coruna, Minggu dinihari lalu. Untuk Rijkaard, gelar Liga Champions merupakan pereda ancaman pecat yang kuat menekan pundaknya.
Jika Neville bermain dinihari nanti maka ia mengikuti jejak Ryan Giggs dan Scholes, yang terlebih dahulu jadi anggota klub 100 caps di Liga Champions. Sayangnya Ferguson masih menunggu kemungkinan untuk menurunkan Wayne Rooney dan Nemanja Vidic . Sementara Rijkaard dipastikan tanpa Ronaldinho dan Rafael Marquez . Xavi dan Carles Puyol mencapai angka caps 75 jika ambil bagian.
Pemain yang harus hati-hati jika ingin kesempatan tampil di final tidak hangus adalah Owen Hargreaves, Nani dan Evra . Di Barcelona ada Lionel Messi, Yaya Toure dan Gabriel Milito jika menerima kartu kuning di Old Trafford. Apakah akan terjadi derby Inggris di Moskow? Atau Barcelona menggagalkan mimpi double-winners MU?
Prakiraan susunan pemain:

Man Utd: Van der Sar; Neville, Brown, Ferdinand, Evra; Carrick, Scholes, Ji-Sung, Ronaldo; Rooney, Tevez.

Barcelona: Valdes; Zambrotta, Puyol, Milito, Abidal; Yaya Toure, Xavi, Deco; Iniesta, Eto’o, Messi.

sumber Menggapai Mimpi di Theatre of Dreams : LiputanBola.Com
MENGGAPAI MIMPI DI THEATRE OF DREAMS

Rijkaard Siapkan Barcelona Untuk Adu Penalti Seputar Berita Dunia Sepak Bola

RIJKAARD SIAPKAN BARCELONA UNTUK ADU PENALTI SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

RIJKAARD SIAPKAN BARCELONA UNTUK ADU PENALTI

Menyikapi hasil leg pertama semifinal Liga Champions saat Barcelona memetik hasil imbang kala menantang MU, Frank Rijkaard mempersiapkan timnya untuk menghadapi adu penalti. Persiapan ini mutlak dilakukan Rijkaard, mengingat saat leg pertama dilangsungkan, baik anak-anak asuhnya, maupun MU gagal menyarangkan bola ke gawang lawan. Tidak tertutup kemungkinan bahwa hal ini juga akan terjadi di leg kedua.
Rijkaard yang tidak tertarik untuk menjabarkan masa depannya di Barcelona berharap anak-anak asuhnya dapat menjuarai satu-satunya kompetisi yang masih mungkin mereka juarai, Liga Champions. Untuk itu, Barcelona harus melangkah ke final setelah sebelumnya melewati hadangan MU di semifinal. Tidak pelakan, komentar-komentar bernada positif selalu dilontarkan pada skuad Barcelona. “Kami memerlukan meraih hasil postif. kami harus mencetak gol untuk memastikan langkah kami ,” tutur Rijkaard seperti dilansir yahoosports.
Ia tidak mau berkomentar banyak mengenai pertandingan leg kedua tersebut. Bagi Rijkaard, semua taktik yang sudah disiapkannya dapat berubah begitu pertandingan dimulai. Tak lupa ia mempersiapkan pemainnya untuk kemungkinan terakhir, adu penalti. “Kami harus berjuang keras demi mencapai tujuan kami, yakni berlaga di final. Kami dapat saja berbicara sebanyak mungkin tentang taktik yang akan dipakai dan berjuang keras saat pertandingan dimulai, namun begitu pertandingan dimulai semuanya tergantung bagaimana kami mengembangkannnya . Pertandingan dapat saja berakhir seri, maka kamu harus bersiap untuk adu penalti, dan inilah yang kami lakukan,” papar Rijkaard lagi.
Sementara itu, bek Barcelona, Gianluca Zambrotta, meminta rekan-rekannya agar mengesampingkan terlebih dahulu kegagalan mereka di La Liga, dan berusaha membuat kejutan di Old Trafford. “Ini akan menjadi partai yang ketat bagi kedua tim, dan kami harus bermain dengan otak, cerdas, dan bermain seperti yang selama ini kami lakukan di Liga Champions sepanjang musim,” ucap Zambrotta. Ia menambahkan “Apapun yang terjadi, jika kami dapat lolos maka hal tersebut akan sangat fantastis dan kemungkinan akan membuat keadaan menjadi tenang. Kami termotivasi dan kami ingin lolos.”

sumber Rijkaard Siapkan Barcelona Untuk Adu Penalti : LiputanBola.Com
RIJKAARD SIAPKAN BARCELONA UNTUK ADU PENALTI

Selasa, 19 Agustus 2008

MU Harap-harap Cemas Seputar Berita Dunia Sepak Bola

MU HARAP-HARAP CEMAS SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

MU HARAP-HARAP CEMAS

Bos Manchester United, Sir Alex Ferguson dilanda kecemasan. Pasalnya, untuk laga kedua babak semifinal Liga Champions yang dijadwalkan Rabu dinihari lusa, dua pemain pilarnya diragukan bisa tampil. MU berkesempatan tampil di babak final untuk pertama kalinya sejak 1999 jika mampu menundukkan Barcelona di Old Trafford.
Wayne Rooney dan Nemanja Vidic tidak ambil bagian dalam sesi latihan yang dilangsungkan Senin ini akibat mengalami cedera. Baik Rooney maupun Vidic mengalami cedera pada pertandingan Sabtu lalu yang berkesudahan 1-2 untuk kemenangan Chelsea.
Rooney yang mencetak satu-satunya gol MU di Stamford Bridge mengalami masalah pada panggul. Sedangkan palang pintu tangguh Vidic mengalami luka sobek setelah diterpa lutut penyerang The Blues, Didier Drogba di awal babak pertama laga krusial menuju gelar juara Liga Premier Inggris 2007-08.
Jika sampai kedua pemain absen terang saja Ferguson dibuat pusing. Keduanya merupakan pemain pilar yang sangat berpengaruh bagi skema permainan tim. Dengan hasil imbang tanpa gol di Nou Camp, MU membutuhkan paling tidak satu gol dan lini belakang harus tangguh untuk mencegah gol away yang bisa menjadi pengganjal langkah The Red Devils ke Moskow, Rusia.
Setelah mendapati hasil buruk dari Chelsea, Ferguson mengatakan Rooney mengalami rasa nyeri di bagian panggul yang sudah dirasakan sejak akhir pekan lalu ketika berhadapan dengan Blackburn Rovers. Namun Ferguson tidak berhenti berharap agar Rooney dan Vidic bisa berlaga menjamu Barcelona.
Sementara Vidic, Ferguson mengatakan defender internasional Serbia itu kehilangan gigi dan mendapat beberapa jahitan dari insiden tidak sengaja tersebut. Jika sampai keduanya absen maka Ferguson kemungkinan besar akan menggeser Wes Brown menemani Rio Ferdinand di tengah. Untuk lini depan, MU masih memiliki Carlos Tevez.
Sementara itu, Barcelona menyambut kembalinya kapten tim Carles Puyol setelah menjalani akumulasi kartu. Ia akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Rafael Marquez yang ganti terkena akumulasi kartu kuning. Frank Rijkaard juga masih menunggu kondisi gelandang Yaya Toure yang bermasalah di pergelangan kaki. Jika Toure benar absen, terbuka kesempatan bagi Edmilson unjuk kebolehan.

sumber MU Harap-harap Cemas : LiputanBola.Com
MU HARAP-HARAP CEMAS

UEFA Tunjuk Fandel, Ferguson Mangkel Seputar Berita Dunia Sepak Bola

UEFA TUNJUK FANDEL, FERGUSON MANGKEL SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

UEFA TUNJUK FANDEL, FERGUSON MANGKEL

Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, mendapat problem yang tak ringan saat Rio Ferdinand dkk menjamu Barcelona dalam leg kedua babak semifinal Liga Champions di Old Trafford, Selasa, 29 April, besok malam.
Masalah yang kali ini hinggap di kepala Ferguson bukanlah soal pemain yang dilanda cedera, melainkan sosok pengadil di tengah lapangan alias wasit. UEFA menugaskan wasit asal Jerman, Herbert Fandel. Wasit berusia 44 tahun yang piawai memainkan piano ini punya statistik membuat sejumlah keputusan yang dianggap Ferguson merugikan MU. Pendek kata, Fandel kerap jadi ‘musuh’ Ferguson.
Seperti yang dilansir The Guardian, keputusan UEFA menugaskan Fandel setidaknya membuat Ferguson geram. Sesepuh manajer Liga Premier ini tentunya pasti mengingat ‘ulah’ Fandel yang mengeluarkan kartu merah langsung kepada kapten The Red Devils Roy Keane tiga menit sebelum waktu normal berakhir di leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan FC Porto di Estadio do Dragao, Porto, 25 Februari 2004. Ketika itu MU takluk 1-2 di tangan skuad Jose Mourinho.
Ketika peluit akhir berbunyi, Ferguson menolak menjabat tangan Mourinho. Pasalnya, Ferguson marah betul dengan tindakan sejumlah pemain Porto di lapangan yang kerap melakukan diving. Dalam benak Ferguson, Fandel punya ‘kontribusi’ atas kekalahan timnya dengan mengabaikan sikap diving para pemain Dragons.
Musim lalu, Fandel kembali bertugas di leg pertama babak perempat final antara MU melawan AS Roma yang berlangsung di Stadio Olimpico, Roma, 4 April 2007. Saat itu MU juga kalah 1-2. Gelandang andalan Ferguson, Paul Scholes mendapat dua kartu kuning alias kartu merah dalam selang waktu kurang dari 10 menit di babak pertama. Ferguson menuding keputusan Fandel lebih banyak menguntungkan Giallorossi. Satu tudingan yang kemudian dipelajari Komisi Disiplin UEFA.
Belakangan, wasit jadi ‘teman akrab’ bagi Ferguson. Gara-gara kritikannya terhadap kepemimpinan Martin Atkinson yang menjadi wasit laga MU vs Portsmouth di babak perempat final FA Cup, 8 Maret lalu, Ferguson dan asistennya, Carlos Queiroz harus menghadiri hearing dengan Komisi Disiplin FA.
Yang paling panas, Ferguson mengecam keras keputusan Alan Wiley saat menjadi pengadil di laga “final” premiership musim ini antara MU versus Chelsea di Stamford Bridge, London, Sabtu, 26 April lalu. Akankah kali ini kehadiran Fandel kembali menjadi 11qazmusuh11qaz bagi Ferguson?

sumber UEFA Tunjuk Fandel, Ferguson Mangkel : LiputanBola.Com
UEFA TUNJUK FANDEL, FERGUSON MANGKEL

Evra Tak Takut Jadi Tumbal Seputar Berita Dunia Sepak Bola

EVRA TAK TAKUT JADI TUMBAL SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

EVRA TAK TAKUT JADI TUMBAL

Dijamin, tak ada seorang pemain pun yang tidak ingin tampil di partai sepenting dan penuh gengsi seperti partai final Liga Champions, turnamen antar klub tertinggi di benua Eropa. Namun, tak semua pemain yang dinaungi keberuntungan untuk bisa memperkuat timnya masing-masing di partai pamungkas tersebut.
Contohnya, gelandang andalan Juventus, Pavel Nedved. Gara-gara keteledorannya melakukan tackling yang tidak perlu terhadap Steve McManaman saat leg kedua semifinal melawan Real Madrid yang digelar di Delle Alpi, Turin, 14 Mei 2003, Nedved absen membela La Vecchia Signora di partai final menghadapi AC Milan. Akhirnya, Juventus kalah 2-3 dalam drama adu penalti.
Pun begitu pula dengan dua pemain andalan Sir Alex Ferguson, Roy Keane dan Paul Scholes, di musim 1998-99. Gemilangnya Keane dan Scholes saat membalikkan keadaan di leg kedua lawan Juventus, lagi-lagi di Delle Alpi, Turin, 21 April 1999, membuat mereka absen saat Manchester United bertanding lawan Bayern Muenchen di babak final, 26 Mei 1999. Lain halnya dengan Nedved, Keane dan Scholes masih bisa tersenyum setelah David Beckham dkk unggul 2-1.
Nah, boleh jadi, nasib Keane dan Scholes bakal ditiru bek kiri andalan Ferguson di musim ini, Patrice Evra. Defender asal Prancis itu bersama-sama gelandang Timnas Inggris, Owen Hargreaves, dan gelandang asal Portugal, Nani, merupakan tiga pemain MU yang terancam absen di laga final andaikata mereka kembali mendapat kartu kuning saat leg kedua babak semifinal menjamu Barcelona di Old Trafford, Selasa, 29 April, lusa.
Meski demikian, Evra, yang bakal genap berusia 27 tahun pada 15 Mei mendatang, mengaku tak memedulikan ancaman tersebut. Dalam arti, mantan defender AS Monaco itu bertekad bakal tampil total dalam mengawal pergerakan striker Los Blaugrana, Lionel Messi. Saat partai ‘final’ premiership melawan Chelsea kemarin, Ferguson sengaja mencoret Evra dari susunan tim dengan maksud memberi istirahat yang cukup bagi keduanya untuk tampil bugar lawan Barcelona.
“Andaikata di menit-menit akhir, untuk memastikan langkah MU ke final Liga Champions, saya harus melakukan sesuatu yang konsekuensinya mendapat kartu kuning, saya akan ambil risiko tersebut. Tidak masalah bagi saya kalau akhirnya saya tidak dapat tampil di partai final,” tegas Evra seperti yang dikutip Sunday Mirror.
“Bagi saya, prioritas utama saat laga lawan Barcelona adalah tampil sebaik mungkin dan menghindari hukuman dari wasit . Tapi, jika untuk itu saya jadi takut untuk melakukan tackling, saya tidak mau. Saya tetap bakal melakukannya. Sebab, itu bagian dari tugas saya di lapangan,” terang Evra.
Jadi? “Jika saya kembali mendapat hukuman kartu kuning, maka otomatis saya tidak dapat tampil di babak final. Tentu, secara personal, itu buruk bagi saya. Tapi, tetap yang paling terpenting adalah bagaimana caranya MU melaju ke babak final, bukan Patrice Evra,” pungkasnya.

sumber Evra Tak Takut Jadi Tumbal : LiputanBola.Com
EVRA TAK TAKUT JADI TUMBAL

Dortmund Curi Poin di Frankfurt Seputar Berita Dunia Sepak Bola

DORTMUND CURI POIN DI FRANKFURT SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

DORTMUND CURI POIN DI FRANKFURT

Enam hari lalu Borussia Dortmund harus mengubur mimpi menggapai final DFB Pokal alias Piala Jerman setelah ditekuk Bayern Muenchen 1-2, Sabtu . Hasil menjengkelkan yang melanjutkan catatan buruk di Bundesliga. Dua kali Dortmund sebelumnya dipaksa menyerah lawan dengan kebobolan delapan gol.
Hasil tersebut memunculkan isu tak sedap. Dortmund kabarnya menimbang untuk menggantikan pelatih Thomas Doll musim kompetisi mendatang. Namun rekor buruk berakhir di Commerzbank Arena, Jumat dinihari ini. Dortmund yang bertindak selaku tim tamu pulang dengan membawa satu poin setelah berhasil menahan imbang 1-1 Eintracht Frankfurt di pekan ke-30.
Hasil tersebut sudah cukup bagi Dortmund naik satu tingkat ke posisi 12 dan unggul delapan poin dari zona degradasi. Satu lagi, lumayan melegakan napas Doll yang terbebani target. Sementara bagi tim besutan Friedhelm Funkel, hasil tersebut membuat Die Adler—Si Elang—tertahan di peringkat delapan yang gagal mendekatkan diri dengan zona Eropa.
Pertandingan babak pertama berjalan datar sampai tim tamu menguasai jalannya pertandingan memasuki menit ke-20. Menit ke-23 Benjamin Kohler mengancam namun tendangannya yang membentur Antonio Rukavina dengan mudah kiper Marc Ziegler menguasai bola. Itulah satu-satunya aksi yang menarik.
Tapi di babak kedua Frankfurt tidak buang-buang waktu. Hanya berjalan beberapa detik selepas turun minum, sundulan Kohler menyambut crossing Patrick Ochs menggetarkan gawang Ziegler. 1-0 Frankfurt memimpin. Menit ke-48, Dortmund merespon dan nyaris menjebol gawang markus Proll. Marc-Andres Kruska melepaskan tendangan keras jarak jauh yang menghujam tiang gawang bagian bawah.
Dortmund akhirnya menyamakan kedudukan melalui aksi Jakub Blaszczykowski yang lolos dari jebakan offside. Skor berubah 1-1. Proll menyelamatkan gawangnya untuk menjaga skor tetap imbang dengan menahan sundulan deras Mladen Petric. Menit ke-76 sekali lagi peluang Petric terbuang percuma. Ochs memberi ancaman bagi Ziegler sebelum peluit akhir ditiup wasit Wolfgang Stark.
Susunan pemain:

Eintracht Frankfurt: Proll; Spycher, Russ, Ochs, Galindo; Weissenberger , Fink, Inamoto; Köhler, Amanatidis, Fenin.

Borussia Dortmund: Ziegler; Kovac, Dede, Worns, Rukavina; Kruska, Kringe , Tinga, Blaszczykowski ; Frei , Petric.

sumber Dortmund Curi Poin di Frankfurt : LiputanBola.Com
DORTMUND CURI POIN DI FRANKFURT