Minggu, 03 Agustus 2008

Italia Kecam Putusan FIFA Seputar Berita Dunia Sepak Bola

ITALIA KECAM PUTUSAN FIFA SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

ITALIA KECAM PUTUSAN FIFA


Hari Kamis kemarin, bertempat di Markas Besar FIFA di Zurich, Swiss, Komite Disiplin FIFA setelah mendengarkan keterangan Zinedine Zidane selama 90 menit–sebelumnya juga mendengarkan keterangan Marco Materazzi, 14 Juli–akhirnya memutuskan menjatuhkan hukuman kepada dua pemain tersebut terkait insiden tandukan kepala di babak final PD 2006 lalu.

Zidane mendapat sanksi larangan bermain selama tiga pertandingan internasional dan denda sebesar 7.500 franc Swiss , sementara Materazzi dijatuhi hukuman larangan tampil sebanyak dua pertandingan internasional dan denda sebesar 5.000 franc Swiss .

Kontan, melihat pemainnya dijatuhi hukuman tersebut, publik Italia meradang dan mengecam keras putusan FIFA. Bahkan, komentar yang terpedas datang dari Menteri Olahraga Italia, Giovanna Melandri yang menuduh FIFA telah berbuat diskriminasi. "Putusan tersebut menunjukkan sikap diskriminasi terhadap Italia," kata Melandri dalam konferensi persnya hari ini di Roma, seperti yang dikutip Reuters.

Media massa Italia yang terkenal galak, tak ketinggalan mencerca keputusan FIFA tersebut. Harian La Stampa, misalnya, menyebut putusan tersebut sebagai "putusan keji dan memalukan". Harian olahraga terkemuka La Gazzetta dello Sport mengangkat putusan FIFA itu dalam berita utamanya dengan mengambil judul "Zidane-Materazzi 3-2, Italia Marah", dan kemudian mengklaim hukuman yang dijatuhkan Komite Disiplin itu "terlalu rendah bagi Zidane". Gazzetta pun memberitakan, bahwasanya "para pemain, pemilik klub, politisi dan para pendukung Tim Azzurri sangat marah dan geram dengan hukuman tersebut".

Nada serupa juga diangkat La Repubblica yang mengatakan, "Tidak ada hukum yang dapat membenarkan tindakan melakukan provokasi dan reaksi berada dalam level yang sama. Dalam kasus Zidane-Materazzi, reaksi dapat menimbulkan kematian dimana korban dapat mengalami kegagalan jantung".

Pejabat tinggi FIGC tak ketinggalan angkat bicara menyikapi putusan FIFA itu. Menurut Komisioner Darurat, Guido Rossi, pihaknya akan menghormati vonis tersebut. Tapi, "Kasus ini tetap terpulang kepada tayangan televisi dan opini publik di seluruh dunia," kata Rossi.

Sementara itu, Presiden Inter Milan, klub dimana Materazzi bermain, Giacinto Facchetti meyakini pemainnya telah mendapat perlakuan kasar. "Saya akan selalu respek dengan FIFA, namun, perlu saya garis bawahi, keputusan tersebut menunjukkan adanya ketidakseimbangan ," kata Facchetti seperti yang dilansir di situs resmi klub.

Mantan kapten Tim Azzurri, Paolo Maldini pun tak ketinggalan menyuarakan pandangannya. "Benar-benar memalukan menghukum seorang pemain hanya gara-gara mengatakan sesuatu," kata Maldini. "Putusan ini adalah untuk pertama kalinya dan itu hanya dapat terjadi karena Materazzi seorang pemain Italia," ujar Maldini.

Dengan jatuhnya hukuman tersebut, maka Materazzi dipastikan akan absen membela Italia dalam pertandingan babak kualifikasi Piala Eropa 2008 Grup B melawan Lithuania, 2 September dan menghadapi Prancis, 6 September.

sumber Italia Kecam Putusan FIFA : LiputanBola.Com
ITALIA KECAM PUTUSAN FIFA

FIFA Hukum Zidane dan Materazzi Seputar Berita Dunia Sepak Bola

FIFA HUKUM ZIDANE DAN MATERAZZI SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

FIFA HUKUM ZIDANE DAN MATERAZZI


Dipimpin Marcel Mathier dari Swiss, Komite Disiplin FIFA, beranggotakan lima orang, yang bersidang hari ini, Kamis, 20 Juli, di Markas Besar FIFA di Zurich, Swiss, memutuskan menjatuhkan hukuman kepada dua pemain yang terlibat insiden tandukan kepala di babak final PD 2006 lalu, yaitu Zinedine Zidane dan Marco Materazzi .

Zidane, kapten tim Prancis yang mendapat kartu merah akibat ulahnya yang menandukkan kepala ke badan Materazzi mendapat sanksi larangan bermain selama tiga pertandingan internasional dan denda sebesar 7.500 franc Swiss . Berhubung Zidane sendiri telah memutuskan pensiun dari lapangan hijau alias gantung sepatu, maka sanksinya berbentuk akademis dan FIFA setuju dengan janji Zidane yang akan melakukan kerja sosial bersama anak-anak dan remaja selama tiga hari sebagai pengganti sanksi tersebut.

Sementara itu, Materazzi pun tak lupa kena getah dari kelakuannya yang melontarkan kata-kata penghinaan dan berulang kali melakukan provokasi terhadap Zidane. FIFA menjatuhkan hukuman larangan tampil sebanyak dua pertandingan internasional kepada Materazzi. Selain itu palang pintu Tim Azzurri itu mendapat denda sebesar 5.000 franc Swiss .

Sebelumnya, menyikapi insiden yang terjadi di babak kedua partai pamungkas babak final PD 2006 yang berlangsung di Olympiastadion, Berlin, 9 Juli lalu, FIFA meminta keterangan atau pernyataan dari kedua pemain secara tertulis. FIFA pun memerintahkan kedua pemain untuk menghadiri hearing yang dilakukan secara face-to-face. Tapi, Materazzi, dengan alasan waktunya bentrok dengan liburan keluarga, menolaknya dan berinisiatif untuk menemui Komite Disiplin, 14 Juli lalu. Zidane sendiri bersedia memenuhi panggilan dengan menghadiri sidang Komite Disiplin selama 90 menit sesaat sebelum keputusan resmi itu dikeluarkan FIFA.

Menurut FIFA, kedua pemain telah sama-sama menyatakan penyesalannya atas kelakuan yang tidak senonoh itu. Namun, "Kedua pemain sama-sama mengaku kata-kata yang terlontar dalam insiden itu hanya bersifat kalimat hinaan belaka. Kedua pemain pun menekankan komentar Materazzi tidak sedikit pun yang mengisyaratkan rasisme," demikian pernyataan resmi FIFA.

Meskipun mendapat hukuman, status gelar Pemain Terbaik Dunia, sampai sejauh ini, masih tetap milik Zidane. Sebelumnya, Presiden FIFA, Sepp Blatter sempat mengisyaratkan akan mencopot gelar tersebut jika Zidane terbukti bersalah. Hal itu, bahkan, tidak dibicarakan dalam sidang, kata Andreas Herren, juru bicara FIFA.

sumber FIFA Hukum Zidane dan Materazzi : LiputanBola.Com
FIFA HUKUM ZIDANE DAN MATERAZZI

Thuram: Materazzi itu Penyakit! Seputar Berita Dunia Sepak Bola

THURAM: MATERAZZI ITU PENYAKIT!

Berlibur di Guadeloupe dan ditunggu komentarnya oleh banyak klub yang menginginkan tandatangannya, Lilian Thuram bukannya membuat pernyataan soal masa depannya. Bek Prancis dan Juventus itu, justru malah membuat pernyataan tentang Materazzi yang membuat koleganya Zinedine Zidane diusir wasit.

"Pemain seperti dia, tak seharusnya dibiarkan ada!" kata Thuram pedas, seperti dikutip Channel4. "Orang-orang yang melakukan provokasi seperti dia, sudah sepatutnya mendapatkan hukuman yang berat!"

"Pemain seperti Materazzi seharusnya tidak pernah dibiarkan ada, karena mereka adalah 'penyakit' dari pertandingan itu, dan memberi kesan yang sangat buruk bagi penyelenggaraan Piala Dunia!" tambah Thuram. "Sayangnya, teman saya jatuh dalam jebakannya. Materazzi jelas-jelas sangat menghina keluarga Zidane dan karenanya saya sangat memahami reaksi Zidane, meski tak seharusnya ia melakukan hal itu."

Pernyataan Thuram itu jelas sangat mengagetkan, mengingat Thuram selama ini dikenal sebagai pemain yang santun. Bahkan semasa muda, pemain berusia 34 tahun ini sempat berniat untuk menjadi pendeta Katolik Roma, sebelum ia menceburkan diri dalam dunia sepakbola.

Thuram juga membantah jika kekalahan timnya dikarenakan oleh dikeluarkannya Zidane dari pertandingan itu. "Saya rasa, keluarnya Zidane bukanlah penyebab kekalahan kami, tetapi hal itu memang mempengaruhi sedikit konsentrasi kami."

Hingga saat ini, Thuram masih bungkam soal ke mana ia akan pergi setelah klub yang dibelanya, Juventus dipastikan bakal terdegradasi ke Serie B. Tawaran kepada Thuram memang tak sedikit, salah satunya, yang paling menarik perhatian Thuram adalah tawaran dari Barcelona.

sumber Thuram: Materazzi itu Penyakit! : LiputanBola.Com
THURAM: MATERAZZI ITU PENYAKIT!

Materazzi Hadapi Hukuman Seputar Berita Dunia Sepak Bola

MATERAZZI HADAPI HUKUMAN SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

MATERAZZI HADAPI HUKUMAN


Marco Materazzi,Stopper Italia yang baru saja dipanggil FIFA sehubungan perseteruannya dengan gelandang Prancis Zinedine Zidane, dikabarkan bakal mendapatkan hukuman dari Komdis FIFA. Sebuah sumber di Italia yang dikutip Channel4 menyebut, Matrix –panggilan Materazzi—kemungkinan bakal dilarang bermain dalam dua pertandingan di level internasional.

Matrix selama ini ditempatkan sebagai 'korban' pada kasus penandukkan Zidane di final Piala Dunia yang baru lalu. Tetapi belakangan Komdis FIFA tampaknya mulai 'membuka mata' atas apa yang terjadi sesungguhnya, terutama soal dugaan Matrix memprovokasi Zizou sehingga pahlawan Prancis itu tersulut emosinya, dan melakukan tindakan 11qazkonyol11qaz itu.

Jika pengakuan Zizou tentang penghinaan yang dilakukan Materazzi terhadap ibu dan saudara perempuannya terbukti –meski Matrix berulangkali menolaknya, bukan tak mungkin, hukuman itu memang bakal dilayangkan pada mantan pemain Everton yang kini bermain Inter Milan itu.

"Saya kehilangan ibu saya pada usia 15 tahun dan hingga saat ini saya masih sedih jika membicarakan beliau," kata Materazzi soal bantahannya menghina ibu Zidane.

Kebenarannya memang masih belum terbukti, tetapi laporan di media-media Italia menyebutkan bahwa Materazzi tetap terancam hukuman dua kali larangan tanding. Jika itu benar-benar terjadi, Matrix dipastikan absen dalam pertandingan penting Gli Azzurri dalam babak kualifikasi Euro 2008, melawan Lithuania. Materazzi juga bakal absen memperkuat timnya dalam sebuah pertandingan 'penuh dendam' dalam ajang yang sama, melawan Prancis!

Bagaimanapun, agen Matrix, Claudio Vigorelli, berharap pertemuan Materazzi dengan Komdis FIFA hari Jumat lalu bisa segera mengakhiri masalah itu. Vigorelli memang tidak menyebutkan apa isi pertemuan itu, tetapi ia memastikan kalau Materazzi takkan dipanggil lagi oleh FIFA karena keterangannya sudah dianggap cukup.

"Marco sangat optimis terhindar dari sanksi, dia memberikan keterangan mengenai apa yang terjadi padanya," kata Vigoreli, "Dan ia takkan kembali ke Zurich untuk menjalani pemeriksaan kedua."

Zidane sendiri, baru akan memberikan keterangannya hari Kamis depan.

sumber Materazzi Hadapi Hukuman : LiputanBola.Com
MATERAZZI HADAPI HUKUMAN

Materazzi Penuhi Panggilan Komisi Disiplin Seputar Berita Dunia Sepak Bola

MATERAZZI PENUHI PANGGILAN KOMISI DISIPLIN SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

MATERAZZI PENUHI PANGGILAN KOMISI DISIPLIN


Hari Kamis, , FIFA menyatakan akan meminta keterangan Materazzi sehubungan pernyataan Zinedine Zidane di Canal Plus, terkait insiden tandukan kepala yang terjadi di babak final PD 2006, 9 Juli lalu. FIFA, dalam hal ini Komisi Disiplin, juga telah menginstruksikan kedua pemain untuk menghadiri hearing tatap muka yang akan berlangsung di Markas Besar FIFA, Zurich, Swiss, 20 Juli mendatang.

Namun, berhubung tanggal tersebut bentrok dengan jadwal Materazzi yang akan berlibur ke Maldives, FIFA mengabulkan permintaan defender Italia itu untuk memajukan jadwal pemanggilan dirinya menjadi hari Jum'at, 14 Juli. Didampingi agennya, Claudio Vigorelli dan pengacaranya yang juga Pejabat Eksekutif Hubungan Internasional Federasi Sepakbola Italia Sergio Di Cesare, di hadapan Komisi Disiplin FIFA, Materazzi memberikan keterangannya terkait insiden tersebut selama kurang lebih satu setengah jam.

"Dia memberikan keterangan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Dengan pemberian keterangan tersebut, Materazzi tidak berkewajiban menghadiri tahapan selanjutnya ," kata Vigorelli. "Setelah pertemuan usai, Marco tampak sangat optimis dan percaya segala sesuatunya akan berjalan dengan baik ," imbuh Vigorelli.

Materazzi, bek Inter Milan berusia 32 tahun itu, sebelumnya dengan terbuka mengaku telah menghina Zidane sebelum insiden tersebut terjadi. Tapi, Materazzi menolak kalau ia disebut telah mengucapkan kalimat kotor, dan kasar tentang ibu Zidane dan membuat kata-kata rasis. Jika FIFA memutuskan Materazzi terbukti bersalah karena kalimat "hina" itu, maka Materazzi terancam mendapat hukuman larangan bertanding selama dua pertandingan dan denda sebesar 2.200 poundsterling atau kira-kira sebesar Rp 36 juta. Jika Materazzi terbukti bersikap rasis, hukumannya lebih berat, larangan bertanding dalam lima pertandingan dan denda dua kali lipat atau sebesar 4.400 poundsterling . Akan tetapi, seorang juru bicara FIFA tidak mau berspekulasi tentang hukuman kepada Materazzi tersebut. Sebab, katanya, "Setiap kasus mendapat penanganan yang berbeda sehingga tidak dapat diperbandingkan satu sama lain."

Sebelum mendampingi Materazzi bertemu Komisi Disiplin, kepada BBC Radio Five Live, Vigorelli mengkritik langkah investigasi yang dilakukan FIFA. "Saya pribadi berpendapat, FIFA seharusnya hanya terfokus kepada reaksi 'nyata'," katanya. "Kita semua mencintai sepakbola dan pemain seperti Zidane. Tapi, reaksinya itu benar-benar di luar kewajaran. Apalagi dilakukan di partai besar seperti final Piala Dunia yang juga partai terakhirnya sebagai pesepakbola profesional," tegas Vigorelli.

Vigorelli juga memperingatkan FIFA akan timbulnya preseden sulit dengan menunjuk kasus Francesco Totti yang dihukum tiga pertandingan karena terbukti meludahi pemain Denmark, Christian Poulsen, di Piala Eropa 2004 lalu. "Saya jadi heran, mengapa FIFA tidak melakukan investigasi terhadap Poulsen," katanya.

Dalam kacamata Vigorelli, kasus Totti-Poulsen benar-benar sama dengan kasus Zidane-Materazzi. Jadi, tambah Vigorelli, "Jika FIFA ingin menghukum seorang pemain terkait apa yang diucapkannya di lapangan hijau, maka FIFA benar-benar akan sibuk mengurus hal-hal seperti itu di masa yang akan datang. Sebab, hal yang wajar jika seorang pemain mengomentari kelakuan pemain lainnya dalam satu pertandingan. Apalagi pertandingan itu sendiri berjalan dengan ketat dan penuh nuansa emosi."

sumber Materazzi Penuhi Panggilan Komisi Disiplin : LiputanBola.Com
MATERAZZI PENUHI PANGGILAN KOMISI DISIPLIN

Beda, Pemain Baru Ketiga di ‘Setan Merah’ Seputar Berita Dunia Sepak Bola

BEDA, PEMAIN BARU KETIGA DI 'SETAN MERAH' SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

BEDA, PEMAIN BARU KETIGA DI 'SETAN MERAH'



Langkah restrukturisasi kembali dilakukan klub mantan penguasa Bundesliga, Kaiserslautern. Setelah merekrut Balazs Bobely dan Jon Inge Hoiland, kini giliran defender asal Standard Liege, Mathieu Beda digaet pelatih Wolfgang Wolf.


Hanya meraup 12 angka dari 17 kali pertandingan, hasil tiga kali menang, tiga kali imbang dan 11 kali menderita kekalahan, membuat nasib Kaiserslautern semakin terperosok di jurang dasar klasemen sementara.


Wajarlah selama musim transfer dibuka di bulan Januari ini, pihak manajemen klub terlihat agresif memburu pemain-pemain baru guna memperkuat soliditas tim. Setelah berhasil mendapatkan Balazs Bobely yang direkrut dari Artmedia Bratislava dan pemain bertahan asal Malmo, Swedia, Jon Inge Hoiland, rupanya pelatih Wolfgang Wolf masih butuh tenaga bantuan tambahan.


Pemain ketiga yang dibawa Wolf ke stadion Frizt-Walter adalah pemain bertahan Standard Liege, Mathieu Beda. Tidak disebutkan berapa biaya transfer Beda, namun yang jelas pemain berusia 24 tahun yang pernah bermain di Cannes, Nancy dan Bordeaux itu diikat sampai Juni 2008.


Dengan masuknya tiga pemain tambahan itu, Wolf merasa yakin akan mampu membawa Kaiserslautern keluar dari zona degradasi. "Kami telah membentuk fondasi dasar tim yang dibutuhkan untuk dapat mengangkat kembali posisi tim saat kompetisi Bundesliga dimulai kembali," kata Wolf seperti yang dilansir di situs resmi klubnya. 

sumber Beda, Pemain Baru Ketiga di 'Setan Merah' : LiputanBola.Com
BEDA, PEMAIN BARU KETIGA DI 'SETAN MERAH'

FIFA Panggil Materazzi dan Zidane Seputar Berita Dunia Sepak Bola

FIFA PANGGIL MATERAZZI DAN ZIDANE SEPUTAR BERITA DUNIA SEPAK BOLA

FIFA PANGGIL MATERAZZI DAN ZIDANE


Pernyataan terbuka Zinedine Zidane terkait insiden tandukan kepalanya di babak final PD 2006 yang disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan televisi Prancis, Canal Plus, Rabu kemarin mendapat "sambutan hangat" dari Federasi Sepakbola Internasional .

Organisasi sepakbola tertinggi di dunia itu hari ini, Kamis menyatakan akan meminta keterangan dari kedua pemain. "Sebagai bagian dari proses investigasi, Zinedine Zidane diberikan hak untuk memberikan alasannya tentang tindakannya itu dalam bentuk tertulis yang harus disampaikan kepada kami pada tanggal 18 Juli," demikian pernyataan FIFA. "Sesudah itu, Materazzi akan mendapat lembar kopian dari pernyataan Zidane tersebut sehingga Materazzi dapat memberikan respon atau jawaban," tambah FIFA.

Sebagai tindak lanjut dari pernyataan dalam bentuk tertulis itu, FIFA--dalam hal ini Komite Disiplin--akan mengadakan hearing dengan kedua pemain. "Kedua pemain diperintahkan untuk menghadiri hearing yang dilakukan secara tatap muka yang diadakan Komite Disiplin di Markas Besar FIFA di Zurich, Swiss, pada hari Kamis, 20 Juli," kata FIFA.

Seperti diketahui, dalam pernyataan resminya, Zidane mengatakan tindakannya itu disebabkan provokasi Materazzi yang melontarkan kalimat penghinaan terhadap ibu dan saudara perempuannya. Zidane menolak untuk menyebutkan secara persis apa yang terlontar dari mulut Materazzi saat itu. "Sangat kasar," kata Zidane.

Keterangan Zidane itu berbeda dengan apa yang diutarakan Materazzi saat wawancara dalam pesawat terbang yang membawa pulang timnas Italia ke Roma. "Saya tidak mengatakan dia seorang teroris Islam, dan saya pun tidak mengucapkan kalimat yang menghina ibunya. Sebab, sosok seorang ibu bagi saya sangat suci ," kata Materazzi.

Siapa yang benar? Jawabannya, mungkin, akan terungkap dalam hearing yang dilakukan secara tatap muka pada hari Kamis nanti. Yang pasti, Presiden FIFA, Sepp Blatter mengisyaratkan, organisasi yang dipimpinnya mempunyai kewenangan untuk mencabut gelar Pemain Terbaik di PD 2006 bagi Zidane jika Komite Disiplin memutuskannya bersalah. Satu hal yang justru tidak dikehendaki Materazzi.

sumber FIFA Panggil Materazzi dan Zidane : LiputanBola.Com
FIFA PANGGIL MATERAZZI DAN ZIDANE