Tampilkan postingan dengan label piala uefa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label piala uefa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Juli 2008

Kerusuhan Manchester Tak Akan Terulang Seputar Berita Dunia Sepak Bola

KERUSUHAN MANCHESTER TAK AKAN TERULANG SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

KERUSUHAN MANCHESTER TAK AKAN TERULANG

Menjelang perhelatan final Liga Champions 2008, pemerintah Rusia mewanti-wanti agar para pendukung Inggris, yakni fans MU dan Chelsea, yang akan menyaksikan partai puncak tersebut agar dapat menghormati mayarakat Moskow. Mereka pun menjamin peristiwa penikaman suporter Zenit St Petersburg tidak akan terulang. Untuk itu, Rusia menyiapkan enam ribu anggota kepolisian serta personel tambahan dari kesatuan militer untuk mengamankan partai final.
Antisipasi ini dilakukan Rusia karena mereka tidak mau kecolongan seperti peristiwa kerusuhan yang terjadi pasca final Piala UEFA Rabu lalu }. Meski demikian, menteri Olahraga Rusia, Vitaly Mutko, menjamin bahwa pengamanan yang dilakukan aparat Rusia tidak akan berupa penanganan ekstra keras seperti yang selama ini dilakukan oleh aparat keamanan Spanyol dan Italia dalam menangani pendukung Inggris.
Diperkirakan sebanyak 50.000 pendukung MU dan Chelsea akan menyemarakkan kota Moskow pekan depan. Mutko, yang juga turut menyaksikan laga final Piala UEFA, menyatakan telah melakukan pembicaraan via video call dengan para calon tamunya tersebut.
Dalam percakapan tersebut, Mutko menekankan pentingnya para pendukung untuk menghormati warga Moskow, serta siap menerima kekalahan. “Saya mendesak agar anda menghormati tradisi dan kebiasaan kami dan orang-orang yang hidup di kota . Di sepakbola selalu ada pihak yang menang dan kalah. Maka saya meminta kepada pendukung tim yang kalah , yang akan kecewa, agar dapat menjaga sikap dan perilakunya,” demikian bunyi pesan yang disampaikan Mutko seperti dikutip Goal.
Mutko melanjutkan dengan memastikan kalau pihaknya akan memfokuskan perhatian pada membuat para tamunya merasa aman dan nyaman selama berada di Moskow. “Kami akan melakukan segala yang dapat kami lakukan untuk menjamin tindakan kepolisian dan militer tidak akan melukai siapapun. Kami pun menjamin bahwa tidak akan ada balas dendam dari publik kami terhadap pendukung asal Inggris,” tandasnya.
Langkah antisipatif lainnya dilakukan pemerintah Rusia dengan melarang siapapun mengonsumsi alkohol di jalan-jalan umum. Plus, mereka tidak akan menyediakan televisi layar lebar bagi para pendukung yang tidak memiliki tiket. Artinya, pemerintah Rusia tidak mengharapkan para pendukung yang tidak memiliki tiket untuk memenuhi area luar stadion. Mengenai hal ini, MU pun sebelumnya telah menghimbau agar para pendukungnya yang tidak memiliki tiket untuk tidak berangkat ke Moskow }.

sumber Kerusuhan Manchester Tak Akan Terulang : LiputanBola.Com
KERUSUHAN MANCHESTER TAK AKAN TERULANG

Selasa, 15 Juli 2008

Fokusnya, Persaingan di Papan Bawah Seputar Berita Dunia Sepak Bola

FOKUSNYA, PERSAINGAN DI PAPAN BAWAH SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

FOKUSNYA, PERSAINGAN DI PAPAN BAWAH

Kompetisi La Liga Spanyol di musim 2007-08 tinggal menyisakan satu pertandingan yang bakal menentukan nasib tim-tim papan bawah klasemen yang sedang berjuang menghindari jerat degradasi. Dari jatah tiga tim yang harus turun kasta ke Segunda Divisione, baru dua tim yang telah dipastikan nasibnya: Levante dan Real Murcia. Satu jatah lainnya masih akan diperebutkan empat tim: Real Zaragoza, Osasuna, Recreativo Huelva, dan Real Valladolid.
Dengan masih adanya kemungkinan perubahan di peringkat ketiga sampai ketujuh, pertandingan yang mempertemukan tim-tim papan bawah diyakini bakal lebih menyita perhatian pecinta sepakbola di ranah Spanyol. Bagi keempat tim di atas, hanya ada satu cara untuk melepaskan mereka dari jeratan degradasi yaitu meraih tiga poin maksimal alias kemenangan.
Karenanya, Blanquillos—julukan Zaragoza, tim yang di atas kertas peluangnya paling kecil, bakal menghadapi tugas berat saat bertandang ke Stadion Estadi Ono, markasnya Real Mallorca. Pasalnya, tim tuan rumah sedang dalam kondisi yang terbaik: meraih lima kali kemenangan beruntun dalam lima partai terakhir.
Mallorca pun masih berpeluang meraih satu tiket ke UEFA Cup, bersaing dengan Sevilla dan Racing Santander. “Kami harus bersiap mati di lapangan dan melakukan apapun untuk meraih kemenangan,” tegas Alberto Zapater, kapten Zaragoza, seperti yang dikutip Soccernet. Terakhir, Zaragoza meraih kemenangan away saat menundukkan Almeria 1-0 di Estadio del Mediterraneo, 31 Oktober 2007.
Langkah berat pun harus dilakoni Osasuna yang berada satu strip di atas Zaragoza. Skuad yang diasuh Jose Angel Ziganda itu berkunjung ke Estadio El Sardinero, markasnya Racing. Seperti yang tertera di atas Verdiblancos—julukan Racing—masih berpeluang meraih tiket ke UEFA Cup.
Yang paling mendebarkan dan pantas disebut partai real final adalah pertandingan antara Recreativo versus Valladolid yang bakal digelar di Estadio Nuevo Colombino. Dengan keunggulan head-to-head dengan Zaragoza, Valladolid cukup bermain imbang guna mempertahankan posisinya di Primera Division.
Sebaliknya, Recre wajib meraih tiga angka. Peluang Recre untuk bertahan tetap terbuka dengan syarat Osasuna tergelincir di kandang Racing. Pasalnya Recre unggul head-to-head. Meski demikian, pelatih Manolo Zambarano menegaskan tekad Florent Sinama-Pongolle dkk adalah meraih tiga angka. “Kami wajib meraih kemenangan,” tegas Zambrano.

sumber Fokusnya, Persaingan di Papan Bawah : LiputanBola.Com
FOKUSNYA, PERSAINGAN DI PAPAN BAWAH

Kericuhan Suporter Warnai Final Piala UEFA Seputar Berita Dunia Sepak Bola

KERICUHAN SUPORTER WARNAI FINAL PIALA UEFA SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

KERICUHAN SUPORTER WARNAI FINAL PIALA UEFA

Final Piala UEFA yang mempertemukan Zenit St Petersburg versus Rangers tercoreng. Malam puncak turnamen antara klub Eropa kelas dua diwarnai aksi kerusuhan massal yang melibatkan para pendukung kedua tim dan pasukan keamanan setempat.
Seorang suporter asal Rusia menjadi korban penusukan. Insiden terjadi di luar City of Manchester Stadium yang menjadi venue malam final yang berakhir 2-0 dan mengantar Zenit meraih trofi Eropa untuk pertama kalinya.
Greater Manchester Police membenarkan adanya korban penusukan. GMP mengkonfirmasi si korban tidak terancam jiwanya dan telah mendapat perawatan di rumah sakit. Sebanyak enam orang di tahan akibat insiden penyerangan tersebut yang diduga kuat merupakan suporter Rangers.
Kericuhan suporter memang dikhawatirkan akan meledak. Sekitar 100.000 fans Rangers tumplek di Kota Manchester dan itu belum ditambah oleh 9.000 suporter Zenit yang menyebrang dari Rusia. Benar saja, ribuan suporter Rangers yang tidak memegang tiket terlibat bentrok dengan petugas keamanan di area nonton bareng di Piccadilly Gardens. Keributan dipicu oleh rusaknya layar raksasa yang sengaja disediakan oleh panitia pertandingan.
Seperti dilansir Sporting Life, botol dan kaleng bertebrangan ke arah polisi. Sementara polisi yang sempat mundur kembali melabrak dan menghajar perusuh dengan pentungan dan tameng. Setelah insiden pertama usai seorang suporter terbaring di jalan akibat mengalami cedera. Ditambah jumlah enam orang yang ditahan akibat insiden penusukan, total 30 suporter ditahan oleh pihak berwenang.
Juru bicara GMP berkata: “GMP berharap semua suporter bisa menjaga tindakan dan datang ke Manchester untuk menyaksikan dan menikmati atmosfir dengan lancar. Tidak ada ampunan bagi yang niat berbuat onar.” Insiden ini kembali mencoreng persepakbolaan Eropa akibat ulah suporter.
Para suporter berkilah bahwa kesalahan ada pada panitia pertandingan. Layar yang tidak bekerja jelas membuat ribuan suporter kesal bukan kepalang. “Orang-orang Manchester sangat fantastis—tapi panitia di balik pertandingan final ini sungguh memalukan. Beberapa suporter sangat marah. Mereka menghabiskan banyak uang dan meluangkan waktu dan tenaga untuk menyaksikan laga penting ini. Tapi ternyata…,” ujar seorang fans Rangers kepada BBC.

sumber Kericuhan Suporter Warnai Final Piala UEFA :
KERICUHAN SUPORTER WARNAI FINAL PIALA UEFA

Zenit Torehkan Sejarah Seputar Berita Dunia Sepak Bola

ZENIT TOREHKAN SEJARAH SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

ZENIT TOREHKAN SEJARAH

Puasa gelar Eropa selama 36 tahun membuat kubu Glasgow Rangers sangat bersemangat menghadapi final Piala UEFA yang digelar Rabu atau Kamis dini hari WIB. Tidak heran, jika dukungan penuh diberikan para fans Rangers.
Namun, 14.000 pendukung Rangers yang menyaksikan pertandingan final di Stadion City of Manchester-dan ratusan ribu lagi yang tidak menyaksikan langsung- harus merasa kecewa. Tim kesayangannya tumbang 2-0 di tangan Zenit St Petersburg. Sebaliknya, kubu Zenit pantas bergembira. Mereka akhirnya mampu meraih gelar Eropa untuk pertama kalinya.
Sebelum pertandingan dimulai, kubu Rangers pantas optimis. Sebab gelandang bertahan mereka, Kevin Thomson, telah pulih dari cedera dan dapat merumput. Kondisi sebaliknya menimpa Zenit yang terpaksa harus kehilangan striker Pavel Pogrebnyak akibat akumulasi kartu kuning. Beruntung, Zenit dapat menurunkan Andrei Ashravin yang telah menjalani masa hukuman.
Zenit membuka peluang terlebih dahulu di menit kelima melalui Ashravin, sayang tembakannya masih melebar. Tekanan Zenit terus berlanjut, umpan terobosan Zyrianov kepada Fatih Tekke berpeluang membahayakan pertahanan Rangers, dengan sigap David Weir berhasil memotong bola tersebut. Sesaat kemudian, giliran Tymoschuk yang melepaskan tembakan yang masih dapat diselamatkan kiper Rangers, Neil Alexander.
Perlahan Rangers mulai bangkit dan mampu menguasai lini tengah. Tembakan yang dilepaskan Darcheville dan Barry Ferguson, membuat barisan pertahanan Zenit dan kiper Malafeev bekerja keras mempertahankan gawangnya. Tidak mau ketinggalan, Zenit balik menekan. Namun upaya Zenit juga masih belum menemui hasil saat tembakan setengah voli Alexandr Anyukov masih belum merepotkan Alexander. Skor imbang tanpa gol pun bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Rangers banyak melakukan gebrakan. Salah satu momen penting terjadi kala tembakan yang dilepaskan Darcheville dapat ditepis Malafeev, bola muntah dengan cepat disambar oleh Ferguson. Tembakan Ferguson urung berbuah gol lantaran bola tersebut mengenai lengan Denisov. Namun, wasit Peter Frojdfeldt tidak meniup peluit dan menginstruksikan agar permainan berjalan terus.
Keadaan berbalik, Rangers yang banyak mendapat gempuran dari kubu Zenit. Salah satu peluang terbaik dimiliki Zenit melalui sebuah serangan balik. Bola panjang mampu dikejar oleh Arshavin, Alexander yang mencoba mengejar bola tersebut gagal menjangkaunya. Arshavin melepaskan tembakan ke gawang Rangers, namun Sasa Papac yang berada di garis gawang mampu menyundul bola tersebut.
Telur akhirnya pecah di menit ke-73. Sebuah umpan dari Arshavin kepada Igor Denisov berhasil dikejar Denisov. Lantas ia berhadapan satu-lawan-satu dengan Alexander, tanpa kesulitan Denisov melepaskan tembakan ke sudut kanan gawang Rangers yang tidak mampu dihalau sang kiper.
Tertinggal satu gol, Rangers berusaha sekuat tenaga untuk menyamakan kedudukan. Berbagai upaya serangan dilakukan anak-anak asuh Walter Smith ini. Namun Semuanya sia-sia. Rangers tetap tidak mampu menjebol gawang Malafeev. Pendukung Rangers makin berduka kala Konstantin Zyrianov menggandakan kedudukan di menit ke-93. Menerima umpan silang jarak dekat dari Tekke, Zyrianov dengan mudah menceploskan bola ke gawang Alexander.
Susunan pemain:

Zenit St Petersburg: Malafeev, Krizanac, Tekke, Arshavin, Sirl, Shirokov, Zyryanov, Faitzulin , Aniukov, Denisov, Tymoschuk.

Glasgow Rangers: Alexander, Weir, Papac , Ferguson, Hemdani , Thomson, Darcheville, Broadfoot, Cuellar, Whittaker , Davis.

sumber Zenit Torehkan Sejarah :
ZENIT TOREHKAN SEJARAH

MAU KEMANA, LAUDRUP? SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

MAU KEMANA, LAUDRUP? SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

MAU KEMANA, LAUDRUP?

Hanya semusim Michael Laudrup menunaikan tugasnya melatih Getafe. Meskipun terbilang sukses membawa Azulones bertahan di La Liga dan sempat menjulang tinggi di ajang Copa del Rey: tampil di babak final seperti yang dilakukan pendahulunya Bernd Schuster, bahkan nyaris melaju ke babak semifinal UEFA Cup—disingkirkan Bayern Muenchen—tampaknya legenda Denmark berusia 43 tahun itu telah patah arang dengan kebijakan manajemen klub.
Hal itu diungkapkan agen Laudrup, Bayram Tutumlu. Tutumlu menepis jika keinginan kliennya itu disebabkan karena imej Getafe di persepakbolaan Spanyol. “Tidak. Itu tidak disebabkan kecilnya nama Getafe. Sejauh ini, Angel bersikap baik terhadap Laudrup. Tapi, kisah Laudrup di Getafe telah usai,” tegas Tutumlu seperti yang dikatakannya kepada Globo FM.
Salah satu kekecewaan Tutumlu adalah ketika melihat kegagalan Ruben de la Red dkk saat menghadapi Muenchen di leg kedua perempat final UEFA Cup. Saat itu, meski bermain dengan 10 pemain sejak menit keenam babak pertama, Getafe berhasil unggul 3-1 di awal babak pertama perpanjangan waktu. Sayang, kelengahan David Cortes dkk membuat striker Muenchen, Luca Toni, dua kali menjebol gawang Roberto Abbondanzieri di lima menit terakhir. Alhasil, Getafe kalah agregat gol.
“Saya benar-benar kecewa ketika Getafe kalah dari Bayern . Semestinya melangkah ke babak semifinal menjadi prestasi terbaik tim dalam satu abad terakhir. Memang, musim ini tidaklah terlalu menggembirakan. Seharusnya, hasilnya lebih baik. Dengan unggul 3-1 melawan Bayern dimana waktu tersisa hanya beberapa menit saja, semestinya kami tidak perlu kalah,” aku Tutumlu.
Menurut Tutumlu, andaikata manajemen klub tidak melepas para pemain kunci di bursa transfer musim panas lalu, prestasi Getafe di musim ini bakal jauh lebih baik. Seiring dengan kedatangan Laudrup ke Coliseum Alfonso Perez, Juli 2007 lalu, Getafe malah melego striker andalannya Daniel Guiza ke Real Mallorca.
Terbukti, sampai satu partai tersisa di musim ini, Guiza bertengger di posisi puncak pencetak gol alias top skorer dengan raihan 26 gol. Prestasi yang melebihi hasil yang didapat para penyerang lainnya yang telah punya nama di level internasional, semacam Luis Fabiano , Sergio “Kun” Aguero dan Raul Gonzalez .
“Andaikata Michael masih mempunyai striker yang jempolan, sangat mungkin di akhir musim ini Getafe berhasil meraih tiket ke Liga Champions atau UEFA Cup,” tegas Tutumlu. “Dari lima penyerang yang saat ini dimiliki klub, tidak seorang pun yang mampu mencetak gol seperti Guiza. Itu artinya kesalahan manajemen.”
Tutumlu mengakui klub-klub di Eropa sangat tertarik untuk memakai jasa Laudrup. Namun, mantan penyerang Barcelona dan Real Madrid itu enggan untuk meninggalkan Spanyol. Sebab, “Spanyol sudah menjadi rumah kedua baginya . Lagipula, keluarganya sangat senang tinggal di sini,” terang Tutumlu.
Sevilla? “Mengapa tidak? Banyak tawaran dari sejumlah negara Eropa. Yang paling ngebet, Galatasaray. Yang lain, dari Portugal, Rusia, dan bahkan Inggris. Tapi, bukan Chelsea. Klub lain,” pungkas Tutumlu tanpa mau menyebutkan tim premiership mana yang hendak merekrut kliennya.

sumber Mau Kemana, Laudrup? : LiputanBola.Com
Mau Kemana, Laudrup?

ZENIT BIDIK TONGGAK SEJARAH SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

ZENIT BIDIK TONGGAK SEJARAH SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

ZENIT BIDIK TONGGAK SEJARAH

City of Manchester Stadium menjadi gelanggang pertarungan dua finalis Piala UEFA, Zenit St Petersburg versus Rangers. Selangkah lagi Zenit menorehkan catatan sejarah dengan tampil juara untuk pertama kalinya di kancah Eropa. Sedangkan Rangers 36 tahun lalu pernah berjaya di Cup Winners’ Cup.
Kedua tim merupakan tim yang pada awalnya jarang mendapat perhatian. Kini, Zenit lebih difavoritkan setelah menggebuk favorit kuat Bayern Muenchen di babak semifinal. Namun jangan remehkan The Gers—julukan Rangers. Kandidat juara Liga Premier Skotlandia tersebut memiliki lini pertahanan yang kokoh.
Lihat saja bagaimana pasukan yang diasuh oleh manajer Walter Smith. Sampai di final gawang Barry Ferguson dkk hanya kebobolan dua gol. Solidnya pertahanan di bawah komando David Weir menjadi sisi yang sangat dicermati. Namun bukan berarti kekuatan lawan itu menyiutkan nyali tim asuhan Dick Advocaat.
Kapten Zenit, Anatoliy Tymoschuk menyatakan ia dan rekan-rekanya tidak gentar membobol pertahahan alot yang dimainkan Rangers. “Cara terbaik melemahkan pertahanan berlapis adalah melalui serangan yang dibangun dengan gerakan mengejutkan secara kolektif dan skill pribadi,” ujar Tymoschuk kepada BBC. “Kita tunggu dan lihat saja apa yang nanti diterapkan menghadapi mereka”
Mencermati lawan memang ada baiknya, tapi di atas itu semua adalah berkonsentrasi untuk memaksimalkan kekuatan diri sendiri. Dan Tymoschuk yang merupakan gelandang bertahan internasional Ukraina sangat menyadari arti sebuah kepercayaan diri. “Segala yang kami butuhkan ada di tangan, kaki, kepala dan dada kami. Rangers punya kelemahan dan juga memiliki kekuatan. Tim manapun yang telah mencapai babak final tidak bisa diremehkan,” tambah pemain berusia 29 tahun tersebut.
Sayangnya di final nanti Advocaat tidak bisa menurunkan striker utamanya, Pavel Pogrebnyak. Striker Timnas Rusia itu merupakan top skorer Piala UEFA dengan perolehan 10 gol. Pogrebnyak absen lantaran hukuman akumulasi karena telah mengoleksi tiga kartu kuning. Absennya penggedor handal sekelasnya jelas mempengaruhi kekuatan tim dan itu diakui oleh rekan duet Tymoschuk, Roman Shikorov.
“Pertandingan nanti jelas tidak mudah untuk dimnangkan, apalagi Pogrebnyak tidak bermain,” papar Shikorov. “Saya berharap Fatih Tekke dan Alejandro Dominguez mampu menggantikan perannya dengan sama baiknya,”

sumber Zenit Bidik Tonggak Sejarah : LiputanBola.Com
Zenit Bidik Tonggak Sejarah

GONJANG-GANJING OWEN DI NEWCASTLE SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

GONJANG-GANJING OWEN DI NEWCASTLE SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

GONJANG-GANJING OWEN DI NEWCASTLE

Kabar tak sedap berhembus dari St James Park. Tebersit kemungkinan Michael Owen akan meninggalkan markas Newcastle United. Masalah timbul dari pembicaraan kontrak baru yang terkatung-katung tanpa menemui jalan tengah. Owen mengambil ancang-ancang akan mencari klub baru jika The Magpies berniat memotong gajinya.
Sudah sejak dua bulan lalu terdengar wacana Owen dan Newcastle membicarakan perpanjangan kontrak. Wajar mengingat kontraknya kadaluarsa di penghujung musim depan. Namun negosiasi mentok lantaran Owen menginginkan perbaikan bayaran }, sementara Newcastle ingin memangkasnya.
Kevin Keegan, manajer Newcastle, menginginkan dewan pengurus untuk mengikat kapten dan penyerang andalnya dengan kontrak baru jangka panjang. Akan tetapi, seperti dirilis Daily Mail, negosiasi awal Newcastle ingin memotong pendapatan per pekannya dari 120 ribu menjadi 80 ribu. Karuan saja agennya dan berakhirnya petualangan tiga tahun di St James Park terkuak.
Hijrah ke salah satu anggota the big four dirasa tidak mungkin. Baik Owen dan Manchester United sama sekali tidak pernah mengiyakan kabar kemungkinan kepindahan ke Old Trafford. Rafa Benitez tidak berminat memanggilnya pulang tiga tahun lalu dari Real Madrid dan demikian pula sekarang. Sedangkan baik Arsenal maupun Chelsea sama sekali belum pernah menyatakan ketertarikan.
Kehilangan Owen bisa menjadi mimpi buruk bagi Keegan. Striker Timnas Inggris tersebut merupakan instrumen utama Keegan di Newcastle pada periode kedua kalinya menduduki kursi manajer. Perpanjangan kontrak Owen jadi salah satu agenda teratas Keegan dalam pertemuan dengan owner klub, Mike Ashley dan dewan direksi. Kepada publik Keegan mengungkapkan tidak akan sanggup merekrut dengan kualitas sepadan mengingat bujet belanja ditekan.
Di lain sisi, Newcastle mempertanyakan kontribusi Owen yang dibeli mahal dari Real Madrid dan bayaran yang terbilang tinggi selama ini. Everton kemungkinan menjadi klub yang tertarik untuk membawanya kembali ke tanah Merseyside. The Toffees merupakan klub yang dikaguminya sewaktu kanak-kanak. Di Everton pulalah ayahnya, Terry Owen, pernah bermain.
Di bawah manajer David Moyes, Everton melaju di jalur yang benar. Jika bergabung dengan Phil Neville dkk maka Owen berkesempatan kembali berlaga di Eropa setelah Everton berhak atas tiket Piala UEFA. Satu masalah mengganjal yakni masalah besarnya gaji, namun Owen sepertinya akan dengan senang hati mengkorting diri. Masalah fee transfer tidak akan terlalu mengganjal karena Newcastle tentunya tidak ingin melepasnya gratis musim panas 2009.

sumber Gonjang-ganjing Owen di Newcastle : LiputanBola.Com
Gonjang-ganjing Owen di Newcastle

ADVOCAAT TAK CEMAS DENGAN ABSENNYA POGREBNYAK SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

ADVOCAAT TAK CEMAS DENGAN ABSENNYA POGREBNYAK SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

ADVOCAAT TAK CEMAS DENGAN ABSENNYA POGREBNYAK

Musim ini musim yang paling membahagiakan bagi Zenit St Petersburg. Setelah berhasil menjuarai Liga Premier Rusia 2007—setiap musim digelar Maret-November pada tahun berjalan—pencapaian terbaik sejak 1984, klub yang berjuluk Sine-belo-golubye itu mampu mengejutkan banyak pihak dengan melaju ke babak final UEFA Cup setelah dalam babak semifinal menggulingkan tim favorit, Bayern Muenchen }.
Sayangnya, dalam babak final yang bakal digelar hari Rabu, 14 Mei, lusa, di City of Manchester Stadium, markasnya Manchester City, Zenit bakal tampil tanpa salah satu pemain andalannya di lini depan yang juga menjadi top skorer tim dan UEFA musim ini, Pavel Pogrebnyak.
Penyerang kelahiran Moskow berusia 24 tahun itu mendapat kartu kuning kedua saat leg kedua semifinal melawan Muenchen di Petrovski Stadium, 1 Mei lalu. Dalam partai itu Pogrebnyak memborong dua dari empat gol kemenangan Zenit.
Meski demikian, pelatih Zenit asal Belanda, Dick Advocaat, tidak khawatir dengan absennya Pogrebnyak yang telah mencetak 11 gol dalam 23 partai Zenit di Liga Premier Rusia musim ini dan 10 gol di ajang UEFA Cup.
“Penampilan Pavel di kompetisi Eropa musim ini sungguh luar biasa. Saya sangat gembira dengan apa yang telah ditampilkannya. Absennya memang kerugian yang sangat besar bagi kami. Tapi, itu bukan tragedi,” tegas Advocaat, 60 tahun, seperti yang dikutip AFP.
Keyakinan Advocaat didasarkan atas pengalamannya menukangi Zenit di musim ini yang kerapkali ditinggalkan para pemain intinya, baik karena cedera maupun hukuman akumulasi kartu. “Sepanjang musim ini, kami sering bermain tanpa sejumlah pemain inti. Meski demikian, toh akhirnya kami mampu mencapai babak final. Saya yakin, kami mempunyai pemain peklapis untuk menggantikan peran Pavel,” tandas Advocaat.
Kabar bagus bagi Advocaat, dalam partai pamungkas, ia kembali dapat menurunkan striker dan penyerang Timnas Rusia, Andrei Arshavin, dan duet gelandang Radek Sirl dan Fernando Ricksen .

sumber Advocaat Tak Cemas dengan Absennya Pogrebnyak : LiputanBola.Com
Advocaat Tak Cemas dengan Absennya Pogrebnyak

FULHAM DAPAT TIKET GRATIS KE UEFA CUP? SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

FULHAM DAPAT TIKET GRATIS KE UEFA CUP? SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

FULHAM DAPAT TIKET GRATIS KE UEFA CUP?

Bagai mendapat durian runtuh. Kemenangan atas Portsmouth di partai terakhir kompetisi, tidak hanya mempertahankan status Fulham sebagai penghuni Liga Premier musim depan, melainkan bisa membawa klub yang bermarkas di Craven Cottage itu bertanding di ajang Eropa, yaitu babak kualifikasi putaran pertama UEFA Cup.
Sebagaimana diketahui, babak kualifikasi UEFA Cup terdiri dari dua babak yang biasanya digelar di bulan Juli dan Agustus. Selain tim-tim yang lolos lewat jalur Intertoto Cup, UEFA memutuskan memberi tiga tempat kepada tim-tim yang dinobatkan sebagai pemenang Fair Play Ranking. Dari tiga tim itu, satu tempat telah dipastikan milik Inggris. Dua lainnya bakal diperebutkan oleh Norwegia, Denmark, Swedia, Finlandia, Jerman, Spanyol, dan Prancis.
Sampai pekan ke-37 kompetisi premiership, satu jatah Inggris hampir dipastikan menjadi milik Manchester City. Pasalnya, sampai 5 Mei 2008, The Citizens menempati ranking kelima dalam daftar Fair Play Table Liga Premier. Empat tim lainnya yang mempunyai koefisien jauh lebih baik dibanding Man City adalah Tottenham Hotspur, Manchester United, Liverpool, dan Arsenal. Spurs telah memastikan diri meraih tempat di babak penyisihan grup UEFA Cup. Sementara tiga tim elite premiership dipastikan bermain di ajang Liga Champions.
Namun, jalannya pertandingan di Fratton Park antara Pompey vs The Cottagers berbanding kontras dengan yang terjadi di Riverside Stadium yang menggelar pertandingan Middlesbrough vs Man City. Dalam partai yang berkesudahan dengan skor menyolok bagi tuan rumah, 8-1, itu, tim tamu, The Citizens, harus mendapat pengurangan poin fair play akibat dikartumerahkannya secara langsung kapten tim Richard Dunne. Sementara, Danny Murphy dkk bersih dari hukuman kartu.
Dengan deduksi tiga poin plus satu angka dari kartu kuning yang diterima bek Sun Jihai, maka total jenderal poin fair play Man City berkurang empat poin. Melihat tabel Fair Play Liga Premier, pengurangan itu membuat posisi The Citizens bakal melorot ke posisi ketujuh yang sebelumnya ditempati Fulham.
Hal inilah yang memicu spekulasi jika Fulham-lah yang berhak mewakili Inggris ke ajang babak kualifikasi UEFA Cup putaran pertama. Sebab, posisi The Cottagers justru naik seiring dengan reward atau hadiah 10 poin dengan bebasnya anak-anak asuhan Roy Hodgson dari hukuman kartu. Sementara, posisi keenam ditempati Everton yang sudah memastikan diri lolos ke babak penyisihan bersama-sama Spurs.
Kemungkinan meraih tiket lewat Fair Play Ranking itu diakui kubu Fulham. “Sangat jelas jika kini kami sangat mungkin dapat bertanding di UEFA Cup. Memang, proses penghitungan tabel sangat rumit. Tapi, kami tahu betul posisi kami sangat menjanjikan . Karenanya, kami berharap kepastian dari Liga Premier di awal pekan depan,” kata Sarah Brooks, juru bicara klub, seperti yang dikutip Team Talk.
Untuk menentukan daftar terakhir dari tabel Fair Play, Liga Premier terlebih dahulu harus meneliti dan menghitung jumlah kartu yang diterima masing-masing tim di pertandingan pamungkas, Minggu, 11 Mei, kemarin. Selain itu, faktor yang diperhitungkan dalam penentuan jumlah koefisien fair play juga meliputi sikap para pemain setiap tim kepada para pemain lawan dan kepada wasit serta tindakan para ofisial tim di bench.

sumber Fulham Dapat Tiket Gratis ke UEFA Cup? : LiputanBola.Com
Fulham Dapat Tiket Gratis ke UEFA Cup?

INGGRIS PERMUDAH URUSAN VISA SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

INGGRIS PERMUDAH URUSAN VISA SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

INGGRIS PERMUDAH URUSAN VISA

Fenomena menarik terjadi di final Liga Champions dan Piala UEFA. Seolah-olah terjadi migrasi antara orang Inggris dan Rusia. Orang Inggis akan bertandang ke Rusia, tepatnya Stadion Luzhniki untuk menyaksikan tim kesayangan mereka berlaga di final Liga Champions. Sedangkan orang Rusia akan menemani tim jagoannya menjalani laga final Piala UEFA yang akan digelar di Stadion City of Manchester.
Pendukung MU dan Chelsea sempat mencemaskan masalah visa yang semestinya mereka butuhkan untuk dapat memasuki Rusia }. Beruntung, setelah menjalani proses negosiasi alot, pemerintah Rusia mengizinkan fans MU dan Chelsea menonton pertandingan final tersebut tanpa harus mengantongi visa }.
Mungkin terpengaruh sikap terbuka yang ditunjukkan pemerintah Rusia, maka pemerintah Inggris pun memudahkan pengurusan visa bagi penonton partai final Piala UEFA yang berasal dari Rusia. Memang, para penonton tersebut tidak sepenuhnya bebas visa, namun pemerintah Inggris berjanji bahwa visa tersebut akan dapat diperoleh dengan gratis. Untuk mendapatkan visa gratis tersebut, pemohon hanya perlu mendaftarkan diri ke situs Kantor Urusan Luar Negeri Inggris, www.visa4uk.fco.gov.uk.

Kemudahan mendapatkan visa yang dilakukan oleh kedua negara ini dapat dipandang sebagai langkah positif. Sebab Rusia dan Inggris pernah berseteru akibat pembunuhan yang dilakukan oleh mantan agen Rusia, Alexander Litvinenko di London pada 2006 silam. Saat itu, Moskow menolak menyerahkan Litvinenko untuk diadili di Inggris.
UEFA sendiri telah menyerahkan sebanyak 13.000 lembar tiket bagi klub Zenit untuk dijual kepada para pendukungnya. Selain untuk pertandingan final Liga Champions, anggota Parlemen Rusia, Mikhail Grishakov, mengatakan bahwa berdasarkan hukum Rusia yang baru, bebas visa juga akan dikenakan bagi peserta ajang-ajang olah raga internasional lainnya yang akan digelar di negara tersebut, seperti Olimpiade Musim Dingin 2014.

sumber Inggris Permudah Urusan Visa : LiputanBola.Com
Inggris Permudah Urusan Visa

PLATINI SANJUNG SPORTIVITAS FIORENTINA SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

PLATINI SANJUNG SPORTIVITAS FIORENTINA SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

PLATINI SANJUNG SPORTIVITAS FIORENTINA

Kekalahan adu penalti dari Glasgow Rangers di semifinal Piala UEFA, membnuat Fiorentina mesti melupakan satu-satunya gelar juara yang masih mungkin mereka rengkuh. Kecewakah kubu Fiorentina? Pasti. Namun, hal tersebut tidak lantas membuat mereka melupakan nilai-nilai sportivitas. Sebab setelah pertandingan tersebut berakhir, para punggawa Fiorentina memberi aplaus dan mengucapkan selamat kepada para pemain danstaf Rangers sebelum mereka meninggalkan lapangan.
Hal ini dipandang sangat positif oleh Presiden UEFA, Michel Platini. Tanpa sungkan, Platini melontarkan sanjungannya pada kubu Fiorentina. Ia berkata seperti dilansir UEFA.com “Pemain-pemain Fiorentina memperlihatkan kepada kita sebuah kehangatan hati dari sportivitas sebenarnya, dan rasa hormat pada pemain Rangers setelah klub Skotlandia tersebut memenangkan adu penalti yang dramatis tersebut.” Ia menambahkan “Sebagai tambahan, klub juga memperlihatkan pelayanan yang baik pada ribuan suporter Rangers, termasuk yang tidak memiliki tiket, dengan menyiapkan makanan,hiburan, dan tontonan siaran langsung di luar Stadio Artemio Franchi.”
Platini juga menyorot perhatian yang ditunjukkan Fiorentina pada suporter Rangers. “Fakta bahwa fans Rangers telah menghubungi pihak Fiorentina dan UEFA untuk membolehkan mereka diperbolehkan masuk ke Italia adalah pernyataan bahwa upaya yang baik telah dilakukan klub Italia dan direkturnya, dan sebagai bentuk penghormatan pada fans dari kedua belah pihak,” tuturnya
Untuk ke depan, Platini sangat berharap agar sportivitas yang telah ditampilkan kubu Fiorentina dapat ditularkan kepada pihak-pihak lain. “Hal tersebut memberikan sebuah kenyamanan karena saya dapat melihat sebuah bentuk fair play dan sportivitas masih terdapat di level tertinggi dari permainan ini. Rasa hormat yang ditunjukkan Fiorentina dan pemain mereka seharusnya menjadi contoh bagus bagi klub lain, pemain muda, dan suporter di manapun mereka berada,” tandas Platini.
Platini pantas berterimakasih atas sikap sportif yang ditampilkan pihak Fiorentina. Sebab, klub-klub Italia, terutama tifosinya, kerap berbuat onar kala timnya menjamu lawan dari daratan Inggris. Tercatat beberapa partai antara tim Italia dengan klub-klub Inggris Raya sering dihiasi dengan bentrokan antar pendukung.

sumber Platini Sanjung Sportivitas Fiorentina : LiputanBola.Com
Platini Sanjung Sportivitas Fiorentina